
Malamnya setelah menemani Felix tidur di kamar kini Rahel langsung bangkit meningalkan putranya itu sebentan dan menemui suaminya yg ada di luar rumah dan terlihat dia yg sedang menelfon orang tuanya "Pa, Adam udah kirim daerahnya nanti suruh mereka ke situ lusa nanti." dan setelah cukup lama Rahel menunghu akhirnya telfon itu berakhir dan pada saat adam berbalik ia di kejutkan dengan kehadiran Rahel "Astaga, kamu ini mengejutkan ku saja." Rahel tersenyum "Apa tadi itu papa??"Adam mengangguk "Apa Felix sudah tidur."Rahel mengangguk lalu ia pun menghampiri suaminya itu "Bagai mana hari ini tadi apa kalian berhasil menemukanya "Adam terlihat mengacak acak rambutnya "Dia berhasil kabur lagi, entah kenapa wanita itu selalu saja berhasil kabur tapi untungnya aku berhasil mengambil gambarnya jadi ada yg bisa aku berikan ke polisi untuk di cari nanti karna penampilanya sudah berbeda sekarang. Aku harap dia bisa cepat-cepat di temukan."
__ADS_1
Adam merangkul pundak istrinya mendekat lalu ia mengajaknya untuk duduk di dekat tangga dan mereka menikmati malam berbintang tersebut dengan bulan sabit yg menghiasinya "Ini terasa seperti dejafu saja menurut ku, apa dulu kita pernah seperti ini??"Rahel menoleh pada suaminya "Dulu kita pernah seperti ini kalok gak salah ada 2 kali tapi kamu pasti tidak ingat semuanya."Adam tersenyum menatap langit "Ya aku gak ingat sama sekali, tapi selama 5 tahun aku mencai kalian jika aku rindu pada sosok mu aku biasanya akan melihat bintang di dekat kolam renang dan saat itulah rindu ini bisa terobati." Rahel menoleh pada mobil Adam "Lalu kenapa mobil mu bisa segitu parahnya apa yg terjadi sebenarnya??"adam ikut menoleh pada mobilnya "Oh itu, terjadi karna pada saat kami mengejar mereka menembak pada mobil kami untung saja aku sempat menekan rem dan kami juga tidak memakai sambuk jadi kami sempat bersembunyi. Tadi aku telfon papa untum meminta supir di rumah untuk menjemput, tak mungkin aku memaksa kita memakai mobil itu takutnya nanti kacanya pecah jadi mungkin mereka akan datang dengan mobil derek untuk membawa mobil ku."Rahel kembali menoleh pada suaminya "Kamu gaka terluka kan sayang??" Rahel melirik lirik tubuh suaminya untungnya tak ada yg terluka jadi ia sedikit lega dan Adam merasa sangat senag ternayata ini rasanya jika ada orang tersayang yg menghawatirkan kita.
__ADS_1
Rahel masih sibuk memeriksa bagian tubuh suaminya yang terluka peria itu malah memeluknya "Gak usah kawatir sayang aku gak papa." Rahel terdiam ketika dia di peluk tadi jadi ia hanya menikmatinya tiba tiba terdengar tangis dari dalam rumah yg memangil Rahel sontak mereka menoleh ke dalam rumah lalu Adam segera melepas pelukanya lalu mereka berlarai ke dalam dan terlihat anaknya yg keluar dari kamar sambil menangis "Mama..hik"Rahel lengsung memeluknya "Ada sayang mama di sini kok,Ayo sekarang kita tidur lagi."Rahel pun kembali membawa putranya itu masauk ke dalam kamar lalu ia segera membaraingkanya lagi dan ia kembali memeluknya dan Adam pun membuka tikar lalu ia menyiapkan tempat tidur untuknya dan Rahel nantiĀ dan pada anak itu tidur lagi namun kali ini anak itu tak mau melepsnya Rahel menghela napas pelan"Sayang apa kamu sudah tidur??" Tak ada jawaban dari Adam lalu rahel kembali berbicara tiba tiba dari belakang Adam langsung berabaraing di belakang Rahel dan posisi mereka saat ini kenyamping karna saking sempitnya "Eh sayang di sini sempit."adam menjawabnya "Sudah ayo kita tidur aku gak mau tidur sendiri di sana."Adam pun langsung menutup matanya dan Rahel harus pasrah karna ini susahnya punya anak dan sumi yg sangat mempel lalu Rahel pun terpakasa tidur.
__ADS_1
Padahal mereka tak tau kalok addy selalu datang bersama Debora dan putranya namun mereka mengira jika Addy datang sendiri, dan Rahel tetap tersemyum mendengar perkatan mereka walau hatinya sangat sakit namun karna reaksi rahel yg senyum begitu membuat para ibuk ibuk tadi kesal karna mereka berharap reaksi Rahel itu bukan seperti itu dan mereka terlihat menatap anaeh pada Rahael, dan waniatau langsung pamit "Kalok gak ada lagi yg mau di omongkan saya permisi yah.."Rahel pun pergi namun omongan ibuk ibuk tadi masih terdengar yg mengatakan "Dasar wanuta gila..." setelah mengucapkan itu para ibuk ibuk tadi kembali tertawa dan malah terus membicarakanya dengan suara yg besar namun rahel masih terus diam karna ia tak mau membalas jika di balas mungkin permasalahan ini akan semakin parah jadi ia memilih diam karna memang dia sama sekali tidak salah ia pulang dengan menaiki sepeda.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1