
Malam ini setelah pulang dari kantor desa Ayah Debora tidak ikut sarapan bersa Istri dan Fitri yg berpura sebagai (Imelda) yg juga sudah memotong rambutnya dengan potongan bop dan ia juga memotong poninya pendek yg membuatnya tak sama dengan gambar yg di sebar oleh kepolisian berapa waktu lalu. Pada saat Andre pulang dari kantor Meli sebagai istri yg baik langsung menyambutnya "Sayang udah pulang, mau sarapan dulu atau kamu mau mandi dulu." Andre tersenyum lalu langsung mencium kening istrinya "Aku mau mandi lalu langsung tidur saja, soalnya tadi sudah makan di kantor sore tadi." Maria mengerti lalu ia mengantar suaminya ke kamar, setelah itu ia ke dapur untuk sarapan di meja makan Fitri menunggu mereka, ia terkejut karna Meli tak tak bersama suaminya "Eh Mas andre gak ikut sarapn juga??" Meli begitu kesal ketika ia mendengar suaminya di panggim 'Mas' olehnya, karna menurutnya aneh saja masak ada seorang wanita yg kita tak tau asal usulnya dan tanpa malunya memangil suami orang 'Mas' padahal gak kenal dan bukan hanya itu yg membuat ia kesal, wanita itu juga selalu kenggoda suaminya diam diam dan yg melapor padanya adalah pembantu di rumah mereka namun untungnya suaminya itu sadar diri suadah menikah dan memiliki anak yg sudah menikah juga jadi ia menolak.
Kelakukanya tak berhenti di situ saja, setelah mendapat penolakan dari pak Andre kini ia mengoda peria yg lewat dan suami tetangga mereka yg baru menikah dan pernah sekali ia kepergok pergi ke sana malam-malam ketiak sang istri tetanganya pulang kerumah ibunya sebentar dan dia baru pulang dari sana siang hari itu pun dengan baju yg berbeda. Meli mengalihkan pandanganya tak mau melihatnya sama sekali "Dia mau langsung istirahat." Meli pun langsung duduk di kursinya "Saya harap selama satu minggu ini kamu harus segera keluar dari rumah saya, saya gak mau menjadi omongn tetanga karna kelakuan mu, buakanya kamu hanya di sini selama satu minggu dan sudah baik kami membiarkan kamu hindup di rumah kami selama sebulan sekarang kamu harus segera pergi, kamu mengerti." Fitri bukanya takut ia malah membalas perkataan Meli dengan kasarnya "Dasar wanita tua banyak oceh, apa kamu tau semakin kamu mengoceh semakin wajah mu terlihat jelek." Kini Meli sudah tak bisa menahan emosinya lalu memukul meja "Berani sekali kamu memaki ku."
__ADS_1
Fitri tak tahan di omeli setiap hari langsung bagikit dari duduknya lalu bejalan ke rak yg menimpan sedok, garpu, dan pisau lalu ia mengambil sebuah pisau sedangan Maria langsung bankit dari duduknya "Sekarang apa lagi apa kamu akan mengamcam mau bunuh diri jika aku mengusir mu." Fitri dengan kesal menoleh padanya lalu berajaln dan langsung menusuk wanita itu, Meli terkejut ketika Fitri mendekat dan langsung menusuknya hingga darah mengalir dari perutnya dan dengan kasarnya Fitri menarinya dan seorang pembantu yg berkerja di rumah Debaro langsung berteriak dan suara triakanya mengejutkan Andre yg sedang mandi, Ftri mendekat pelayan itu lalu menusuknya juga tapi kali ini ia menusuknya berkali kali hingga pembantu itu langsung kehilanga nyawanya. Fitri dengan tergesah gesah masuk ke dalam ia berpas-pasan dengan Andre namun peria itu tak sadar bahwa Fitri pembunuhnya karan ia membawa pisau serta tubuh wanita itu penuh berjak darah ia berlari ke dapur hanya mengunakan handuk.
Fitri mengambil kunci mobil yg ada di rumah itu lalu segera keluar ia tergesah gesah masuk ke dalam mobil dan seorang satpam yg melihat hal itu mengira itu tuanya yg akan pergi jadi ia membuka gerbang dan dengan mudanya Fitri menglurkan mobil itu lalu segera pergi, dan Andre baru tau setelah istrinya mengatakan bahwa Fitri lah penusuknya namun ia sudah terlambat karna gadis dengan membawa mobilnya, di perjalan ke luar desa ia berpas pas-pasan dengan dua orang yg tengah bersepda di tengah malam mereka terlihat mesra dan pengemudi sepeda itulah yg membuat Fitri tak percaya "Apa itu Adam..." seketika rasa benci di hatinya mulai tibul "Ternya kamu masih hidup ruapnya, karna mu karir ku yg sudah ku perjuangkan dari 0 harus hancur aku takan membiarkan kamu hidup bahagia ." Ia pun mencoba menabrak mereka dari belakang namun karna cahaya dari mobil yg Adam Reflek menghindari mobil itu, Fitri hampir menabrak pohon yg ada di pinghir jan untung saja dia langsung mengerem mobilnya jadi hanya merusah bagian depan mobil tapi masih bisa menyala.
__ADS_1
POV Rahel and Adam on
Di perjalan mereka begitu menikmati perjalanan "Rio lihat bintang-bintang ini semua, terlihat indah bukan." Abraham menoleh ke atas sambil tersenyum "Iya kamu benar." Terdengar suara sebuah mobil di belakang mereka dan jika di perhatikan dari cahaya yg keluar dari lampu mobil itu sangat terang lama-lama semakin terang pertanda mobil itu semakin mendekat, Adam dengan reflek menghindar dari mobil itu dan mobil itu menabrak pohon yg ada di depanya namun tam terlalu parah, Rahel dan Adam segera turun dari sepeda, di sisi lain Rahel dek-deka karna hampir di tabrak namun di sisi lain ia juga hawatir pada pengendara mobil tadi, Adam mendekat pada Raheal dan memastikan keadanya "kamu tak papa hel??" Rahel mengangguk "Tenag saja aku tak papa, seprtinya yg harus kita hawatirkan itu adalah orang yg mengendara mobil itu." Mereka menatap mobl tadi, Adam menoleh pada Rahel "Apakah aku harus memeriksanya??" Rahel mengangguk dan Adam pun perlahan mendekat pada mobil itu.
__ADS_1
POW Rahel and Adam off
Bersambung.....
__ADS_1