
Dan Acara bakar bakaran itu selesai sedangkan ubi yg mereka bakar tidak habis di makan jadi di berikan pada Addy dan Debora sedangkan Addy sudah sangat mabuk dan Debora yg melihat hal itu mencoba membujuknya "Sayang bagai mana kalok kita menginap di sini saja, kamu sepertinya mabuk." Addy tersenyum "Aku tidak mabuk, aku masih sadar dan aku masih sangup menyetir mobil." Debora menghela napas pelan "Kalok gitu hel kami pulang dulu." Rahel tersenyum "Iya hati hati di jalan nanti yah." Debora mengangguk pada saat mereka pergi Adam berteriak dari jauh "Besok langsung saja ke rumah." Addy menjawab "Iya tenang saja besok aku akan datang." Mereka pun naik ke atas mobil dan tak lama kemudian mobil itu pergi lalu Rahel dan Adam pun segera masuk dan mereka terkejut melihat putranya sudah tidur di tengah rumah dalam kondisi hp masih menyala "Astaga Anak ini." Pada saat Rahel akan menghampirinya Adam lebih dulu menghampirinya lalu mematikan hpya setelah itu ia menggkatnya.
Rahel segera membuka pintu kamar dan Adam pun mengantarnya masuk setelah itu membaringkannya di tempat tidur ia menatap wajah putranya sambil terus membelai rambutnya pelan Rahel menyusulnya masuk lalu membuka ambal untuk mereka tidur serta mengelurkan bantal dan guling yg ia taruh di dalam lemari sedangkan Adam langsung berbaring "Sayang aku merasa pusing." Rahel menjawabnya "Ini pasti karna kebanyakan minum." Adam tersenyum "Gak papa lah sayang sekali kali minum begini." Adam yg merasa gerah pada tubuhnya langsung melepas pakianya "Sayang bisalah kamu mengipas ku aku merasa sangat panas." Rahel hanya bisa menurut ia mengambil sebuah buku lalu langsung mengipas suaminya itu, dan Adam merasa ini seperti Dejafu "Sayang aku seperti pernah merasa di kipasin seperti ini sebelumnya sama kamu, apa benar??"
Rahel tersenyum"Tentu saja, aku pernah mengipas mu sebelumnya seperti ini." Adam senang mendengarnya, namun tiba-tiba ia penasaran berapa usia Rahel pad saat menikah dulu "Oh iya dulu pada saat kita menikah usia mu berapa tahun??" Rahel pun menjawabnya "Waktu itu usia ku 19 tahun dan sekarang usia ku sudah 24 tahun." Adam yg mendengarnya sedikit terkejut "Apa usia mu masih 24 tahun, apa kamu tau usia ku berapa??" Rahel berpikir sejenak "Aku tak tau dan tak pernah mencari tau dan aku menebak usia mu sama dengan Kak Addy 32 tahun." Adam tersenyum mendengarnya "Aku dia atasnya sedikit usia ku 34 tahun." Rahel menghitung perbedaan mereka "Jadi kita beda 10 tahun dong, ternyata jauh juga." Adam menatap istrinya "Apa kamu gak suka??" Windi menjawab "Aku sih tak masalah."
__ADS_1
Adam tersenyum mendengarnya
"Nanti ketika Felix sudah berusia 7 tahun nanti kita berikan dia seorang adik bagai mana??" Rahel yg mendengar hal itu menjadi malu "Kamu apa aan sih, malah bahas yg gitu..." Adam tersenyum melihat istrina yg malu malu ia pun menariknya ke dalam pelukanya "Seakrang malam ini kita tidurnya begini saja..." Rahel langsung melepas pelukan tersebut lalu menutup hidunya "Kamu bawu alkohol..." Adam tersenyum "Kenapa tiba tiba sekali hidungmu menjadi snsitif apa mungkin nentar lagi anak kedua sudah ada." Rahel mencubit pinggang Adam "Gak usah bahas anak kedua lagi, urusan kk saja belum selesai."
Pagi pagi Felix terbangun hal pertama yg ia lakukan adalah meraba ibunya ke sampingnya namun tak ada ia terbangun dan terlihat Ayah dan ibunya yg tengah tidur sambil berpelukan ia menghampiri mereka lalu sengaja bersempit sempitan dan pelukan tadi terlepas Awalnya ia ingin memeluk Adam namun karna ayahnya itu sangat bau ia lebih memilih memeluk ibunya tak lama berselang hujan pun turun begitu deras dan Adam yg tak memakai baju apa pun menjadi kedinginan dan ia merasa kehilangan kehangatanya ia membuka matanya sebentar dan terkejut melihat putranya yg ia bangkit lalu mengambil selimut yg lebar setelah itu ia berbaring di samping anak dan istrinya kembali dan menutupi mereka dengan selimut ia menghadap mereka dan terlihat tersenyum ketika melihat dua malaikatnya yg sedang tidur itu, guma Adam dalam hati 'Taku ku sangka tidur bersama istri dan anak seindah ini, aku jadi bisa mengerti kenapa papa selalu bahagia ketika kami bisa tidur bertiga satu kasur pada saat aku kecil.'
__ADS_1
Di rumah Addy malam itu, setelah Debora melayani keinginan suaminya, Addy pada saat ia akan pergi dari kamar lalu tanganya di tahan oleh Addy "Kamu mau ke mana??" Debora menjawab "Mau tidur ke kamar Reno, kalian nanti dia mencari ku." Addy menjawabnya "Tak usah, paliang nanti kalok dia cari dia pasti akan datang sendiru, orang aku sudah memberi taunya tadi sebelum tudur." Debora terkejut "Jangan bilang kamu menagtakan yg enggak enggak pada anak mu itu..." Addy tersenyum dan Debora yg melihat senyuman suaminya sedikit berdebar karna jarang sekali suaminya mau tersenyum di hadapanya "Ih, kamu ini di tanya itu di jawab dong." Addy pun menepuk sampingnya "Baring dulu dong di samping aku." Debora menggeleng dan Addy langsung menariknya hingga gadis itu terbaring di sampinya dan mereka menatap satu sama lain "Kak udah Debora capek kak." Gadis itu berusaha bangkit namun ia langsung di tarik adam ke pelukanya "Diamlah sepertu ini." Debora terdiam.
Dan mereka hanya terdiam dan karna yubuh mereka yg begitu dekat terdengar Addy bisa mendengar detak jantung Debora yg berdebar kencang, begitu juga sebaliknya tak lama sura hujan terdengar turun begitu deras dan kamar mereka di ketuk dan dua orang di dalam saling berbisik "Kak, itu pasti Reno." Addy menjawabnya "Biar aku yg membuka pintu untuk dia." Addy bangkit lalu membuka pintu terlihat putranya yg sedang mengucek matanya sambil mengandeng bonekanya dan terlihat tanganya mengucek matanya "Papa, Reno takut di kamar sendiri.." Addy pun segera mengangkat putranya itu masuk dan anak itu kembali bertanya "Apa adek ku sudah ada pa??" Debora yg mendengar kata kata itu keluar dari mulut putranya sedikit terkejut lalu menatap Addy dan peria itu hanya tersenyum lalu menjawab putranya "Pangern papa sabar dong, papa sama mamu lagi usahakan." Mereka pun langsung berbaring ke kasur bersama-sama Debora dan malam itu mereka habiskan tidur bersama di kamar tersebut.
Bersambung....
__ADS_1