Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 07


__ADS_3

Setelah makan Rahel pun mulai melap basah di dalam rumah dan setelah selesai ia beralih ke dapur selesai ia kembali merapikan barang dapur dan mencuci piring serta mencuci baju dan ia baru selesai jam 10 malam, ia kembali ke kamar dan rupanya Adam sudah tidur ia membuka ambal miliknya jauh dari Adam lalu ia tidur di sana.


Paginya seperti biasa Rahel terbangun di pagi hari untuk membuat pekerjaan ruamahnya ,namun berbeda dengan hari ini ia meresa kaki dan pinggangnya sepertia ada membebaninya, ia perlahan membuka matanya dan bertapa terkejutnya apa yg ia lihat.


Di depanya wajahnya terlihat wajah Adam walau lampu sudah mati tapi cahaya bulan yg masuk melewati selah-selah kecil rumah Rahel yg membuat wanita itu dapat melihatnya ia menahan suaranya dan berguama dalam hati ' Kenapa dia bisa ada di sini, bukanya tempat ku sudah sangat jauh dari tempatnya.' Rahel pun perlahan melurusakn tubuhna lalu menjauhkan tangan kekar pria itu dari pingganganya setelah selesai perlahan ia memindah kan kaki peria tadi, ia berbicara dengan suara kecil "Akhinya sudah lepas."


Pada saat dia akan bangkit berdiri tangan kekar itu kembali menariknya ke bawah dan membuatnya ia terhepas ke bawah yg membuat ia merasan sakit pada bokongnya yg terhepas ke lantai lalu adam pun menarik Rahel ke dalam pelukanya yg membuat ia sangat sulit untuk bergerak.


Dengan suara yg kecil"Bagai mana ini, aku tak bisa bergerak." Dan Rahel hanya bisa pasrah sambil menunggu adam terbangun dan kamar itu mulai hening karna tubuh mereka yg menempel membuat Rahel dapat mendengar suara jantung Adam dan hal itu membuat ia mengantuk lagi dan kembali tidur. Ia terbangun karna wajahnya terkena cahaya matahari yg masuk dari celah atas jendela dan pada saat sudah membuka mata tubuhnya masih di peluk dan bakhan kali ini seperti bibir adam mengenai pipinya sontak ia berteriak "Aaaaaaa."


Sontak Adam terbangun dari tidurnya lalu melepas peluknya, Rahel bangkit dari baringanya "Apa yg kamu lakukan dasar manusia cabul." Adam menjadi kebingungan


"Siapa yg cabul, dimana dia biar aku hajar." Rahel dengan kesal berteriak "Kamu manusia cabulnya...."ia segera berlari ke laur dari kamar dan segera ke dapaur, sedangan Adam masih memikirkan Apa kesalahanya sebenarnya.

__ADS_1


Di luar Rahel segera ke dapur dan pada saat ia lihat jam untung masih jam 6 pagi dan ia mulai memasak sayur dan setekah selesai ia menarunhnya ke dalam lemari lalu ia membuat nasik lagi, sambilan menunggu ia menyapu rumahnya dan menjemur baju di teras rumah, namun ia masih dalam kodisi memikirkan apa yg sebenarnya terjadi semalam dan apa yg harus ia lakukan pada adam yg bahkan tak menggingat keluarga atau namnya sendiri.


Adam keluar kamar lalu menghampiri Rahel di teras rumah "Maaf soal semalam, aku baru menggingatnya dan aku waktu itu tidak sengaja melakukanya " Rahel menoleh kebelakang "Jelaskan pada ku apa yg sebenarnya terjadi??" Adam pun bercerita apa yg terjadi semlam.


Semalam ia tiba-tiba terbangun entah jam berapa namun pada saat itu lampu masih menyala dan ia sangat haus, ia berencana ke dapur untuk mengambil minum dan pada saat dia akn berdiri tiba-tiba lampu mati, ia mulai ketakutan "Ada apa ini kenapa lampunya mati."


Ia melihat sekeliling kamar yg gelap hingga berhenti di sebuah sudut terlihat sangat gelap , pikiran Adam sudah tak karuan dan tak peduli lagi larangan dari Rahel ia langsung mengahmpirinya lalu baring di sampingnya, namun tak semudah itu bisa tidur ia kembali terbangun karna mendengar suara semak-semak di luar "Sepertinya aku tak akan bisa tertidur malam ini."


Tiba-tiba Rahel menyampingkan tubuhnya dan wajah mereka saling berhadapan namun melihat wajah Rahel membuat rasa takutnya mereda, setelag rasa takutnya menghilang perlahan ia menguap karna mengantuk dan setelah cukup lama menguap akhirnya dia tertidur.


Tiba-tiba Rahel menyerahkanya sebuah ember yg berisi ikan asing "Kamu naik ke atas genteng lalu jemur ini, di depan ada tangga kamu naik saja.


" Sebenarnya Adam ingin memberitau Rahel kalu dia tak bisa melakukanya namun wanita itu sudah pergi ke dapur lagi , dengan terpaksa ia pergi ke luar sedangkan windi kembali memeriksa nasik di dapur sambil mencuci baju milik Adam yg belum sempat di cuci semalam

__ADS_1


"Dasar pria aneh, dan ini baru pertama kalinya aku melihat peria yg penakut seperti dia, semoga aja nanti jodohku gak kayak dia." Tiba tiba terdengar suara teriakan dari luar, sontak Rahel beralari ke luar dengan tergesah gesah.


Hal yg pertama kali ia lihat adalah, tangga kayu yg biasa ia gunakan untuk naik ke atas genteng terjatuh ke bawah sedangakan di atas Adam masih belum turun "Astaga, kok bisa sih??" Adam yg kesal berbicara "Gak tau , sekarang cepat anagkat lagi tangganya aku takut ketinggian." Rahel tertawa .


"Malas ah, mending kamu lompat aja orang gak terlalu tinggi." Adam melihat ke bawah , ruapnya tidak terlalu tinggi ia pun menguatkan hatinya agar biasa melompat namun pada saat ia berdiri kepalnya tiba-tiba pusing dan ia mulai tak bisa menyeimbangkan tubuhnya, Rahel yg melihat hal itu menjadi panik.


"Eh..eh..,apa yg terjadi pada mu." Tiba-tiba Adam jatuh dan Rahel dengan bodohnya malah akan bersiap menagkapnya dan Adam pun terjatuh menimpanya untunya pada saat mereka terjatuh di lantai Adam langus merangkul tubuh Rahel ke pelukanya dengan mengunakan tangan kanannya dan membuat posisi jatuh mereka menyamping senigga yg menimpa lantai adalah lengan kirinya Adam.


Rahel yg tadinya menutup mata sadar bawa ia tak merasakan sakit apa pun langsung membuka matanya, rupanya dia berada di pelukan Adam sontak ia mendorong tubuh Abraham lalu ia terlepas dari pelukanya namun Adam merintih kesakitan karna dadanya di dorang keras "Maaf kan aku." Rahel bangun dari posisi baringnya lalu membatu Adam untuk duduk "Apa mu yg sakit biar aku obati."


Adam memegang dadanya "Dada ku yg sakit." Rahel yg mendengar hal itu menjadi merasa bersalah "Maaf, aku tak sengaja." Rahel tanpa sadar memegang dada Adam dan mengelusnya pelan, dan Adam yg di perlakukan seperti itu membuat hatinya berdebar kencang, sedangkan Rahel masih terus mengelus dadanya.


"Maafkan aku, apa kita perlu memeriksa ke mentri." Rahel pun menatap wajah Adam dan terlihat wajanya yg memerah, Rahel terkejut dan bertanya "Apa wajah mu sakit juga." Ia melepas tanganya dari dada Adam dan berusaha menggapai wajah Adam namun peria itu langsung mengalihkan pandanganya ke samping.

__ADS_1


"Wajah ku tidak papa, mungkin ia merah karna terkena panas mata hari pada saat dia atas genteng." Padahak pada saat ia menjemur ikan tadi ia tak kena sinar mata hari sama sekali karna tertutup pohon karet yg sudah tinggi.


Bersambung....


__ADS_2