Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 82


__ADS_3

Di kamar malam hari Rahel terlihat menatap kosokng balkon kamar dan ia terlihat sedih ia berpikir mungkin dia adalah cucu yg tak di inginkan dan ketika tau ayahnya dan ibunya tak dapat restu dari kakeknya seketika membuat hatinya sedikit sedih sedangkan adam yg melihat hal itu menyesal menyetujuwi keingin ayahnya sehingga ia menanamkan di hatinya jika ayahnya meminta izin lagi untuk memberi tau joko untuk yg kedua kalinya ia akan menolak karna dia sudah sangat di kecewakan dengan respon Peria paruh baya itu ia berbicara dengan suara kecil "Karna kamu sudah membuat istri ku menangis maka aku takan memberitau mu lebih jaub lagi cukup sudah sampai situ aku sangat kecewa dengan responya." Adam menghampiri istrinya yg berbaring sambil menatap balkon kamar dan ia berbaring di belakangnya lalu memeluknya dari belakang "Sayang apa yg kamu lihat di luar sana??" Rahel yg baru sadar karna mendengar suara suaminya mulai membalikan tubuhnya "Aku masih teringat kejadian yg tadi pagi."adam menghela napas pelan "Maaf kam aku, seharusnya aku tak memyetujui niat ayah untuk memberitaunya." Rahel berusaha tersenyum "Gak papa sayang, kita juga gak tau kalok responya bakal gini jadi ini bukan salah mu." Adam dapat tau jika i itu adalah senyuman paksaan lalu ia membelai pipi isyrinya"Jangan memaksa untuk tersenyum aku tau kamu saat ini sedang terluka."


Rahel tau jika suaminya pasti sadar dengan senyuman palsunya karna dia tak pandai menutup kesedihanya, ia mengangguk lalu ia memejamkan kedua matanya dan air matanya mulai keluar  dari sudut matanya sedangkan adam ia langsung kenghapusnya "Jangan sedih, aku ada di pihak mu jadi jangan pedulikan apa katanya." Rahel perlahan membuka matanya dan ia menatap suaminya dengan mata yg berkaca kaca "Benat kah??" Adam mengangguk "Ya, aku ada di pihak mu jadi jika peria tua itu mau melukai mu maka aku yg akan turun tangan untuk menghajarnya." Rahel menggeleng "Jangan di hajar dia itu sudah tua kasihan." Abraham tersenyum "Sayang kamu masih memikirkan si pak tua itu, kalok aku jadi kamu, mungkin dia akan ku maki habis habisan.Dan untuk sekarang lupakan masalah ini Karna sebentar lagi kita akan mengadakan acara pernikahan kita." Rahel mengguk lalu tersenyum seketika kesedihannya menghilang ketika menatap suaminya  lalu ia menghapus sisa air matanya lalu memeluk suaminya sedangkan adam sedikit terkejur namun perlahan ia mulai nyaman lalu ia membalas pelukannya setelah itu ia membeli membelai rambut istrinya pelan dan selekali-kali ia mengecup puncak rambut istrinta , gumanya dalam hati 'Aku akan selalu di pihak mu meskipun harus taruhan dengan nyawa aku, maka aku akan selalu ada di sebelah mu.'

__ADS_1


Besoknya joko datang ke kediaman Dion dan Mariam yg tak tau masalah yg terjadi malah menyabut hangamt Joko dan menyediakannya minuaman dan makan namun ketika anak dan mentunnya turun dan ketika melihat joko mereka memutuskan untuk kembali ke kamar sedangkan marian ia tak hentinya memanggil suaminya namun peria itu malah beralasan jika ia mengantuk dan mau tidur sedangkan  mariam yg merasa ada yg aneh pada mereka mulai berguma dalam hati 'Ada apa pada mereka, kenapa mereka menghindara semua pada joko padahal peria ini tamu di rumah saat ini.' Jadi agar tak di pandang jelek oleh joko jadi ialah yg bersamanya dan berbicara padanya "Maaaf pak suami , anak saya dan menantu saya berperilaku tak baik pada anda ." Joko hannya diam karan dia tau apa penyebab tiga orang itu tak mau bertemu dengannya, tak lam terdengar dari luar seorang yg memangil Mariam "Nenek lihat potongan rambut baru Felix.." mariam menolah pada cucunya dan sebuah senyuman manis terukir pada bibirnya Astaga cucu nenek ganteng banget, tadi felix pergi potong rambut di antar sama pak rudi yah??" Felix menganguk lalu menghampiri neneknya sedangkan joko sontak menoleh pada Felix dan bertapa kerkejutnya melijat anak itu yg memiliki kesamaan dengan Anaknya setelah memoting rambutnya ia tak bisa berbiacara dan pandanganya tertuju pada Felix.


Sedangkan Felix langsung menghampiri neneknya lalu memeluknya sedangkan mariam mebalas pelukan cucunya itu "Cucu nenek sudah ganteng banget." Felix melepas pelukannya lalu melihat sekitar "Nek papa sama mama mana??" Mariam menjawabnya "Ada di kamar." Felix langsung berlari ke atas karna ia ingin memberi tau ayah dan ibunya mengenai potongan rambut barunya sedangkan Joko mulai terdiam dan berguma dalam hati 'Anak itu sangat persis dengan wiliam waktu kecil, apa mungkin..'joko mulai menggingat apa yg terjadi kemarin karna kemarin yg datang ada abraham dan winda serta Dion namun yg masih ia pertanyakan kenapa Rahel dan Adam harus datang hanya untuk membicarakan mengenai anaknya dan ketika ia ia menggertak mereka Rahel lah yg meangis dan mereka segera keluar dan ia mulai curiga jika sebenarnya anak yg di maksud dioan adakah windi karna setaunya

__ADS_1


Namun ia berpikir lagi bagai mana caranya ia mendapat rambut Rahel sedangkan sekarang jangan kan beretemu deanganya melihatnya saja belum dari tadi, mungkin ia masih takut dengan tidakanya yg kemarian , tak lama mariam di pangil ke kamar oleh Dion jadi wanita paruh baya itu pamit dan di pergi dengan kursi roda listriknya dan tak lama Felix turun dengan senyuaman mengembang namun ia tak menemukana neneknya "Nenek..." ia berjalan ke tempat terakhir neneknya berada "Nenek.." joko menjawabanya "Nenek mu sedang menemui kakak mu." Anak itu tersenyum "Benar kah kek.." pad saat ia akan pergi joko tiba tiba kepikiran  bagai mana jika anak itu saja yg mengambilnya karna hanya dia yg bisa ia harapkan, ia menghntikan langkah Felix "Tunggu dulu nak.." felix menghentikan langkahnya lalu menolah oada Joko "Iya ada apa kek??" Joko memintanya unyuk mendekatinya lalu anak itu mendekatinya dan Joko mulai berbisik ke telinganya dan setelah selesai anak itu terlihat tersenyum "Baiklah tapi kakek janji yah nanti bawa Felix sama Mama dan papa jalan jalan melihat akuarium ikan besar??" Joko mengangguk dan menjawabnya "Tapi jangan dulu kasih tau papa dan maman mau atau pun kakek dan nenek karana ini kejutan untuk papa dan mama mu." Felix tertawa kecil lalu ia mengangguk setelah itu ia berlari ke kamar dan tak butuh waktu lama dia sudah kembali membawa gumpalan rambut yg ia ambil dari sisir mamanya dan joko langsung mengambilnya "Terima kasih, nak nanti kakek datang lagi oke." Felix mengangguk lalu joko segera pergi sedangkan feliz melmbaikan tangannya ucapan perpisahan dan taka lama berselang mariam baru keluar dan melihat ruang tamu kosong "Loh pak Joko mana yah, apa sudah pulang karan aku tinggal lama."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2