Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 49


__ADS_3

Malamnya keluarga itu berkumpul untuk makan malam Rahel duduk di tengah di samping kanannya Adam dan di samping kirinya putranya Felix dan di depan mereka adalah Dion dan Mariam, mereka mulai menikmati makan malam mereka di meja makan penuh dengan makanan hingga Felix bingung harus memilih menu makanan yg mana kerna semuanya terlihat enak dan ia ingin sekali memaknya satu persatu tapi mamanya selalu mengajarkan padanya untuk tidak serakah dan mengambil banyak jadi ia hanya memilih dua menu yaitu Ayam goreng dan tumisan sayuran, Dion yg melihat hal itu sangat kagum pada cucunya itu "Wah cucu kakek suka makan sayur" Felix tersenyum "Kata mama kalok Felix banyak makan sayur nanti Felix bisa kuat."


Mariam pun ikut berbicara kepada cucunya itu "Nanti malam ini Felix tidur sama Kakek dan nenek yah??" Felix mengangguk, lalu mariam menatap Adam dan Rahel "Usia Felix sudah 4 tahun, sudah seharunya dia punya adik??" Adam menjawab ibunya "Tergantung lah ma, jadi atau tidaknya." Ibunya kembali bertanya "Yah, di usahain lah, kalok kamu diam aja dan gak ada tindakan mana bisa punya anak lagi??" Adam berpikir apa yg di katakan mamanya itu benar karna tidak mungkin Rahel hamil lagi jika mereka tidak melakukan program lagi, sedangkan Rahel yg mendengar pembicaran suami dan mama mertuanya itu hanya diam .

__ADS_1


Ibunya menghela napas pelan "Mama mau kalian segera punya anak lagi, selagi masih ada di kasih kesempatan untuk punya anak lagi." Rahel sedikit terkejut 'Apa harus yah puna anak lagi, Felix saja masih terlaku kecil.' Sedangkan Adam yg mendengar hal itu begitu senang "Jadi mama sudah merestui adam dengan Rahel..." ibunya mengangguk lalu kembali menikmati makanya sedangkan Adam terlihat sangat bahagia. Makan malam itu pun selesai saekarang Felix ikut bersama Kakek dan Neneknya ke kamar mereka sedangkan Rahel dan Adam kembali ke kamar mereka Adam terlihat tak sabaran sedangkan Rahel hanya biasa saja karna ia sudah terbiasa tidur dengan Adam, di dalam kamar Rahel langsung beristirahat tak lama pinggnya di peluk oleh Adam dan peria itu mulai nakal dengan kenyentuh bagian da*anya "Sayang..." Adam berbisik di telinga Rahel "Kita sekarang sudah di rumah dan tak di rumah sakit lagi, lagi pula Felix tak ada di sebelah, dia ada di kamar bawah bersama papa dan mama jadi kamu tak perlu hawatir." Rahel tak mempedulikanya karana ia saat ini sangat mengantuk dan ingin segera tidur.


Kenakalan Adam tak berhenti sampai di situ saja ia mulai melepas kancing piama Rahel dan gadis itu yg sadar ingin menghentikanya namun Adam sudah terlebih dahulu menahanya "Sayang..." Adam tak mempedulikan istrunya melepas seluruh pakianya hinga hanya tersisah ba*anya, namuan karna posisi menyamping kurang memuaskan untuknya karna tak bisa melihat wanita itu di depanya jadi menganti posisi ia menaiki tubuh istrinya dan padangan mereka saling bertemu "Kamu takan bisa menghetikan keingan besar seorang peria yg sangat mengginkan ya Sayang..." Adam melepas pakinya hinga tak memaki apa pun setelah itu ia pun melepas pakian isrinya, gadis itu sangat malu dengan situasi ini karna sekian lama setelah hubungan kereka yg pertama kali ini kali kedua mereka akan melakukan lagi dan Rahel masih belum terbiasa namun malam itu tetap terjadi walau Rahel masih kaku Adam selalu menyiambangnaya agar bukanhanya ia yg menikamati malm itu tapi istrinya juga, karna sudah 5 tahun tak berhubungan dan mereka baru selesai bermain pada jam 12 malam itu pun Rahel sudah tak sanggup lagai karna ini kali pertanya ia melaukanya dengan selama ini membuanya kualahan, mereka berdua tidur denganan berpelukan.

__ADS_1


Adam kembali menoleh pada istrinya "Bagai mana sayang, gak papa kan ??" Rahel mengangguk "Iya tak papa." Adam kembali bicara "Nanti besok kita berangkatnya." Tak lama terdengar suara Felix yg sedang duduk di pamgkuan kakeknya "Papa mau berangkat ke mana??" Adam menjawab "Besok nanti kita kembali ke kampung." Felix yg mendengar hal itu begitu bahagia "Benarkah papa, apa kekek dan nenek juga akan ikut." Adam tersenyum pada putranya lalu menjawab "Kakek dan nenek gak bisa datang karna nenek mu masih sakit bukan." Felix menoleh pada neneknya yg kebetulan ada di samping Dion "Nenek cepat sebuhyah, biar nanti nenek dan kakek bisa ikut sama Felix ke kampung." Dion dan mariam terharu dengan perkataan cucunya itu lalu mereka berdua langsung memeluknya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2