
Setelah berbelanja mereka memutuskan untuk pergi makan ke suah tempat makan yg ada di mal dan menjual seafood dan mereka tak sengaja bertemu dengan salah satu sahabat mariam "Eh sel kebetulan sekali." Selly tersenyum "Iya kamu benar, kebetulan sekali kita bertemu di snia."Selly menoleh pada Rahel "Apa dia menantu mu mar??" Mariam mengangguk "Iya, perkenalkan dia menantu ku. Ayo perkenalkan diri mu nak." Rahel tersenyum lalu mengulurkan tanganya dan selly menerimanya dengan baik "Nama saya Rahel purba sari tante." Selly menjawabnya "Salam kenal, nama saya Sellyana pangil saja mama Selly atau mami." Rahel tersenyum "Iya tante, oh maaf maksudnya mama selly." Tak lama terdengar seorang peria dari belakang "Mama ini di cari-cari rupanya masih disini, ayo masuk itu tempatnya sudah ada." Peria itu terdiam ketika melihat Rahel begitu juga dengan rahel karna ia tak menyangka jika mereka akan bertemu di sini, dan Selly pun memperkenalkan Anak bungsunya itu "Rahel perkenalkan ini anak mami yg paling bontot, ia selama ini melanjutkan kuliah di luar negeri dan kebetulan dia sudah selesai dan tinggal tunggu tanggal wisudanya lagi, dan perkenalkan namnnya Leonardo pangil saja dia leo." mariam yg melihat leo lantas tersenyum "Sekarang kamu sudah besar yah, terakhir mami mariam melihat mu ketika kamu berusia 19 tahun."leo tersenyum lalu ia pun bersalaman pada mariam namun tidak dengan rahel karna mereka berdua masih sama sama canggung namun Selly yg melihat hal itu lantas menegur putranya "Kok cuman sama mami mariam, kenalan dulu dong sama menantunya mama mariam."
__ADS_1
Leo yg mendengar hal itu terkejut, ia lantas menoleh pada Rahel berharap mendapat jawaban dari gadis itu namun Rahel hanya diam lalu ia mengulurkan tangannya dan mereka pun berjabat tangan "Rahel purba sari, istri dari Adam jons."leo berusaha tersenyum padahal hatinya sangat sakit "Leonardo.." setelah bersalaman mereka pergi ke sebuah ruangan untuk makan bersama dan mereka memesan berapa makanan, mariam serta orang kepercayaannya dan Selly duduk berseblahan karna kebetulan hannya ada tiga kursi yg saling berhadapan di dalam ruangan tersebut dan di depan mereka ada Rahel beserta putranya Felix dan di samping anaknya Leo, Anehnya Felix dan Leo mudah sekali akrap padahal anak itu sangat pemalu jika bertemu orang baru walau dulu memang mereka pernah bertemu namun saat itu felix masih berusia satu tahun lebih dan tidak mungkin ia memiliki ingatan mengenai Leo, Tanpa mereka sadari Leo terus curi-curi pandang pada Rahel sedangkan wanita itu sama sekali tak mempedulikannya dan leo dulu pernah mengagumi sosok seorang rahel dan sebenarnya ketika kembali pulang ia berniat untuk memberi tau orang tuanya mengenai gadis yg ia temui 3 tahuan lalu dan membuatnya jatuh hati hanya saja selalu saja tidak mendapat waktu yg tepat untuk mengatakanya dan ia ingin segera mengatakanya karna ia ingin cepat memiliki Rahel sebelum Addy namun ia bukanya kalah karna Addy tapi karna Adam, ia tak percaya jika wanita yg di cintai rupanya istri seorang peria yg sudah ia anggap kakak itu. Rupanya selama ini orang yg ia suka selama ini adalah istri dari Adam. Dan kenapa ia tak melamarnya dulu??, karna dulu ia masih belum cukup dewasa dan sangat sulit untuknya mengatakan kepada kedua orang tuannya jika ia berniat menikahi seorang janda anak satu, ia takut jika oarang tuannya akan menentang pernikahnya jadi ia memutuskan untuk diam selama ini, hingga ia kuliah ke luar negri untuk melanjutkan S2nya, ia banyak belajar di sana dan ia juga membulatkan tekatnya untuk kali ini ia akan memberi tau orang tuanya mengenai Rahel dan ia akan menerima apa pun resikonya yg penting ia bisa menikah dengan Rahel namun ia harus mengurungkan niatnya karna gadis itu akan menikah dengan Adam.
__ADS_1
Setelah makan mereka kembali pulang dan berpisah di parkiran, selama aperjalanan Rahel hanya menatap kosong jalan kembali ke rumah dan tanpa di sadari Mariam begitu juga dengan Felix karna dua orang itu sibuk berbicara, sesampai di rumah rupanya Adam sudah pulang dan ketika Rahel masuk ke dalam kamar Adam langsung memeluk istrinya itu "Astaga sayang aku sangat merindukan mu." Rahel berusaha tersenyum namun Adam sangat tau jika itu adalah senyuman paksaan "Sayang kok gak gitu sih senyumnya?" Wajah Rahel kembali berubah tanpa Expresi lalu ia membalas pelukan suaminya "Sayang, bagai mana perasaan mu ketika bertemu kembali dengan seorang yg pernah kamu kagumi dulu dan bahkan banyak orang yg mendukung mu bisa bersamanya dan dia juga sangat dekat dengan orang terdekat mu, dan kamu jugs sempat jatuhati pandanya." Adam yg mendengar hal itu perlahan melepas pelukanya lalu menatap istrinya "Sipa sebenarnya yg kamu bicarakan??." Rahel terlihat menunduk "Itu aku, maaf aku baru memberitau mu, seharusnya aku memberitaumu sejak awal tapi aku kira kami takan bertemu lagi jadi aku tak pelu memberitau mu dan hari ini tadi kami bertemu lagi."adam yg mendengar hal itu merasa sakit pada dadanya dan tanpa aba aba langsung melahap bibir istrinya dengan ganas dan kali ini Rahel tak mau melawanya karna ia tau saat ini suaminya sedang kesal, abraham dengan kasar melepas pakianya setelah itu ia melepas pakian yg di kenakan istrinya namun ia tak mau berbicara apa pun lalu ia menbawa istrinya ke kasur lalu menindihnya "Katakan di mana saja dia menyentuh mu." Rahel tak berani menjawabnya karna ia tau peria itu sedang marah, abraham nenarik tangan istrinaya "Tidak, pasti ia menyentuh tangan mu terlebih dahulu." Lalu Adam pun mencium dari ujung tangan Rahel, dan tidak hanya itu ia bahkan mulai berpkiran buruk dan ia mengira jika peria itu sudah menyentuh paha, leher istrinya begitu juga dengan perut istrinya dan malam itu terjadilah malam panjang penuh dengan kekasaran.
__ADS_1
Bersambung.....
__ADS_1