
Keesokanya Adam terbangun ia melihat putranya di istrinya sudah tak ada di sampingnya ia melihat sekelingnya namun mereka tak ada lalu ia memutuskan untuk keluar sebelum itu ia mengguankan bajunya yg sempat ia lepas tadi malam ia menuju ke luar dan menemukan istrinya sedang memasak di dapur sedangkan ia tak menemukan putranya "Hel, di mana Felix??" Windi sontak menoleh ke belakang lalu menjawabnya "Dia katanya mau main ke bawah.." Adam yg mendengar hal itu sedikit terkejut ia berlari tergesah gesah ke luar dan menemukan anaknya yg terlihat memainkan mobil mobilan kayunya di atas genangan air di depan rumah "Astaga untung saja dia baik baik saja." Ia memutuskan untung pergi ke bawah "Hay ganteng apa yg sedang kamu mainkan di sana??" Adam berjongkok dengan anaknya dan putranya itu menoleh pada ayahnya lalu tersenyum "Lagi main mobil mobil papa.."Adam menatap bingung putranya "Main mobil kok di genagan air bukanya mobil itu berjalan di tanah bukan di air??" Anak itu tersenyum pada ayahnya "Ini mobilnya lagi melewati banjir papa." Adam tersenyum lalu kembali bertanya "Ini mobil mengangkut apa, kenapa ada hijauh hijau di belakangnya??" Felix menjawab "Dia lagi mengangkut ulat daun yg sakit papa..."
Adam pun ikut bermain bersama putranya tak bebselang lama terdengar suara sirine dari mobil polisi yg mendekat ke tempat mereka dan berhenti di depan ruamah Felix yg melihat hal itu begitu kagum seontak ia bangkit berdiri "Papa mobil apa itu??" Abraham pun menjawabnya "Itu mobil polisi nak.."Felix terlihat kagum melihatnya ia berlari ke arah mobil itu lalu mengelilingi mobil itu dan dua orang polisi turn dari mobil lalu menghampiri Adam "Selamat pagi pak Adam.." salah satu polisi mengulurkan tanganya lalu langsung di jabat oleh Adam "Pagi pa, saya senang kalin mau datang, mari naik ke atas nanti kita bicarakn di atas.." abraham pun naik ke atas bersama dua polisi tadi sedangkan Felik masih terus melihat lihat mobil polisi tersebut hingga anak itu tak sengaja melihat seorang peria bertato memegang sebuah benda seperti telfon namun memiliki antena ia seperti mengawasi rumah Adam sambil terus melaporkan, Felix yg mengenal orang itu siapa sontak berlari menaiki rumahnya lalu memberi tau ayahnya yg masih sibuk berbicara dengan dua polisi tadi "Papa.. papa.."Adam yg meliat putranya yg masuk dengan tergesa gesa langsung bertanya padanya "Ada apa nak??" Felix terlihat seris "Papa ada orang jahat di depan.." Adam bertanya pada anaknya "Pejahat apa??" Anaknya menjawabnya "Yang waktu itu lo pa, yang kasih masuk Felix ke dalam mobil." Adam terdiam Mendengarnya karna tidak mungkin seorang anak akan berbohon pada ayahnya ia menatap kedua polisi tadi dan mereka seperti memberi isyarat untuk tenang.
__ADS_1
Mereka pun menyusun rencama lalu dua polisi tadi berekting mereka berpura pura akan pulang ke kota dan Abraham mengantar mereka keluar, mereka berbicara dengan suara yg besar "Pak Adam , sepertinya kami tak bisa membantu anda, kami harus pulang karna pekerjaan kami masih banyak. Jadi maafkan kami..." Adam tersenyum "Tak papa pak.." Adam pun mengantar mereka balik ke mobil dan pada saat di bawah baru mereka sadar orang tadi, mereka berdua segera masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobil tadi melewati tempat persbunyian peria tadi laau sengaja berhenti dan salah satu polisi tadi segera keluar lalu menodongkan pistolnya "Jangan bergerak, sekarang kamu keluar dari sana..." namuan taka ada respon polisi tadi pun menembakan satu tembakan ke atas lalu kembali berterik "Keluar sekarang atau tidak aku kan menembak mu..." dan salah satu sahabnya menyuslnya keluar dari mobil mereka, peria tadi yg sudah ketan terpaksa keluar dari persembunyianya ia mengkat kedua tanganya dan salah satu dari polisi tadi langsung memborgol tanganya lalu merebut semua yg ia bawa dan langsung mereka bawa ke rumah Windi.
Pada saat kedatangan polisi yg membawa penjahat itu sedikit membuat windi terkejut karna peria ia lah yg ia lihat menaiki mobil bersama satu orang tamenya dan seorang wanita gemuk yg Adam sebut-sebut mantan tunanganya yg merupakan buronan polisi pada saat ia mengantar Adam waktu itu "Sayang bagai mana peria ini bisa..." Rahel sampai sampai tak sanggup melanjutka kata katanya saking syoknya ia Adam mendekati Rahel lalu menjawabnya"Dia menguntit kita.." Rahel menjadi kepikiran anaknya yg ia biarkan sendiri bermain di luar tanpa menyadari pera tadi, para polisi mulai mengintrogasinya dan Adam meminta Rahel dan putranya untuk ke dapur Rahel menurut lalu ia pun menarik putranya ke dapau dan Adam bersama polisi itu mulai mengintrogasinya.
__ADS_1
"Katakan pada ku di mana nyonya mu berada jika kamu tidak memberi tau ku, aku akan membunuh mu." Kedua polisi tadi segera melepas tarikan tangan Adam lalu membawanya menjauh dari peria tadi "Tuan Adam tenang saja, serahkan saja ini pada kami jadi anda tak perlu hawatir." Kedua polisi tadi kembali mengintrogasinya sedangkan Addy langsung menghampiri Adam "Kamu tak perlu hawain aku akan bertanya pada putra teman Ayah ku itu keberadaan wanita itu." Adam hanya mengangguk lalu Addy langsung menelfon anak darai sahabat ayahnya itu, untung saja pada saat ia menelfon telfonya langsung di jawab "Halo, apa ini jaka, ini aku Addy .Aku mau bertanya sesuatu pada mu.."
Bersambung....
__ADS_1