Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 43


__ADS_3

Keesokanya pada saat Adam terbangun matanya langsung tertuju pada putranya yg masih tertidur ia pun mengelus pipi putranya pelan "Astaga anak papa tampan sekali." Namun ia baru teringat para Rahel pada saat ia menoleh ke arah Sofa tak ada orang sama sekali dan pikiran Adam mulai tak karuan ia berpikir istrinya sudah meninggalkanya dan anaknya, sontak ia bangkit dari baringnya dan ia merasa perutnya sakit karna langsung bangun dan tidak pelan pelan, dengan kasarnya ia mencabut infusnya hingga tanganya mengeluarkan darah dan ia berjalan ke luar dari kamar sambil memanggil nama istrinya "Rahel, Rahael kamu di mana.." tak ada jawaban ia berjawaban tak lama terdengar suara putranya di dalam yg memanggilnya.


Anak itu bangkit dari baringnya sambil mengucek matanya "Papa, sedang apa??" Adam menoleh ke belakang lalu menghampiri putranya "Ayo sekarang ikut papa cepat." Felix tak mengerti tapi ia menurut lalu Adam membantunya turan setelah itu peria itu mengambil hp, dompet dan kunci mobilnya lalu mereka segera keluar dari ruangan tersebut "Kita mau ke mana paa."Adam tak menjawab ia menarik putranya masuk ke dalam lift, pada saat lift itu turun Adam kembali berpikir hal yg tidak-tidak 'Apa mungkin dia akan meningalkan Felix pada ku lalu ia akan menikah dengan peria lain.' Pada saat lift terbuka dengan tergesah gesah ia keluar dari dalam lift para perawat yg sedang ada di bawah terkejut melihat Adam apa lagi ketika melihat tanganya yg berdarah yg sama sekali tidak di sadar oleh Adam, mereka menghampirinya "Permisi pak, ada yg bisa kami bantu, sepertinya tangan anda terluka??." Adam malah menjawab mereka "Mana istri ku??" Perawat itu binggung harus menjawab apa karna mereka tak tau siapa istri Adam.

__ADS_1


Ia berusaha melewati para perawat tersebut namun ia terus di halangi dan terjadi perdebatan di sana antara Adam dan perawat tadi, sedangkan dari luar Rahel yg baru berbelanja pakian bersama Mertuanya Dion tidak jauh dari  sekitar situ sambil membeli pakian, berapa buah, cemilan, kue dan tidak lupa ia membeli mainan untuk cucunya agar tak bosa di rumah sakit  "Astaga pa, ini terlalu banyak lagi pula dua atau satu baju saja sudah." Dion dengan santai menjawab "Udah jangan sungkan gitu, lagi pula kamu juga menantu papa gak ada salahnya papa belikan pakian yg banyak untuk mu dan cicu ku." Namuan Rahel masih tak nyaman, pada saat mereka masuk ke dalam Ruamah sakit terlihat berapa perawat yg berkumpul. Pada saat Felix menoleh ke seamping perawat ia  melihat mamanya bersama Kekeknya "Mama.." Felix melepas pegangan tangan papanya lalu berlari menghampiri ibunya, sedangkan Rahel yg melihat hal itu terkejut "Asataga sayang kamu ke sini sama siapa??" Felix menoleh ke belakang lalu menunjup ayahnya yg sedang berdebat, Rahel yg melihat hal itu lantas menghampiri suaminya "Astaga Adam, kenapa kamu sudah keluar bukanya kamu harus istirahat dulu." Seketika Adam berhenti bicara ketia melihat Rahel ia mendekat pada wanita itu lalu memeluknya erat.


Sedangkan Rahel sedikit terkejut begitu juga dengan bearpa perawat tadi "Aku kira kamu meninggalkan ku sendiri bersama anak kita." Rahel mengerti apa yg menjadi ketakutan suaminya ia pun memperjelas apa yg terjadi "Aku tadi hanya keluar bersama papa mu untuk membeli pakian ganti." Dari jauah Dion dan Felix menghampiri mereka "Apa yg terjadi??" Seorang perawat memberi taunya "Ini tadi tuanya mau keluar mencari istrinya, tapi tanganya sepertinya berdarah dan kami mencoba menahanya karna sepertinya darahnya terus keluar." Rahel yg mendengar hal itu langsung melepas pelukanya lalu ia melihat kedua tangan adam dan benar saja tarnya yg di infus itulah yg berdarah dan daranganya terus keluar , pada saat ia melihat wajah suaminya dan terlihat wajahnya yg pucat "Astaga Adam..." mereka pun segera mengantarnya kepada dokter.

__ADS_1


Rahel yg panik tak berpikir dengan baik malah mencari di sekelilinya dan dengan santanya Felix menyerahlan satu boto air minum kemasan pada ibunya "Ini mama..." Rahel tersenyum lalu menerimanya "Terima kasih anak mama yg pinter..." Rahel pun memberikan minuman tadi pada suaminya dan adam langsung meminumnya,dan putranya yg pintar itu langsung mengomelinya "Makanya papa, kalok makan itu harus hati-hati."Adam yg di omeli malah maikin gemes pada putranya lalu mencubit pipi cabinya "Astaga anak papa ini pinter, siapa sih yang ajarin."  Felix melepas cubitan papanya "Mama yg ajarkan, kata mama Felix harus banyak belajar nanti jika mama punya uang nanti mama sekolahkan Felix kayak Reno." Adam yg baru sadar bahwa anaknya dudah berusia 4 tahun dan sudah semestinya ia masuk paut atau TK kecil Adam tersenyum padanya "Nanti tahun depan pada saat umur Felix sudah 5 tahun nanti Felix bakal papa kasih sekolah." Felix yg mendengarnya begitu bahgaia "Apa papa punya uang buat Felix sekolah." Adam mengangguk dan anak itu terlihat gembira, Rahel yg melihat interaksi antara ayah dan anak itu menjadi terharu setelah 5 tahun berpisah akhirnya mereka bertemu dan mereka terlihat sangat cocok, Rahel pun akhirnya angkat bicara "Tapi kalok sekolahnya gak sama Reno gak papa??" Felix yg mendengar hal itu jadi terdiam "Kalok bukan tempat Reno Felix sekolah di mana??" Adam menjawabnya dengan sangat antusias "Kamu akan sekolah di Tempat papa pernah sekolah dulu dan mulai sekarang Anak papa akan tinggal bersama papa di kota."Felix begitu bahagia "Apa mama juga ikut??" Adam mengangguk lalu anaknya itu segera menaiki pangkuan ibunya lalu mendekat pada papanya dan mengangkat jari kelingkinya "Papa Janji??" Adam yg melihat hal itu langsung mengaitkan jari kelingkinya dengan tangan anaknya "Papa janji."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2