Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 80


__ADS_3

Sesampai di rumah, Rahel masih merasa kesal karna kejadian berap waktu lalu kendadak rasa laparnya menghilang dan di gantikan dangan rasa yg tak ingin marah, ia berjalan ke kamar mandi lalu ia segera membersihkan diri setelah itu ia pun segera merebahkan tubuhnya di kasur dan adam yg melihat hal itu merasa marah karna dua orang itu istrinya jadi begini, setelah istrinya tertidur ia sama sekali belum tertidur karna ia juga memikirkan mengenai foto ayah istrinya dan rasa penasaranya mengenaia apa sebenrnya yg  terjadi dan kenapa bisa mendiang ayah mertuanya rupanya adalah anak dari pak joko, ia perlahan ia melirik istrinya di sebelah "Sudah tidur rupanya..." adam bangkit dari baringnya lalu diam diam ia berjalan ke ruang ganti baju lalu mengambil salah satu foto tersebut dan langsung membawanya setelah itu ia kelur dari kamar dam menuju  kamar ayahnya pada saat ia akan mengetuknya tiba tiba pintu itu di buka dan memperlihatkan ayahnya "Apa kamu tidak bisa tidur juga??" Adam mengangguk dan Dion pun tersenyum lalu melewati anaknya "Ayo kita pergi menghirup udara segar di luar sebentar." Adam pun mengikuti ayahnya dari belakang dan mereka berjalan ke taman dan mereka duduk di salah satu kursi yg ada di taman yg di mana malam itu bulan sangat bersinar terang.

__ADS_1


Dion membuka pembicaraan "Bagi mana pemotretan mu apa berjalan dengan baik??" Adam mengangguk "Ya, apa ada yg mau adam tanya mengenai anak pak joko yg menghilang itu." Dion yg mendemgar hal itu lantas menatap tajam anaknya "Untuk apa kamu tau, apa kamu pernah diam diam menguping ketika ayah mu berbicara dengan pak joko??" Adam tak bisa mengelek karna memang ia pernah menguping adam menjawabnya "ya, tapi aku tak mendengar semuanya." Dion menghela napas pelan "Jangan biasakan diri menguping seperti itu." Adam kengangguk "Tapi ada yg mau adam tanyakan, apakah ini anaknya pak Joko." Adam menyerahkan sebuah foto yg di mana isinya berisi gambar foto pernikahan "Foto siapa ini adam??' Adam menjawabnya "Foto mending ayahnya rahel besrta ibunya." dion sama sekali tak telalu memperhatian "Lalu apa masalahnya??" Adam menatap ayahnya "Apa ayah tak memperhatikan di gambar ini peria yg berdi di sebelah ibu rahel itu anaknya pak joko." Adan yg mendengar hal itu terkejut lalu ia memperhatika dengan seksama dan baru menyadari jika itu gambar wiliam dan di sebelahnya ibu rahel "Siapa nama asli dari mending ibu istri mu??" Rahel menjawab "Adam menjawab "Erika." Dan dion yg mendengar hal itu terkejut karna pelanya wanita yg nikah lari dengan wiliam memang bernama Erika.

__ADS_1


Dion menatap putranya "Sejak kapan kamu mengetahui mengenai hal ini??" Adam menjawab ayahnya "malam kemarin aku mau memberi tau ayah tadi pagi tapi mama meminta ku untuk segera bersiap untuk pergi foto." Dion kembali melirik pada gambar tersebut "Kita harus memberitau Pak joko tentag gambar ini." Adam menjawab ayahnya "Apa mungkin pak joko akan mau menerima istri ku." Dion menganggukTentu saja bagai mana pun Dia cucu dari pak Joko. Dan mungkin rahel juga bisa menjelaskan apa yg terjadi pada ayah dan ibunya." Adam sedikit ragu "Aku takut paa jika pak joko nanti tak bisa menerima keyataan ini otomatin ia pasti akan kembenci ayah dan memabatalkan untuk menjadi orang tau Rahel pada saat pernikahan kami nanti." Dion tersenyum "Jangan hawatir nak aku yakin pak joko akan bisa menerimanya makanya di omongin dulu baik baik padanya dia pasti akan bisa menerimanya." Adam masih tetap ragu namun Dion berusaha meyakinkan jika semua akan baik baik saja dan kini adam harus memilih keputusan yg tepat karna ini berkaitan dengan pandangan orang mengenai rahael namun tak masalah jika kita mencoba dan jika memang tak berjalan baik ia akan menyerah, Adam menganguk dan dion yg meliaht hal itu tersenyum "keputusan mu udah tetap nak."

__ADS_1


Dan din pun akhirnya busa bernapas lega "kamu terlalu kasar sehingga membuat menantu ku ketakutan." Joko tak peduli dengan petkatan Dion yg ia ingin sekarang hanya jawaban di aman putranya itu berada "Hey, katan pada ku dari mana kamu mendapat foto ini dan dimana anak ku berada sekarang." Dion menjawanya "Anak mu ada bersama istri mu." Pak joko yg masih belum apa yg di maksud Dion kembali bertnanya "Apa maksud mu??" Dion menjawabnya "Pikir sendiri istri mu di mana sejarang??" Seketika joko terdiam jika istrinya itu sudah tiada 12 tahun yg lalu "Apa kah dia sudah.." Dion menghela naps pelan "Dia tiada karna kecelakan bersama istrinya dan hannya meninggalkan sorang putri yg berusia 5 tahun dan kini putrinya sudah berusia 24 tahun."joko kembali bertanya "apa kamu mendapat gambar ini dari anaknya??" Dion mengangguk namun bukanya sedih ia malah semakian jesal dan hal ini tidak sesuai dengan harapan Dion "Dimana putrinya itu biar aku datangi dia. Jika bukan karna ibunya putra ku tak mungkin meninggalkan ku terlebih dahulu seperti ini!!" Perlahan air mata Joko kelur dari sudut matanya sedangkan Dion yg mendapat reaksi yg seperti ini tak mau mengambil resiko untuk mengatakan nama Rahel jadi ia hannya menjawabnya "Jik respon mu seperti ini lebih baik kamu tak usah tau siapa orangnya karan kamu hanya akan menyakitinya." Joko yg mendengar hal itu terkejut lalu menatap tajam Dion namu  peria itu sama sekali tak peduli.

__ADS_1


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2