Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 55


__ADS_3

"Kamu mau bertanya soal apa??" Addy mulai bertanya "Di mana ibu tiri mu berada sekarang??." Peria di hp tersebut dengan ketus menjawab "Jangan bertanya soal wanita itu dimana aku pun gak tau dan aku juga gak pedulu sehabis dia menjual tanah keluarga ku tanpa sepengetahuan ku dan mama ku ia, langsung keluar dari rumah dan membawa barang berharga milik Almarhum ayah ku, andi saja waktu itu aku melihatnya lari dari rumah mungkin aku akan mencegatnya lalu memukul wajah songongnya itu." Addy menolah pada Abraham "Dia lari dari rumah.." sedangkan peria yg di telfon mulai bertanya "untuk apa kamu mencari dia, jangan jangan kamu suka yah pada dia..." Addy menghela napas pelan lalu menjawabnya "Aku gak suka padanya aku hanya bertanya karna.." Addy tak berani melanjutkan perkatanya karna hawatir penyergapan mereka nanti ketahun dan ia hanya menjawabnya "Karna aku ada perlu denganya soalnnya dia ada hutang demgan ayah ku.." peria yg di telfon tadi langsung menjawabnya "Tapi aku dengar dengar dari warga kampung katanya ada yg melihat dia di kampung pak Addy taki saya masih belum tau pasti tempatnya di mana." Addy menjawabnya "Bikalah, makasih infonya nanti lain kali aku akan main main ke sana bersama istri dan anak ku." Dan pangilan itu pun berahir lalu Mereka memberitau hasil temuan mereka pada salah satu polisi dengan berbisik setelah itu para polisi tadi meminta bantuan berberapa polisi untuk membantu mereka menanggkap Fitri karna dia adalah buronan yg sudah sangat di cari polisi karna kasunya yg hampir merengutnyawa Adam dan membunuh Berberapa rekan sesama polisi mereka.

__ADS_1


Diri markas pusat akhinya di turunkan berberapa polisi untuk membanti mereka mencari Fitri di sekitar kampung sambil bertanya dengan berberapa warga, pertama Adan dan Addy yg sedang mengunakan mobil Adam bertemu dengan seorang peria paru baya yg sedang bermotor Adam menghentikan mobilnya lalu addy membuka kaca mobil, dan mulai bertanya "Permisi tuan, Apa anda pernah melihat seorang wanita gemuk yg bersama berapa peria bertubuh kekar??" Peria itu menjawabnya "Tidak pak, emang kenapa pak Addy??" Addy tak mau memberitau ia takutnya nantu ketahuan jika mereka tengah mencari fitri jadi Addy beralsan "Saya kebetulan ada perlu denganya saja. Tapi jika anda melihat orang seperti yg saya jelaskan tadi tolong beritau saya yah." Peria paruhbaya itu hanya mengangguk lalu pamit pergi dan mereka kembali melajutkan perjalanan  dan bertanya pada warga warga yg terlihat atau ibuk ibuk yg sedang duduk di depan rumah namun jawaban mereka tetap sama hinga mereka bertemu seorang peria paruh baya yg sepertinya baru pulang dari ladang "Berhenti sebenatar." Adam segera menghentikan mobilnya lalu Addy membuka kaca mobil "Pak Heraman dari mana pak??" Herman yg di sapa oleh Addy langsung mendekatkan motornya pada mobil Adam "Dari ladang pak addy." Herman melihat ke dalam mobil dan ia sedikit terkejut melihat Adam "Eh pak Rio udah balik, pak rio balinya tadi kapan??" Adam sedikit binggung ketika dia di pangil dengan nama 'Rio' yg sama sekali tidak ia kenal, sontak Adam bertanya pada Addy "Dia ngomong sama siapa??".

__ADS_1


Pak herman yg mendengar jawaban Adam juga terkejut "Anda pak Rio kan??" Addy yg merasakan situasi sedang tidak baik, dan Adam pun menjelakan "Nama saya itu..." tiba tiba perkatanya terhenti karna Addy menutup mulunya "Oh iya pak, Addy mau tanya apa bapak pernah melihat seorang wanita gemuk dan di sekitarnya ada berapa peri berbadan kekar."  Pak herman langsung menjawab Addy "Ada, barusan aja bapak lihat mereka kelihatan di depan ladang bapak, karna bapak takut mereka akan macam macam sama bapak makanya bapak langsung balik pulang." Addy yg mendengar hal itu terkejut begitu juga dengan Adam  "Makasih infonys pak herman." Pada saat pak herman akan memablas Addy mobil itu sudah pergi dan Pak herman yg melihat hal itu hanya bisa menghela napasnya pelan, sedangkan di mobil addy segera mengirim pesan pada kepolisian atas temuan mereka mendekatai tempat yg mereka tuju mereka mulai menjalankan mobil pelan dan dengan sengaja memarkir mobil jauh dari ladang tersebut dan mereka diam diam mengendap-endap lalu bersembunyi di semak semak terlihat dua orang pria yg baru keluar dari dalam pondok tak lama kemuduan dua orang lagi Addy berbicara dengan suara yg kecil "Meraka berapa banyak sih di dalam pondok??" Tak lama dua orang peria lagi keluar dan yg terakhir keluar adalah Fitri dan Adam yg sangat mengenali wajahnya itu "Dia fitri.." tak lama terdengar suara fitri yg berbicara pada salah satu anak buahnya "Ku harap kalian harus kencarinya segera..." tiba tiba seorang dari Penjaganya itu melihat mobil Adam ia berlari menghampiri yg lainya "Ada mobil ujung jalan." Dan salah satu rekanya hanya menanggapinya santai "Paling mobil orang di kampung yg kebetulan ladangnya di situ kalik." Peria itu berpikir lagi kemungkinan besar bisa jadi, Adam segera mengelurkan hpnya lalu ia mengambil gambar Fitri tak lama terlihat mobil polisi dan para anak buah fitri yg melihat hal itu lantas melapor lalu mereka segera menaiki mobil dan Addy yg melihat hal itu ingin sekali menghadang mereka namun adam menahanya dan masih saja mengambil gambar sampai dua mobil itu pergi lalu mereka keluar dari persembunyian sedangkan para polisi tadi langsung mengejar mereka "Apa yg kamu lakukan, padahal kita pasti bisa menghadang mereka tadi kenapa kamu menahan ku??." Adam menghela napas pelan "Jangan terlalu tergesah-gesah, apa kamu tak melihat mereka membawa senjata api dan pisau??" Addy menggeleng sedangkan Adam langsung menjelaskan "Aku melihat dua orang yg terakhir keluar tadi kebawa senjata api terlihat menonjol di samping pakian mereka dan empat yg sebelumnya kemungkin senjatanya ada di dalam pakian atau mereka hanya membawa pisu karna dulu aku aku pernah di tusuk olah salah satu orang itu." Addy yg hanya melihat wajah mereka sama sekali tak memperhatilan hal itu.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2