Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 59


__ADS_3

Tak lama terdengar sorang dari luar yg suaranya tidak asing bagi windi "Permisi bulek..."Debora masuk dam sedikit terkejut melihat Rahel dan Adam di sana dan bahkan mereka sedang bersampingangan "Ada apa iio pagi pagi udah mesra aja,bikin iri aja deh." Debora langsung duduk ke salah satu bangkub sedangkan Rahel yg sadar kehadiran debora langsung menoleh pada wanita itu "Eh apa kamu datang menjemput Reno." Debora mengangguk "Tadi papanya gak bisa jemput karna hari ini dia ada keperkuan ke kota sebenatar dan karna bik Anisa telat datang ke rumah jadi ia sibuk membersiahkan rumah dan belum sempat memasak jadi aku memutuskan menjemput Reno sekalian mau makan nasik ayam." Debora kembali berbiacra "Bu, nasik ayamnya 3 bungkus yah." Guru cantik itu mengangguk "Tunggu sebenatar yah saya taruh barang saya dulu." Guru cantik itu pun kembali masuk sedangkan Windi kembali berbiacra pada Debora sambil menggodanya "Jangan jangan kamu lagi beisi yah Kak." Debora yg mendengar hal itu malu "Lah enggak lah, masak udah berisi lagian aku gak ngerasa ada tanda tandanya tuh."Adam sama sekali tak mengerti apa yg dia wanita itu bicarakan lalu kembali melanjutkan makanya "Coba aja hitung kapan terakhir datang bulan atau coba beli tes kehamilan di puskesmas sana."


Debora semakin malu "Yaelah kamu ini berhentilah mengoda ku, aku mana mungkin berisi lagian aku gak mual atau sebagainya." Rahel malah menyindir "Coba aja dulu, kan gak salah emang kamu gak penasaran gitu." Debora terdiam memang ia juga sangat penasaran "iya iya nanti aku coba beli."Rehel tersenyum mendengar hal itu tak lama guru  cantik tadi datang lagi lalu membukuskan makanan untuk Debora sedangkan Rahel segera membayar karna ia tak mau berlama lama di sana karna ia mau segera pergi "Sayang udah makanya??"Abraham segera menghabiskan makanannya "Iya udah." Lalu mereka pun segera keluar sedangkan Debora yg melihat hal itu kembali bertanya "Mau kenama kalian??"Rahel tersenyum "Mu keliling kampung sebentar karna besok harus pulang ke kota lagi."Debora yg mendengar hal itu sedikit kecewa "Kok cepat amat sih, coba kalian semingu atau dua minggu kek di sini."Windi menjawab "Maunya sih gitu tapi kakek dan nenaknya Felix gam mau lama jauh dari cucunya makanya datangnya cuman 3 hari apa lagi kerjan suami masih nunpuk di kantor karna sempat satu bulan gak masuk kerja karna sakit." Debora menghela pelan "Yaudahlah mau di paksa pun aku gak ada hak apa apa, tapi kalian bakal balik lagi kan ke kampung??"Rahel mengangguk lau mereka pamit lalu menjemut putarnya yg sedang berbelanja bersama temannya lalu mereka mulai berjalan jalan.

__ADS_1


Di perjalanan kali ini mereka bertemu lagi herman yg tengah duduk di depam rumah dan langsung menyapa Rahel "Mau ke mana??"Rahel tersenyum "Mau jalan jalan ajak suami keliling kampung sebentar pak."Pak herman membals senyuman Rahel "Nak Rio apa nanti akan balik ke kota lagi??"Abraham masih belum nyaman di sebut Rio jadi ia hanya menjawab dengan senyuman di tambah anggukan "Wah, semangat yah kerjanya mumpung masih muda kalok udah tua kaya saya ini rasanya pengen dirumah aja, saking malasnya karna sering sakit pingganga."Rahel menajawab "Alah, namanya juga faktor U pak Herman."peria paruh baya itu teratwa "Hahaha, astaga kamu ini ada ada aja, oh iya kan suami mu sudah balik apakah kalian gak berencana untuk punya momongan lagi, kan kasain Felix sendiri aja."Rahel menjawab "Yaelah pak herman telalu kecepetan, rahel mau tunggu Felix besar baru punnya, lagi Rahel gak mau terlalu dekat jadi biarkan ada jarak agak  jauh misalnya 6 atau 7 tahun." Pak herman kembali berbicara "Oh iya pak rio lama di kota dan tidak belaik selama 5 tahun itu ke mana, soalnya banyak omongan orang yg bilang kalok pak rio udah ningalin nak rahel, tapi bapak gak percaya hal itu karna bapak tau kalok kamu sayang betul istri mu."Adam menghela napas pelan dan Rahel ingin sekali memberitau pak Herman untuk berhenti memanggilnya Rio karna ia takut suaminya itu tak nyamn dan belum sempat ia berbicara peria itu sudah berbicara "Pak herman nama asli saya bukan Roy tapi Adam Jons, dan saya kurang nyaman di pangil Rio karna menurut saya nama itu lebih menunjuk ke arah peria lain dan bukan saya." Pak herman sedikit terdiam karan perkatan Adam sedangkan Rahel hanya bisa menepuk jidatnya pelan karna suaminya itu pakai to the poin lagi ngomongnya.


Adam kembali melanjutkan kata katanya "Dan saya selama 5 tahun ini bekerja untuk anak  dan istri saya." Adam membuka dompetnya lalu memberikan sebuah kartu nama lalu memberikanya pada pak Herman "Jika bapak punya keperulan penting dengan saya silakan telfon nomor ini saja. Ayo sayang kita pergi.." Adam mengangkat putranya lalu berjalan pergi sedangkan Rahel merasa tak enak dengan pak herman "Pak maaf suami saya memang suka asal ngomong aja." Setelah meminta maaf Rahel pun menyusul suaminya sedangkan pak herman memperhatikan kartu nama tersebut dan ketika ia melihat nama perusahan tersebut "Apa Presiden Direktur Askara Grup Adam Jons." Sontak ia terkejut orang mana sih yg gak tau keluarga Jons yg terkenal itu.

__ADS_1


Dan mereka merasa kesal lalu menghampiri mereka yg baru selesai membeli "Hey rahel,Saya dengar suami sudah balik apa aan ini kelakuan mu, kamu bermain di belakang bersama peria lain." Para ibuk ibuk itu beraharap ketika mendengar perkataan mereka Adam mungkin akan marah dan langsung meningalkan rahel namun ia malah menatap tajam para ibuk ibuk tadi "Mereka ngmong apa aan sih hel??" Rahel menghela napas pelan  "Gak tau mungkin mereka sedang pada sakit." Mereka yg mendengar perkataan Rahel tadi mulai marah "Dasar kamu wanita tak tau malu, berani sekali kamu memiliki hubunan gelap dengan peria layin, pantas saja selama lima  tahuan ini selalu aja gagal panen rupanya karna kamu." Rahel mengela napas pelan "Orang yg ada samping saya ini suami saya, siapa bilang saya serang berselingkuh hah.." parak ibuk ibum tadi terkejut dengan perkataan Rahel.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2