Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 76


__ADS_3

Besoknya selama di meja makan Adam dan ayahnya hannya diam saja tak ada yg berbicara dan hanya terdengar suara Rahel, Felix dan Mariam. Hal ini terjadi setelah acara semalam Dion memanggil Adam untuk menemuinya di taman entah apa yg di bicarakan tapi ketika suaminya kembali ia terlihat seperti baru mengelurkan emosinya mungkin saja ia dan ayahnya bertengkar atau apa Rahel tak tau yg jelas suaminya bersikap sedikit aneh menurutnya begitu juga dengan pagi ini, mariam terlihat senang "Hel apa kamu tau tanggal berapa ini??" Rahel menjawab mama mertuanya "Tanggal 27 Maret ma, emang kenapa??" Mariam terlihat bahagia "Mama tadi membicarakan soal rencana penikahn kalian pada teman teman mama sekalian cari saran tanggal yg bagus dan salah satu teman mama yg pintar dalam mencari tanggal pernikahan yg hoki untuk kalian katanya bagusnya tanggal 3 April." Rahel yg mendengar hal itu terkejut saat di hitung mengunakan jarinya itu satu minggu lagi sedangkan yg sudah mereka siapkan itu hanya gun "Tapi maa kita belup siapkan yg lainnya, apa gak bisa di undur ??" Mariam tersenyum "Tenang sayang semuanya sudah mami siapkan, acaranya akan di adakan di hotel kita dan untuk makanannya itu semua koki hotel yg mengurus serta untuk dekorasai teman mama ada yg buka jasa dekorasai serta undangan untuk wedding, dan untuk yang mendandan mu mama akan memangil seorang meke up artis terkenal untuk mendandan mu." Rahel terkejut mamanya rupanya sudah menyiapkan semua  tanpa sepengetahuanya.


"Jadi mama sendiri yg menyiapkan ini semua??" Mariam menggeleng "Tentu saja, jadi untuk minggu ini kamu gak usah kerja lagi, satu lagi nanti besok kalian akan foto prewedding jadi istirahatlah yg cukup jangan banyak beban pikiran dan pergilah ke spa atau salon untuk perawatan ."rahel mengangguk ia tak mungkin menolak keinginan ibu mertuanya tak lama Dion selesai makan dan langsung bangkit di ikuti adam dan mariam yg melihat hal itu menatap suami dan anaknya bingung "Kalian mau ke mana??" Adam menjawab "Aku dan papa mau pergi keluar sebentar." Adam berpamitan pada ibu dan istrinya begutu juga anaknya setelah itu ia pun pergi bersama Dion sedangkan mariam ia tak terlalu penasaran kemana dua orang itu akan pergi sedangkan Rahel terlihat hawatir dan berguma dalam hati 'Semoga tidak terjadi sesuatu yg buruk.', selama perjalaman Adam hanya diam dan tak mau membuka pembicaraan sama sekali dengan ayahnya dan ia menatap jalan dan teringat kejadian semalam yg dimana ayahnya memintanya untuk bertemu di taman rumah.

__ADS_1


Di taman rumah Dion menatap tajam anaknya "Apa yg terjadi di atas tadi kenap Leo keluar dengan pakian yg berantakan apa kalian habis bertengkar??" Adam menjawab ayahnya "Ya karna dia berani menyelinap masuk kamar anak ku dan melirik istri ku yg sedang tidur."Dion kembali bertanya "Apa Leo pernah mengenal istri mu sebelumnya sehingga membuat mu cemburu dan gelap mata menghajarnya." Adam tersenyum kecut "Ya mereka pernah bertemu 3 tahaun yg lalu ketika putra ku masih berusia 1tahun lebih saat itu ia datang sebagai mahasiswa yg melakukan KKN di desa mereka dan mereka saat itu punya program untuk membuat Aliran air ke sawah warga dan di situlah ia bertemu rahel." Dion menatap tajam putranya "Ayah tau kamu marah Adam tapi jangan main hakim sendiri dong??" Adam menjawab "Tapi Aku pada saat itu tak bisa menahan emosi ku pa." Dion menghela napasnya pelan "Sudahlah, besok kita bicarakan masalah ini pada ayah leo, papa tak mau ada permasalahan dengan keluarga pak yudi, dan kamu juga harus minta maaf." Adam menatap bingung ayahnya "Apa salah ku kenapa aku harus minta maaf??" Dion menjawabnya "Karna kamu main hakim sendiri." Adam dengan kesal menjawab ayahnya "Dia itu memang pantas mendapatkannya jadi tak peru meminta maaf padanya."Dion menatap sinis putranya "Jangan banyak omong dan minta maaf saja, kamu jangan merasa benara dengan tindakan mu yg main hakim sendiri."adam semakin kesal "Jadi adam yg salah di sini gitu!!" Dion bangkit dari duduknya "Diamlah dan jangan membantah perkataan papa!!." Dion pun segera pergi.


Itulah yg terjadi semalam dan tak lama mereka sampai di rumah pak Yudi dan mereka langsung di sambut hangat oleh keluarga itu namun kali ini Dion sengaja hanya meminta leo dan pak yudi saja karna ada hal penting yg ingin mereka bicarakan, lalu pak yudi mempersilahan mereka duduk "Apa maksud dari kedatangan pak Dion dan nak Adam kemari??"Dion tersenyum dan menjawab "Saya datang hannya untuk menyelesaikan masalah anak muda ini saja, aku tak mau ada masalah yg akan menghancurkan pertemanan keluarga kita."Yudi yg mendengar hal itu langsung paham "Apa mereka bertengkar??" Dion mengangguk "Anak muda jam sekarang memeng seperti ini." Sedangkan Adam dan leo mereka sama sekali tak peduli apa yg dua peria ini bicarakan yg jelas mereka sama sama tak yaman duduk berhadapan.

__ADS_1


Leo menjawab ayahnya "Sebenarnya Leo hanya mau bermain deangan putranya kakak adam gak ada yg lebih kok, cuman kakak adamnyanya aja yg salah sangka ngira aku mau istrinya." Adam tersenyum kecut "Wah sekarang kamu pintar berekting setelah istri ku minta tolong dengan baik untuk keluar malah berteriak 'kalok kamu takan pergi untuk kedua kalianya'." Pada akhinya mereka berdua saling menatap tajam satu sama lain sedangkan Dion ia hannya diam karna belum waktunya ia berbicara saat ini, Yudi menatap anaknya "Dari apa yg kalian katakan yg salah itu kamu Leo sudah tau kalok itu kamar orang kanapa kamu berani masuk sebarangan itu tidak sopan, papa gak tau apa yg membuat kamu tertarik pada istrinya adam atau kapan kalian mengenal papa gak tau tapi yg jelas jangan penah mengusik rumah tangga orang jika kamu tak mau juga suatu saat nanti akan berbalik pada mu, ingat apa yg kamu perbuat itu lah yg akan kamu tanggung juga, jadi papa harap jangan lagi melakukan hal ini yg hannya akan merusak pertemanan antara keluarga kita dengan keluarga jons, kamu mengerti." Leo menunduk karna merasa bersalah sedangkan adam ia terlihat puas.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2