Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 06


__ADS_3

Rahel membawa Adam ke rumahnya dan hujan tadi semakin deras , Genteng Rahel yg memang pada dasarnya sudah lama dan banyak bolong pada akhirnya air hujan masuk dari sana dan rumahnya mengalami kebocoran.


Rahel pun menaruh baskom di setiap tempat yg bocor namun karna waktu pada saat dia menolong Adam tadi hujan sudah turun deras jadi di dalam rumahnya sudah terlanjur basah, tempat yg aman hanya di dalam kamar kara ruang tamu dan dapur sudah basah karna genteng yg bocor.


Setelah memasang ember ke setiap tempat yg mengalami kebocoran akhinya ia kembali masuk ke dalam kamar untuk memeriksa keadaanya, di dalam adam terlihat sangat kedinginan samapi menggigil dan Rahel yg melihat hal itu menjadi iba padanya.


Ia mencari baju mendiang ayahnya yg tersisa karna kebanyakan baju ayanya sudah di berikan kepada orang lain dan untunya masih ada berberapa dan baju itu adalah baju yg sering Mendiang ayanya pakai, ia mengambil satu pasang lalu memberikanya pada Adam "Gunakan saja ini, aku akan ke dapaur untuk membuatkan teh.


Apa kamu sudah makan??" Adam menggeleng "Kamu ganti baju saja dulu aku akan mengambil makanan untukmu." Rahel pun segera pergi , ia ke dapur dan memanasi Ikan kuah sayurnya selagi menungu di sebelahnya ia memasak air panas lalu ia kembali beralih mengambil Nasik untuk Adam dan menaruh satu ikan gopeng ke piringnya tak berlapa lama kemudian akhirnya ikan kuahnya sudah panas ia mematikan kompor lalu mengambil mangkuk setelah itu ia ambil satu ekor ikan dan di beri kuah sedikit lalu menaruh makan tadi di sebuah napan dan di bawa ke kamar.


Rupanya Adam sudah menganti baju ia menaruh napanya di lantai "Makan lah." Rahel pun ke mbali ke dapur dan membuat Teh sedangkan Adam mulai menikmati makananya ia terlihat sangat lahap memakan makanan tadi, ia terlihat sedikit trauma karna hampil tenggelam untung saja ia tersangkut di ranting pohon yg besar dan segera di temukan oleh orang ia tak habis pikir apa yg akan terjadi padanya jika tidak ada orang yg menolongnya.


ia juga masih berusaha berpikir apa yg sebenarnya terjadi kenapa dia di buang dan kenapa ia tak bisa menggingat apa pun tentang dirinya. Tak lama kemudian Rahel datang dengan membawa dua gelas Teh satu gelas air minum "Jangan lupa minum."

__ADS_1


Rahel pun mengambil baju Adam yg basah dan tidak lupa juga ia mengambil baju ganti untuknya dan membawanya ke dapur untuk di ganti di kamar mandi, karna selam di rumah ia belok balik dengan pakian yg masih basah dan baru sadar setelah mengantar makanan untuk Adam tadi.


Adam yg asik menik mati makananya tiba-tiba merasakan sakit pada kepalanya dan tak sengaja tanganya memegang bagian belakanya "Aw, kenapa tiba-tiba sakit yah." Ia menarik tanganya dan beratapa terkejutnya pada tanganya terdapat darah yg membuat ia kaget setengah mati dan berteriak "Aaaaa..."


Rahel yg tadinya menganti baju di kamar mandi terjejut mendengar terikan Adam lalu ia segera menganti bajunya dan memeriksa Adam di dalam kamar "Apa yg terjadi di sini." Adam dengan tangan gemetar memberitau apa yg ada di tanganya , Rahel begitu terkejut dan menghampirinya dan duduk di sampingnya.


"Apa tangan mu terluka.." ia memeriksaa tanya, dan Adam menjawab "Bukan tangan ku tapi kepala bagin belakang ku." Rahel memeriksa keapalanya bagian belakang ia menggangkat rambut peria itu pelan pelan lalu terlihat di bagian keapnya terdapat sobekan tidak terlalu dalam namun sobekanya sangat panjang dan terlihat kembali mengeluarkan darah.


"Apa aku boleh mengobati kepala mu, jika aku biarkan ini pasti akan infeksi dan besok nanti baru kita ke mentri untuk mengobatainya. Dan sepertinya rambut mu juga harus di potong" Adam mengangguk "Terserah kamu saja."


Ia melihat piring Adam dan ruapanya makananya sudah hampir habis "Mau tambah nasiknya??" Adam menggeleng "Aku udah kenyang." Rahel pun mengambil kotak P3K tadi dan mengeluarakan dua tabelet obat lalu di buka satu persatu dan di berikanya pada Adam "Makan lah, biar kepalamu tidak sakit lagi."


Adam menatap bingung Rahel "Obat apa ini??" Dan Rahel menjawab "Ini yg di kawinkan agar meredam nyeri di kepala mu." Adam pun menurut lalu mengambilnya dan memakanya setelah itu ia meminum Air putih.

__ADS_1


Rahel mengambil sebuah ambal lalu dia bukanya di sana ia taruh satu bantal dan satu guling serta selimut "Kamu nant tidur di sini, aku harap jangan dulu tidur telentang tapi usahakan telungkup atau miring saja." Adam hanya mengangguk "Oh iya, sebelumnya siapa nama mu??" Adam menjawab.


"Aku tak ingat siapa nama ku??" Rahel menatap binggung Adam "Maksdmu,kamu tak tau siapa nama mu??" Adam mengangguk "Aku saja bingung sendiri, kenapa aku tak bisa menggingat nama ku dan bahkan tempat tinggal dan nama kedua orangtua ku saja tidak aku ingat." Rahel terkejut.


"Lalu bagai mana aku bisa mengantar mu pergi,tidak mungkin kita akan terus tinggal bersama karna aku adalah seorang wanita dan kamu adalah seorang pria." Adam menjadi bingung "Lau di mana aku harus tinggal " Rahel pun bertanya "Apa saja yg kamu ingat??" Dan Adam baru ingat.


"Aku terbangun di sebuah mobil serta berbaring di bagasi dan mendengar suara wanita yg berbicara dengan seorang pria setelah itu mereka menggangkat aku keluar waktu itu aku langsung menutup mata ku karan aku mengira mereka pasti pembunuh, lalu mereka melempar ku ke sungai."


Rahel menutup mulutnya "Jadi kamu di buang ke sungan. Lalu bagai mana luka di kepala mu??" Adam menjawab "pada saat aku sadar waktu itu kepla ku memang sudah sakit tapi aku tak mengira jika kepala ku akan robek seperi ini." Rahel berpikir "Tapi kenapa bisa kamu tak ingat apa pun.


kita akan bertanya pada mentri soal ini dan kamu akan ku bawa ke kantor polisi untuk membatu mu mencari keluarga mu, sekarang istirahatlah."


Rahel pun mengumpulakan piring dan gelas yg kotor milik Adam, ia menggambil dua cankir teh tadi ke pinggir "Jika kamu mau minum ambil saja di sini nanti, oh iya terlebih dahulau perkenalkan nama ku Rahel pura sari, kalok gitu aku permisi dulu."

__ADS_1


Adam mengangguk, Rahel pun segera pergi ke luar dari kamar, hujan masih terdengar deras ia pun berjalan ke dapur dan mengambil nasik dan sayur lalu segera makan, ia begitu iba pada Adam namun ia juga seorang wanita dan mana ada wanita dan peria tinggal bersama dan bahkan tak memiliki ikatan keluarga tinggal bersama, orang-orang pasti akan salah paham karna ini, jadi ia berpikir bagai mana caranya ia segera membantu peria itu kembali bertemu keluarganya.


Bersambung.....


__ADS_2