Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 51


__ADS_3

Selama perjalanan  mereka sama sekali tak berbicara hingga mereka sampai di sebuah toko yg menjual sayur dan daging-dagingan, Adam terlebih dahulu masuk "Permisi.." dan sang penjual langsung mengampirinya dan Adam pun kembali bicara "Ayam potongnya ada??" Wanita itu menjawab "Ada mas mau yg masih hidup atau yg freezer??" Adam tersenyum dan menjawab "Yang di freezer aja dua ekor yah." Wanita itu langsung mengantarnya ke freezer dan meminta dia untuk memilih, Adam yg sudah biasa ikut ibunya ke pasar waktu masih sangat kecil jadi ia tau memilih ayam yg masih Fresh ia memilih dua dan wanita tadi langsung memasuknya kedalam pelastik besar "Berapa mabak??" Wanita itu menjawab "140 mas." Adam mengelurkan dompetnya namun tak ada pecahan uangang 50 Ribu jadi ia memberikan 200 ribu lalu menunggu kembaliannya.


Sedangkan Addy yg tak sabar keluar dari dalam mobil dan menghampirinya "Lama amat sih kamu, lagi belanja apa lagi cerita??" Adam menoleh pada addy "Sabar cobak sebentar, orang lagi tunggu Kembalian." Tak lama wanita itu keluar dan memberi Kembalian dan Adam menerimanya lalu mereka pergi di perjalanan Addy mulai membuka pembicaraan "Kenapa kamu diam begini, perasaan dulu kamu banyak oceh." Adam menoleh pada Addy "Sudah 5 tahun aku lupa ingatan." addy menatap Adam dingin "Jangan pura pura deh, aku tau kamu pasti diam diam membicarakan ku dalam hati kan." Adam menjawabnya "Sok tau lu, kayak bisa baca pikiran aja." Akhirnya mereka sampai dan Adam segera keluar dari mobil dengan kesal 'Tu, orang ngeselin betul, jika saja dia adik ku mungkin sudah ku ikat terus ku pajang di depam rumah.' Adam naik  dan memberikan Ayam tadi pada istrinya "Sayang ini ayamnya.." Rahel menerimanya "Nanti kamu priksa api yg ada di depan yah, takutnya mati nanti, kan kita butuh arang yg banyak untuk membuat ayam bakar." Adam mengangguk lalu kembali rupanya Addy sudah lebih dulu memperbaiki apinya.

__ADS_1


Adam berbicara belak-belakan padanya "Dasar caper." Addy sontak menoleh Adam "Barusan kamu nomong apa tadi??" Adam pura pura lupa "Barusan aku ngomong apa yah??" Addy yg sudah sangat kesal menghampiri Adam "Jika kamu berani ayo kita baku hantam di sini.." Adam tanpa takut mendekat pada Addy "Siapa yg takut..." Dua anak yg sedang bermain di dalam mendengar suara ribut di teras jadi mereke menengok mereka mendengr ayah mereka akan bertengkar,lalu mereka Langsung menghampiri mereka, Felix menarik tangan papanya "Papa gak boleh kelahi nanti mama marah lo." Sedangkan Reno meneriaki ayahnya "Papa anak nakal, suka kelahi kelahi Reno kasih tau nenek sama kakek nanti." Sektika dua orang itu terdiam lalu mereka saling marngkul satu sama lain "Siapa bilang papa mau kelahi orang kami cuma main main, benarkan teman."mereka saling rangkul kuat namun dua anak itu tak mudah percaya mereka melapor pada  Rahel dan wanita itu segera keluar "Ada apa anak-anak??" Reno diluan bicara "Tante Rahel papa ku sama papa Felix mau bertengkar tante." Rahel terkejut lalu menatap mereka berdua "Anak anak ini tak mungkin berbohon jadi kenapa kalian ingin ribut, dari pada kalian ribut lebih baik kalian urus saja api yg ada di luar sana." Mereka mengangguk lalu segera pergi "Astaga dua orang ini dari dulu sampai-sampai tidak bisa akur saja." Rahel pun kembali masuk.


lalu kembali menemui Debora di dapur "Apa kamu sudah selesai mengupas semua biar  langsung ku ulek semuanya "Debira mengangguk lalu Rahel mengambil cobek, Debora yg penasaran apa yg terjdi di luar tadi bertanya pada Rahel "Tadi di luar kenapa hel??" Rahel menjawab "Biasa mereka bertengkar." Debora yg mendengar hal itu mengangguk mengerti "lalu apa lagi yg harus aku lakukan." Rahel menjawab "Kamu bersihkan saja ayamnya setelah itu nanti kita ungkep dulu." Debora pun segera membawa ayam tadi untuk di bersihkan , setelah Rahel menyiapkan bumbu ia langsung menyiapkan panci dan di isi sayur untuk mengungkep ayam tersebut lalu ia mulai merebus tidak lupa ia memasukan bumbu yg sudah di masak terlebih dahulu sebelumnya.

__ADS_1


Rahel menoleh pada debora ia melihat ekspresi sedinya ia pun langsung memeluknya dari sampingnya "Jangan seperti itu, lagi pula kakak Addy dan Bik Anisa ." Debora menghela napas lalu menjawab "Tapi kamu tau kan sikap kak Addy pada ku, aku tak sanggup hidup seperti ini terus kenapa kamu tidak menjadi istri kedua kak Addy saja??" Rahel menghela napas pelan lalu melepas pelukanya "Seperti kata pepatah Jika ada pertemua maka ada perpisahan seperti apa yg terjadi pada ku dan suami ku, kami di pertemukan oleh takdir dan di pisahkan pula oleh takdir mungkin karna kami berjodoh jadi kami di pertemukan lagi seperti itu juga persahabatan apa yg di satukan pasti suatu saat akan terpisahkan tapi percaya takdir akan mempertemukannya lagi, dan untuk masalah kak Addy mungkin jika Aku bicara baik baik padanya ia mau berubah." Debora menjadi terharu akan perkatan Rahel lalu memeluk gadis itu "Ketika kamu kembali jangan pernah lupakan aku yah.." Rahel tersenyum lalu membalas pelukanya "Aku tak mungkin melupakan seorang sahabat yg sangat baik pada kamu dan jika kamu ingin bertemu ketika kamu ke konta kamu bisa menelfon ku atau kamu sedang dalam masalah kamu juga bisa mencurahkan isi hati mu lewat Telfon." Debora pun melepas pelukanya tanpa mereka sadari pembicaraan mereka di dengar oleh Addy yg mendengar di dinding peria itu terlihat sangat sedih sedangkan di sampingnya ada Adam "Tak ku sangka kita harus mengumpat seperti ini hanya untuk menguping." Addy meanatap sinis Adam "Diam saja kamu, aku sedang dalam mood yg tidak baik saat ini." Addy segera meninggalkan Adam sedangkan Adam yg melihat hal itu langsung mengikutinya dari belakang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2