Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 74


__ADS_3

Setelah menjelaskan mengenai masa lalunya akhinya Adam bisa kembali tenang lalu ia menghapus air mata istrinya yg tersisa "Apa kamu benar benar sudah tak ada perasaan padanya??" Rahel mengangguk "Rasa itu sudah menghilang sejak ia kembali ke kota." Adam tersenyum lalu memeluk istrinya "I love you." Dan Rahel membalasnya "Aku juga.." abraham melepas pelukanya lau mencium pipi kening hinga bibir istrinya "Sekarang mari kita tidur, karna besok kita apasti akan sangat sibuk." Rahel tersenyum lalu mengangguk dan mereka kembali berbaring namun kali ini mereka berpelukan, besoaknya Rahel sudah sibuk di dapur sedangkan di rumah kini ada berapa pelayan yg mendekor rumah karna nanti akan ada acra di rumah. Pada saat Rahel akan mengambil garam di atas lemari karna tidak tinggi jadi ia sedikit kesusahan, tiba tiba sebuah tangan panjang yg lebih dulu meraih garam tersebut pada saat Rahel menoleh ke belakang ia terkejut karna di belakangnya ada suaminya "Ini.." Rahel menerimanya dan wajahnya terlihat malu malu dan Adam pun memperbaiki rambut istrinya yg berantakan karna istrinya itu tidak mengikat rambut, sedangkan para pekerja di sana yg melihat pemandangan langka itu lantas menatap kearah mereka dan Rahel yg sadar langsung menunduk karna malu "Orang orang melihat kita." Adam tersenyum "Yah gak papa lah, lagian kita juga sudah menikah apa yg harus di takutkan." Rahel menatap suaminya Tiba tiba terdengar dari kejauhan suara Dion.

__ADS_1


"Adam jangan sibuk menganggu istri mu saja, bukankah papa tadi suruh kamu untuk pergi membuka gudang karna pelayan mau mengambil tangga di sana." Adam menoleh ke belakang "Ia pa.." Adam menoleh pada istrinya lagi "Aku pergi dulu sayang." Rahel mengangguk lalu Adam pun mencium ujung kepala istrinya setelah itu ia pergi sedangkan Rahel malah menjadi semakin malu.Tak lama setelah selesai memasak dan makanannya sudah di hidangkan dan mereka mulai duduk di meja makan dan Dion mulai membuka pembucaraan "Hel kata mama, kamu tadi sudah bertmu Leo anaknya mama Selly??" Rahel mengangguk dan Dion kembali melanjutkan kata katanya "Bagai mana dia lebih tampan dari suami mu kan." Seketika abraam berhenti menyendok makanannya lalu menatap tajam ayahnya sedangkan rahel hannya tersenyum karna ia tak berani kenjawab tak lama terdengar suara adam "Papa jangan suka bandingkan adam sma Leo, pasti lah jelas beda Adam ini udah umur 34 tahun sedangkan Leo masih 24 tahun."Dion menjawabnya "Loh kok marah kan papa cuman tanya bukan niatnya mau bandingkan kamu."Adam terlihat tak mau menoleh pada ayahnya tak lama terdengar Mariam yg berbicara "Bagai mana dengan felix, om yg kemarin bagai mana??" Felix menjawab dengan antusias "Oh om yg kemarin baik nek Felix suka main sama om tadi." Adam yg mendengar hal itu lants tersedak sontak Rahel memberikan minum untuk suaminya dan mengelus pelan punggungnya "Hati hati sayang.."

__ADS_1


Mariam tersenyum  "Loh adam makan itu hati hati jangan kecepetan, tu kan sudah kesedak."Adam menatap mamanya "Ma bisa gak sih kita bahasnya yg lain jangan leo mulu." Mariam menatap bingun putranya "Loh kok gitu, padahal leo itu udah mama anggap anak mama sendiri lo, jadi leo itu sama dengan adik mu juga ." Adam menjawab ibunya "Itu dulu." Dion menjawab anaknya itu "Sepertinya kamu punya masalah dengan leo, coba katakan pada mama dan papa mu ini." Rahel yg mendengar hal itu menjadi tak enak karna ini semua terjadi karnannya, adam langsung menjawab "Gak ada, cukman gak tau kena sekarang ketika mendengar namanya Adam jadi jengkel saja."Dion menghela napas pelan Memang anak jaman sekarang kalok marah suka gak jelas begini." Lalu ia kembai memakan makanannya sedangkan adam kembali menunduk dan memakan makanannya begitu juga dengan yg lain sedangkan Rahel malah menajadi tak enak hati karna ini semua terjadi karnannya jika saja waktu itu ia tak pernah bertemu denganya mungkin hal ini takan pernah terjadi.

__ADS_1


Leo menarik tanganya kembali lalu di kepalnya dan ia masuk tanpa berbicara sama sekali sedangkan Rahel malah jadi tak enak hati "Sayang kamu terlalu berlebihan, lagi pula ini hanya sebagai formlitas aja, kalok begini nanti tamu tamu malah berpikiran buruk tentang kita." Adam menjawabnya "Aku gak peduli.." tak lama terdengar dari kejauhan terdengar suara Felix "Mama mama,Felix lapar maa ayo temani felix makan." Rahel menatap binggung sama anaknya "Kenapa gak suruh bibik ambilkan." Felix memjawab "Kata bibik makannya nanti setelah selesai acara." Rahel menghela napas pelan "Cobak kamu minta aja yg ada di dapur dan nanti Felix makan di sana saja." Felix menggeleng "Gak mau, felix mau sama mama aja." Adam tersenyum "Sayang sama kamu antarin aja dia, biar aku yg menyambut tamu undangan." Rahel mengangguk lalu ia segera pergi bersama anaknya sedangkan Adam menyambut tamu sndiri untunya tak lama kemudian acara pun di mulai jadi Adam terlebih dahulu menyusul istrinya ke dapur untuk menunggunya namun ketika tiba di dapur ia di kejutkan oleh leo di dapur dan bahkan ia duduk di samping anaknya meskipun di sana juga ada pelayan, jadi mereka tak sendi namun tetap saja Adam cemburu.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2