
Malam pun tiba setelah makan malam mereka kembali ke kamar namun kali ini anaknya tidur dengan kakek dan neneknya dan anak itu lebih dulu tidur, sedangkan Adam dan Rahel kembali ke kamar lalu bergantian mandi dan yg pertama pergi untuk mandi adalah Rahel dan setelah ia keluar baru suaminya menyusul karna Rahel sudah rapi dengan baju tudurnya jadi ia memutuskan untuk menyenderkan tubuhnya ke pinggr ranjang sambil membaca sebuah buku resep makanan yg ia pinjam dapat dari mama mertuanya, ia masih santai membaca buku itu hinga suaminya keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk lalu menghampri istrinya dan langsung memeluknya dari samping, lalu ia mulai berbisik "Sayang...,Ayo kita buat adek untuk Felix." Bukanya tergoda Rahel malah risih "Kamu apa aan sih orang lagi asik baca kok di ganggu." Adam tak berhenti sampai di situ ia menggigit telinga Rahel lalu menjilatnya sontak gadis itu mendorang suaimnya hinga jatuh ke bawah "Ah.., sayamg kamu kenapa sih kok aku malah di dorong??" Rahel yg merasa bersalah sontak berniat membantu suaminya untuk bangkit dengan mengulukan tanganya "Maaf aku tadi cuman terkejut jadi Reflek dorong kamu sekali lagi maaf yah sayang,Sini biar aku bantu berdiri." Adam merah tangan istrinya namun bukanya bangkit ia malah kembali menarik istrinya hingga jatuh ke pangkuannya.
__ADS_1
Lantas Rahel langsung terjatuh di pangkuan suaminya "Ah.." Adam langsung memeluk istrinya adari belakang lalu mulai mencium tekuknya sontak Rahel menutup leherna dengan tangannya "Sayang jangan, kamu kenapa sih??" Adam menjawab "Bukanya sudah ku bilang ayo kita buat adek untuk Felix." Rahel menghela napas pelan "Felix itu masih kecil, jadi kita tunda saja dulu." Adam menjawab "Kecil dari mana, dia sudah berusia 4 tahun udah satanya ia punya adek lagi. Apa kamu gak kasihan kalok nanti dia main di rumah yg sebesar ini sendirin "Rahel tiba tiba terdiam ia tak berpikir sampai ke situ, seadangkan adam senang karna biasa membuat istrinya diam lalu tangan nakalnya itu mulai menyentuh bagian sensitif dan wanita itu tak melawan ia hannya mengelurkam suara yg terdengar merdu di telinga Adam dan peria itu mulai melepas pakain istrinya haingga mereka sama sama tak memakai sehelai benag pun lalu ia mengangkat istrinya ke ranjang dan langsung mematikan lamu dan mereka bermain di dalam selimut cukup lama Adam menikmati permaina itu hingga pintu mereka tiba tiba di ketekuk dan dari luar terdeangar suara tangis namun karna mereka belum mengunci jadi dengan mudanya orang yg ada di luar itu membuaka pintu tersebut.
__ADS_1
Sontak dua orang yg sedang memadu kasih itu menolah ke arah pintu dan terlihat lah anaknya yg berlinang air mata "Mama hik.." sontak Rahel langsung menjauh dari sang suami lalu ia menyelimuti seluruh tubuhnya sedangkan adam sedikit kecewa padahal sedikit lagi untungnya kamar itu sudah sangat gelap jadi Felix tak melihat apa yg ayah dan ibunya laulakan yg ia lihat hannya kegelapan, "Sayang, tunggu di sana sebentar." Rahel mengambil pakainya yg berada di pinggir ranjang lalu memakinya sedangkan Adam kembali mengenakan selimutnya lalu segera pergi ke kamar mandi karna ia sudah tak tahan lagi setelah rahel selesai mengganti paian ia mulai menyalakan lampu untunya akanya sudah tak menangis setelah mendengar suara ibunya tadi lalu Rahel pun menghampirinya dan langsung berjongkok menyamakan tinginya dengan anaknya "Sayang ada apa, kok tiba tiba nangis sih, Kakek mana??" Anak itu menajwab "Kakek dan nenek masih tudur ma.." Rahel kembali bertanya "Terus kenapa Felix datang sambil nangis begini." Anak itu menajwab "Felix mimpi mama ningalan Felix sama papa." Rahel akirnya mengerti ruapnya putranya sedang mimpi buruk "Tenang saja mama takan penah meninggalkan pangeran kecil kesayangan mama ini." Rahel langsung memeluk anaknya lalu langsung di angkat dan di bawa ke kasur.
__ADS_1
Pada saat matahari sudah mulai terbit dan masuk melalui celah jendela dan membangunkan Felix anak itu bangun dari tidurnya lalu menolah sampingnya namun tak ada mamanya ia awalnya mau menangis untungnya di sampingnya ada ayahnya jadi ia manggoyangkan tubuh peritu "Papa..papa..Mama hilang..hik." anak itu menangis dan Adam pun mulai terbangun lalu menolah pada anaknya "Ada apa??" Anak itu berbicara "Mama hilang..hik."Sontak Adam membuka matanya lalu menoleh sampingnya anaknya sudah terduduk dan anaknya sedang menangis namun di sampingnya tak ada istrinya sontak is bangkit dari baringnya "Kamu tunggu sebenatar nanti papa ambil jaket dulu." Adam segera pergi ke ruang ganti baju lalu mengambil jaketnya dan langsung memakinya lalu ia segera pergi ke luar dan mengambil dompet dan kunci mobilnya lalu ia mengangkat putranya yg sedang menangis lalu mereka segera keluar dari kamar dan dengan tergesah gesah menuruni tangga, tiba tiba dari jauh seorang memangilanya "Mau ke mana pagi begini??"adam menjawab "Mau ke luar.." pada saat ia menoleh sampingnya ia terkejut karna istrinya sedamg memasak di dapur sedangkan Felix ketika melihat mamanya lansung turun dari gendongan ayahnya lalu berlai menghampiri ibunys "Mama..." ia memeluk ibunya dari samping sedangkan windi sedikit terkejut "Eh anak mama udah bangun.." Rahel menoleh pada suaminya "Kamu sama papa mu dulu, mama lagi masak sayang." Anak itu masih menggeleng "Gak mau, nanti mama tinggal Felix lagi." Rahel yg mendengar hal itu terkejut lalu ia meminta pelayan yg ada di sampinya untuk menggantikanya sebentar lalu ia mengkat anaknya dan membawanya ke ruang tamu lalu ia mendudukan anaknya di sebelah neneknya "Felix sama nenek saja dulu, mama mau masak sebentar." Anak itu mengguk lalu Rahel pun segera pergi dan Adam menyusul anaknya lalu duduk di depan ayah dan ibunya, ayahnya hanya terlihat sanati berbeda dengan ibunya yg menatapnya dengan sinis "Apa sebenar terjadi, jelaskan pada mama??"
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1