Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 03


__ADS_3

Rahael terpakasa mengikuti nabila ke dapur lalu nona mudanya itu memintanya untuk mengpel "Seakrang aku kamu mengepel ruang tamu sampai dapur tanpa harus mengunakan pel lantai, tapi mengukan kain lap pada lantia dan ku beri waktu saju jam menyelesaikanya atau jatah gaji mu bulam ini nanti di poting setengah."


Rahel yg mendengar hal itu terkejut "Jangan nona, nanti saya mau makan apa kalok di potong gaji saya." Wanita itu dengan sombonya berbicara "Salah sendiri karna telat datang."


Ia pun langsung meninggalkan Rahel sendiri. Rahael menghela napas pelan lalu mulai mengisikan air mengunakn baskom dan di campurnkan dengan cairan Pembersih lantai lalu ia mulai mengelap di dalam rumah.


*


*


*


*


Pagi ini Adam kesiangan karna semalam ia pulangnya malam, sebenarnya ia bisa tidur di hotel milik keluarganya itu namun ibunya yg tak mau jauh dari putra kesayanganya itu dan memintanya untuk pulng dan tidur di ruamah, ia terbangun dari tidurnya dan dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya pada saat ia keluar ia berjaln ke ruang ganti bajunya dan memilih pakain yg akan ia pakai ke luar hari ini.


Karna hari ini ia tidak ke kantor karna ia ingin memberi kejutan kepada sahabtanya Abel jadi dia memberi tau ayahnya bahwa hari ini ia tidak bekerja.


Ia turun dari lantai dua ruamah mereka di bawah terlihat ibu dan ayanya sedang bersanti di ruang tamu "Selamat pagi ma, pa." Sontak ibunya menoleh pada putranya "Baru bangun sayang." Adam mengganguk "Ma, Adam mau langsung ke rumah Abel" ibunya terkejut " Mau pergi sekarang.

__ADS_1


Kamu belum sarapan pagi,sana sarapan dulu." Adam malah menolak permintaan ibunya "Ngapain ma, Adam belum lapar dan kalok Adam lapar nanti makan sama Abel aja nanti." Ibunya menatap sinis putranya "Nyantap aja apa salah sih, entar kepohonan." Adam menatap kesal ibunya "Mama, gak usah percaya mitos begitu , gak mungkin Adam kenapa-napa di jalan orang Adam lagi dalam keadaan tidak mabuk kok ma."


Karna putranya kini tak mau mendengarnya akhirnya Ayahnya yg turun tangan "Cicip aja sedikit di dapur, apa salanya apa kata mama mu itu benar dan kamu jangan main-main mitos di percaya bukan karna tak ada bukti karna banyak yg sudah kejadian, itu sebabnya mama mu hawatir!!!".


Jika ayahnya yg sudah angkat suara Adam tak bisa apa-apa jika ia melawan maka permasalah ini takan selesai dan akan semain parah jadi ia dengan terpaksa ia menurut ia ke dapur pada saat ia membuka tudung saji tiba-tiba ia memikirkan hal yg bodoh 'Buat apa di cicip lagian aku juga gak akan kenapa napa.


Tinggal bohong aja ke mama sama papa kalok aku udah coba.' Adam menoleh ke belakang terlihat ibunya kembali sibuk demgan kesibukan masing masing ia pun diam-diam menutup tudung saji itu dan berjalan "Udah ma, pa, Adam pamit dulu" Adam pun langsung bersaliman dengan kedua orang tuanya, ayahnya pun berbicara "Hati hati nanti di jalan."


Tiba tiba ibunya merasa ingin mencum putra sematawayangnya itu "Kemarilah Adam." Adam pun mendekat pada ibunya ia mincum kening putranya lalu ia pun memeluknya sambil manangis "Akhinya putra mama sudah besar, jika satu saat nanti kamu menikah dengan Fitri sering seringlah mengunjungi mama dan papa mu ini."


Adam yg awalnya tidak pernah menangis di hadapan ibunya dan Ayanya tiba -iba matanya berkaca-kaca "Mama apa aan sih, Adam belum nikah juga mama udah nagis gini bagai mana nanti kalok Adam sudah menikah."


Ibunya melepas pelukanya lalu menghapus air matanya "Gak tau pa, mami jadi cengeng begini mungkin karna masih terharu karna semalam." Adam pun langsung berbalik tidak mau melihat mamanya agar ibunya tak melihat ia yg mangis dan yg melihat hanya papanya "Suadah sudah, pegilah titip salam dari mama papa untuknya." Adam menggangguk lalu langsung pergi.


Di perjalan ia lebih dulu mampir ke sebuah toko lalu membeli satu kue yg sudah ia pesan terlebih dahulu dan setelah mengambil ia kenbali mengandari dan berhenti di suah toko yg menjual jam ia masuk dan membeli jam pria merek mahal dan kemabali lagi menaiki mobilnya ia pun langsung ke ruah sahabtnya itu "Semoga Abel suka.."


Mobil itu berjalan cukup jauh karna rumah Adam yg letanya di pinggir kota jadi ia cukum lama menjalankan mobilnya hinga sampai ke aparten sahabtanya ia turun dari mobil sambil membawa hadian dan kotak kue yg ia bawa dan langsung berajalan ke pintu rumah sahabtnya, lalu ia mengetuknya namun tak ada yg membukanya ia pun mencoba memencet bel dan tak ada suara yg keluar.


"Asata aku lupa , Abel bilang jika bel rumahnya rusak berapa hari lalu." Ia awalnya ingin menelfon sahabtnya namun karna ini kejutan ia pun mencoba menarik ganggang pintu tersebut, ruapnya ia tidak di kunci pintunya dengan entenya Adam pun masuk.

__ADS_1


Ia melihat sekelilinya tak menemukan Abel sama sekali ia pun memutuskan untuk memberi kejutan untuk dia ke kamarnya , awalnya ia menaruh kue tadi di meja makan lalu ia pun memasang lilin dan langsung menyalakan dan pelan pelan ia berjalan lalu  menuju kamar Abel ternyata kamar itu tidak tertutup adam sangat bahagia.


Ia berencana mengejutkan sahabtnya itu namun ia mendengar sebuah suara yg membuat ia tiba -iba berhenti dan seperti tak bisa berkata-kata.


"Sayang bangun.." Abel yg tadinya masih tidur bangun dari titurnya ia terbangun tampa sehelai benag pun "Ada apa sayang ku Fitri.." Abel menarik Fitri ke pelukanya lalu mencium-cium seluruh wajahnya, sampai Fitri yg merasa geli.


"Ih abel, uadah geli tauk." Dan satu kata yg membuat Adam menjadi sakit hati adalah "Aku tak bisa membayangkan sakitnya Adam jika ia melihat kekasinya bersama ku, apa lagi semalam ia baru melamar mu."


Fitri langsung mencubit pipi Abel "Dia gak bakal sakit hati, lagian ini salah dia karna ketika aku mengajaknya bermain ia malah menolek jadi ini resikonya karna menolah tidur dengan ku." Abel tersenyum lalu mengecup bibir Fitri "Terus kenapa semalam kamu menerima lamarnya??" Fitri dengan entenya "Aku kasian pada dia saja, takutnya ia malu di depan para tamu undangan di sana."


Adam yg mendengar hal itu sangat marah kini kue yg ia bawa terjatuh dari tanganya dan sura jauh kue itu terdengar oleh Abel sontam mereka menoleh pada pintu kamar "Siapa itu??" Adam yg sudah tak bisa menahan emosinya masuk ke dalam kamar itu.


"Jadi ini yg selama ini kalian lakukan di belakang ku." Sontak mereka berdua terduduk dari ranjang , adam menunjuk Fitri "Ku kira kamu selama ini setia pada ku ternyata kamu diam diam berselingkuh di belakang ku dan kenapa selama aku tidak menyentuh mu itu semua karna peraturan di keluarga ku yg mengahruskan calon nyonya keluarga jons harus masih perawan, itu sebabnya aku tak mau menyentuh mu."


Adam pun kembali menunjuk Abel "Aku sudah menggangap mu sebagai sudara ku sendiri tapi ini kelakuan mu di belakang ku." Adam pun menghampri abel lalu ia dengan kasarnya meanariknya keluar dari selimut lalu menghajarnya sedangkan Fitri yg melihat kejadian itu menjadi panik dan dengan gegabahnya ia turun dari ranjan dalam keadaan tanpa busana mengambil guci kecil yg setinggi 26 CM dan lebar 12 CM lalu memukulnya pada kepala Adam hinga pecah.


Adam langsung terjatuh tak berdaya di bawah dan kepanya mengeluarkan darah , perlahan ia ta bisa mendengar apa-apa  dan matanya mulai buram dan langsung taksadarkan diri.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2