Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 86


__ADS_3

Untungnya polisi segera datang setelah mendapat telfon dari jermi begitu juga dengan Ambulan, karna Felix sempat meminta seorangĀ  untuk menlfonkan ambulan namum ketika dion, mariam dan Rahel di bawa ke rumah sakit Ayah Adam Dion berhasil melewati masa kertisnya setelah di oprasi, begitu juga dengan maraim dan itu semua terjadi karan peluru itu tak mengenai organ fitalnya sedangkan Rahel jusru wanita itu bernasip malam ia rupanya mengalami banyak luka tembak dan di tambah setelah oprasi ia masih dalam kondisi keritis karna ada salah satu oragnya mengalami tembakan yaitu bagian ginjalnya namun hal itu seharusnya tak terlalu berdampak buruk baginya namun itulah manusa sesehat-sehatnya di luar belum tentu sehat di dalamnya juga karna rupanya salah satu ginjal Rahel rusak dan ia selama ini hanya hidup dengan satu ginjal.

__ADS_1


adam begitu frustasi mendengar hal itu, andai saja ginjalnya cocok ia mungkin akan mendonorkan miliknya namun ketika di periksa rupanya tak cocok dan jika di cari orang yang memiliki ginjal yang cocok itu membutuhkan waktu yang lama sedangkan dokter membutuhkan sekarng karna kondisi Rahel sekarang hanya bisa berharap pada donor ginjal dan dari rumah sakit itu memberi tau ke rumah sakit lainya untuk mencai jika ada orang yang bersedia mendonorkan ginlnya namun hasilnya tak da hinga malam hari pun tiba Adam sudah begitu frus tasi sedangkan dokter hanya bisa berserah jika memang wanita itu di takdirkan untuk hidup maka akan ada keajayiban namun jika memang dia di takdirkan untuk mati maka mereka hanya bis pasrah.

__ADS_1


Hingga terdengar sorang peria muda datang untuk mendonorkan ginjalnya tidak bukan dan tidak lain adalah Jeremi dan ia datang bersama joko, sedangkan adam yang mendengar hal itu begitu senang namun kehadiran joko yang membuatnya tiba tiba berubah benci, jadi ketika jaremi di bawa untuk di periksa adam mengahampiri joko "Tuan, untuk apa anda datang ke mari." Joko menjawabnya "Aku hanya ingin bertemu dengan cucu ku." Adam tersenyum miring "Sebaiknya anda jangan temu istri saya, bukankah anda tak pernah suka dengan kehadiran Istri saya."

__ADS_1


Walau ia hanya bisa meliht Rahel dari jauh namun ia dapt meliht jelas wajah cucunya yang pucat, ingin sekali dia nengahmpirinya dan langsung memeluknya dan dia juga sudah tau siap dalang dari semua ini, rupanya adalah orang yang ia sayangi sendiri memang belum ada bukti tapi joko sudah tau hal itu pasti akan terjadi karna semua ini juga meyangkut harta warisam, guma joko dalam hati 'Jika memang benar jika putri ku lah dalang dari tiadanya Wiliam karna kecelakan dan penembakan Cucuku Rahel maka aku tak masalah jika ia harus di penjara.' Joko merasa gagal dalam mendidik anak anaknya namun seperti peribahasa Nasik sudah menjadi bubur jadi tak ada yag bisa di lakukan lagi dan ia berharap istrinya yang ada di sana bisa memaafkanya karna kelalayannya.

__ADS_1


Berdambung....

__ADS_1


__ADS_2