
Hari pernikahan adan dan Rahel pun tiba Joko tak datang ke pernikahan itu dan posisinya di ganti olah salah satu teman bisnis Dion , peria itu terlihat sibuk di kamarnya sambil membaca berberapa berkas karna ia saat ini juga sedang menunggu hasil Tes DNA yg sudah ia tunggu selama 3 hari dan baru hari ini akan di kirimkan, sedangkan di luar seorang pengantar surat membawa surat hasil tes DNS itu namun karna tak ada yg menjaga pos satpan jadi ia kesulitan untuk masuk, hingga sebuah mobil akan masuk dan langsung berhenti depan gerbang karna pintu tak terbuka lalu pemilik mobil turun dan menghampiri pengantar surat itu itu.
__ADS_1
"Permisi pak, ada apa??" Peria itu tersenyum "Ini mau kasih surat dari Rumah sakit untuk bapaknya."jeremi yg mendengar hal itu lantas terkejut guamnya dalam hati 'Apa bapak diam diam pergi memeriksa kesehatanya di rumah sakit, Tumben sekali ia tak mengajak ku untuk mengantarnya.' Jeremi tersenyum pada peria itu "Kasih pada saya aja pak, biar saya antar ke tempat bapak saya." Peria itu terkejut "Oh kadi anda anaknya, baiklah ini suratnya kalok gitu saya permisi dulu." Jeremi mengangguk lalu peria itu pun segera pergi dan setelah kepergianya baru satpam rumah itu datang "Eh Nak jeremi baru datang yah??" Jeremi menjawabnya "Ya, tapi bapak dari mana aja kenapa pos kosong??" Peria itu menjawab "biasa, sakit peru, jadi agak lama di kamar mandinya." Jeremi mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Kolok gitu cepat buka pintunya ini ada surat untuk bapak." Peria itu mengangguk lalu membuak pintu gerbang dan jeremi pun masuk ke dalam mobilnya dan ia segera memarkirkan mobilnya di parkiran mobil yang ada di rumah,baru setelah itu ia masuk ke dalam rumah yg kebetulan sedang ramai karna banyak pelayan yang sedang bersih bersih, jeremi menoleh pada seorang pelayan "Laura mana bik??" Pembantu itu menjawab "Itu nona laura ada di kamar nyonya." Jeremi mengangguk mengerti lalu ia segera pergi .
__ADS_1
Joko membuka surat itu lalu ia membaca hasilnya dan ia begitu syok ketika membaca hasilnya ruapanya 99,9% kecovokan antara Rahel dan Wiliam"Jadi selama ini Rahel adalah..." seketika dadanya terasa sesak ia pun mulai menangis, sedangkan di temapt lain jeremi yg akan masuk ke dalam kamar ibu laura karan kebetulan tidak tertutup tak sengaja mendengar percapakan laura dan ibunya "Mah, menurut mama bagusnya suaminya adam itu di tembak bagai mana???" Ibunya menjawabnya "Ih, kamu kok malah tanya gitu, mau dia mati seperti apa pun gak usah peduli seperti ayahnya dulu." Laura menjawab ibunya "Bukany papa dan mamanya itu mati kecelakaan yah bukan di tembak maa." Ibunya menjawabnya "Apa bedanya sih,orang yg melakukannya orang yang sama aja.kalok kamu tau waktu itu kalok aja bapaknya gak mati waktu itu mungkin bapak mu gak bakal dapat tempat duduk CEO karna waktu itu mereka berencana datang ke ruamah untuk menjelaskan apa yg terjadi sebenarnya pada mereka.", jeri terdiam mematung di luar karna ia tak meyangka dengan apa yg ia dengar barusan.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1