Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 48


__ADS_3

Berapa minggu kemudian akhinya Abraham sudah bisa pulang begitu pula dengan mariam namun setelah pertengkaran malam itu tak ada pembicaraan sama sekali antara Mariam, Dion dan Adam yg terdengar hanya suara Rahel dan Felix mereka memutuskan pulang namun berpisah mobil mariam naik mobil lain begitu juga dengan Dion dan Adam satu mobil dengan Rahel dan Felix, rasa penasran timbul di hati Rahel ia bertanya tanya kenapa mereka bertengkar." Rahel menoleh pada suaminya "Sayang apa sebenarnya yg terjadi pada kalin kenapa selam satu bulan ini kalian diam saja??" Adam sedikit tersenyum pada istrinya lalu menjawab "Kamu harus membiasakan diri dengan kondisi ini karna hal ini bisa terjadi ketika kami bertengkar dan ini masih sebentar kami pernah bertengkar seperti ini pada saat aku masih SMA selama 3 bulan kami tak bicara atupun menyapa." Rahel yg mendengarnya saja tak bisa membayangkan bertapa membosakan pada saat itu .


Rahel mendekat pada suaminya "Apa tak ada yg bisa di lakukan??" Adam menggeleng "Kamu hanya perlu terbisa saja entar juga balikan." Tak lama mobil itu kembali hening sesampinya di rumah Rahel dan Felix begitu terkejut dengan rumah yg besar dan luas itu, Felix yg penasran bertanya pada ayahnya "Apa ini rumah papa??" Adam mengangguk "Ayo sekarang kita turun." Mereka pun segera turun sedangkan Mariam di dorong dengan menggunakan kursi rodanya oleh salah satu pelayan masuk ke dalam rumah karna dia sudah tak bisa berjalan lagi akibat penyakit stroke yg ia derita, Felix begitu kagum dengan rumah itu "Wah rumahnya besar papa." Adam tersenyum "Apa kamu mau melihat kamar mu??" Felix mengangguk lalu adam pun segera mengantarnya pergi sedangkan Dion pamit pada rahel "Nak kamu istirahat saja di kamar suami mu yg ada di depan tangga pada saat naik ke lantai dua, papa mau pergi istirahat dulu." Rahel mengangguk lalu Dion pun segera pergi taklama terdengar suara mariam yg marah marah di dapur "Kenapa rumah seperti tidak terawat padahal kalian banyak di rumah, kalian ini suami saya gaji tapi kenapa barang barang di rumah tak di bersihkan dengan baik ." Para pelayan tadi menunduk tak bisa berkata apa-apa memang sejak Adan dan Dion tak kembali di rumah para pelayan mulai malas-malasan dan hanya ketika mendengar kabar tuanya akan datang baru mereka sibuk bersih bersih, namun karan hari ini mereka datang mendadak jadi tak sempat di bersihkan.

__ADS_1


Rahel menghampiri ibu mertuanya ke dapur "Ada apa yg terjadi ??" Mariam menjawabnya "Ini para pelayan ini di gaji tapi tak melakukan pekerjaanya dengan benar." Rahel menghela napas lalu menatap para pelayan itu "Satu bulan berapa kalian di gaji.." para pelayan itu saling menghadap satu sama lain lalu salah satu menjawab "Tiga juta lebih." Rahel kembali menjawab merereka "Jika hari ini kalian di berhentikan dari  pekerjaan ini masih banyak orang di luar sana mau bekerja di sini dengan gaji sebanyak itu, kalian tak bersyukur bisa di gaji begitu banyak dengan tuan dan nona yg baik hati, jika saja kalian bekerja pada orang jahat, mungkin jika kalain tak melakukan pekerjaan dengan baik akan di tampar." Para pelayan itu terlihat merasa bersalah, Rahel menoleh pada ibu mertuanya "Mama, sebaiknya mama istirahat saja biar urusan membersihkan rumah nanti Rehel yg urus. Mama juga baru keluar dari rumah sakit lebih baik mama banyak istirahat saja.(Rahel menolah kepada para pelayan tadi dan menatap mereka dengan sinis) untuk kalian saya harap kalain kembali ke pekerjaan kalian masing masing karna saya akan datang memeriksa hasil kerjaan kalin."Para pelayan tadi pun kembali bekerja, Rahel mengambil alih kursi roda ibu mertuanya lalu mengantarnya ke kamar yg Dion masuki tadi.


Ragel awalnya mengetuk pintu sebentar dan Dion menjawabnya "Masuk..." Rahel membuk pintu sambil mendorong mariam masuk ke dalam kamar "Permisa pa..."Dion sempat terkejut melihat mereka yg tiba-tiba dekat, rahel pun mengangantar Mariam ke kamar tidur lalu ia menbantunya menaiki ranjang "Ma, pa, Rahel pamit dulu." Rahel pun segera pergi sedangkan Dion menoleh pada istrinya dan untuk pertama kalinya dalam satu bulan ini Dion berbicara pada Mariam "Sekarang bagai mana??" Mariam tersenyum "Tidak buruk juga, setidaknya ada yg bisa menggantikan ku memarhi para pelayan itu, sekarang usia ku sudah tidak muda lagi lebih baik mengurangi hobi marah-marah ini." Dion tersenyum nenatap istrinya "Sebaiknya kita istirahat saja dan serahkan saja tugas-tugas ini pada mereka yg  masih muda."

__ADS_1


"Mama ini ulat hijau yg waktu itu maa." Rahel menoleh pada apa yg di tunjuk putranya itu "Coba kamu baca apa artinya itu??." Felix mulai mengeja tiap hurup yg ada "U..L..A..T." rahel bertanya "Artinya ??" Felix menjawab "Ulat mama." Rahel tersenyum mendengarnya "Trus yg sebelanya coba baca lagi." Felix pun mulai mengeja "D..A..U..N." kali ini adam menjawab "Artinya??" Felix tersenyum pada papanya "Daun, jadi nama ulatnya adalah Ulat Daun." Adam pun bertepuk tangan "Wah anak papa pintar membaca , siapa yg mengajarkan mu??" Falix tersenyum lalu menjawab "Mama yg ajarin Felix, kata mam Felix harus banyak belajar biar pitar agar nanti Felix bisa sekolah."terlihat keluarga kecil itu begitu bahagia pada saat berbincang.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2