
Dari kamar adam mereka ke kamar sebelah untuk mengunjungi Mariam yg masih terbaring koma dan sesampinya mereka di sana taka ada Dion yg hanya ada Suster yg biasa memeriksa mariam "Sus, Ayah saya mana??" Suster itu menjawab "Tuan Dion ke luar sebentar." Adam mengangguk mengerti lalu Mereka mendekat dan Adam duduk di kursi sebelah ibunya sedangkan Felix di gendong oleh Rahel "Anak mam yg paling ganteng itu nenek mu." Felix menatap ibunya "Apa nenek sednag tidur??"Rahel tersenyum menatap putranya "Bisa di bilang begitu, apakah kamu mau memberi salam ke nenek mu dulu." Felix mengguk lalu ia turuan dari gendongan Rahel dan duduk di pangkuan ayahnya "Nenek ayo bangun ini sudah pagi,kata mama gak boleh tidur di saing hari itu tandanya orang malas."
Adam tersenyum mendengarnya "Nenek kan sudah tua mana bisa nenek bekerja lagi makanya nenek tidur." Felix menoleh pada ayahnya "Kapan nenek akan bangun papa??" Adam berusaha tersenyum di depan putranya walau hatinya sedih ketika mendengar pertanyaan itu "Enatah lah, papa juga gak tau pasti tapi yg jelas Felix harus rajin dokan Nenek biar cepat bangunya kasian kakek sendirian." Felix baru sadar kakeknya sedirian "Kakek pasti sedih."Felix berablik lalu meraih tangan neneknya "Nenek cepat bangun yah kasian kakek sedirian." Dan untuk pertama kalinya mereka melihat Mariam menangis namun dalam kondisinya koma dan mulai ada pergerakan pada tanganya "Papa , nenek mau bangun." Anak kecil itu mengisyartkan untuk diam lalu berbicaa kecil-kecil "Nenek mau bangun karna kita suruh dia bangun, nenek masih mau tidur."
__ADS_1
Tiba tiba tangan Felix yg masih memegang tangan Neneknya di pegang dan membuat Rahel serta adam terkejut kalau ibu adam mulai bergerak "Sayang tolong panggil doketr sekarang." Rahel segera keluar dari ruangan "Maa, mama apa mama mendengar ku." Terlihat mulut ibunya yg bergerak namun takal ada suara yg keluar dan matanya masih tertutup "Papa nenek sedang gak mau di ganggu nanti nenek nangis."Adam meantap putranya "Nenek bangus bukan karna papa ganggu nak." Felix yg tak mengerti bertanya "Trus nenek kenapa nangis??"Adam memeluk putranya "Itu karna nenek senang mendengar suara mu." Tak lama terlihat mata mariam yg perlahan terbuka sontak Adam bangkit "Apa mama dengar Adam..." Mariam menangis ketika melihat putranya dan Adam langsung menghapus air matanya "Mama tak perlu sedih lagi Adam sudah kembali mama, lihat apa yg Adam bawa." Adam memperlihatkan Felix yg ia gendong dan Mariam yg melihat itu semakin terharu.
Tak lama seorang dokter datang bersama Rahel dan langsung memeriksa Mariam "Bagai mana dok??" Dokter tersenyum kepada mereka "Kondisi Ibu anda sudah setabil tapi karna sudah sekian lama tidak sadarkan diri jadi ia sedikit lemah." Adam mendengarnya begitu bahagia ia memeluk Rahel sedangkan menurut Mariam Rahel terlihat Asing baginya dan kenapa wanita itu berpelukan dengan putranya padalah putranya sudah bertungangan bahkam mariam Mengira jika Felix adalah anak Adam dan Fitri. Dokter tadi pun pamit dan pandangan Mariam masih tertuju pada Rahel,gadis itu yg sadar sontak memberi tau Adam "Sayang mama mu melihat ku." Adam baru ingat lalu ia segera memperkenalkan Rahel "Oh mam pasti asing dengan wajah ini, perjenalkan namanya Rahel dan dia adalah istri Adam." Ibunya terlihat binggung "Mama gak usah di pikirkan dulu sekarang mam istirahat saja."Felix mendekat pada ibunya "Mama Felux mau cing..." Rahel pun mengantar putranya ke kamar mandi.
__ADS_1
Adam membelai pipi istrinya "Apa yg kamu hawatirkan sayang??" Rahel menatap Adam "Mukinkah ibu mu akan merestui kita seperti ayah mu." Adam menengerti apa yg di hawatirkan istrinya itu "Kamu tak perku hawatir mama pasti sangat merestuai kita." Rahel terlibat tidak yakin "Tapi dari ia menatap ku tadi sepertinya ia tak suka pada ku, jika memang hubungan kita gak bisa aku tak papa jika harus pergi." Adam yg mendengar hal itu sedikit kesal "Apa kamu ingin lari dari ku dan menikahi pria lain." Rahel menghela napas pelan "Karna kita tak mungkin melanjutkan hubungan ini tanpa Restu kedua orang tau mu." Adam yg mendengar hal itu langsung mendekatai Rahel hingga gadis itu menabrak Dinding "Aku takan membiarkan itu terjadi jadi jangan berpikir untuk kabur dari ku lagi." Adam pun men*ium bi*ir Rahel dan gadis itu sedikit terkejut lalu berusaha mengimbangi ciu*an Adam, peria itu perlahan menjadi ganas dan meremas bo*ong Rahel yg kebetulan mengungakan Rok jadi dengan mudahnya tanganya masuk Rahel berapa kali untuk memintanya berhenti tapi peria itu semakin mengganas.
Ia mengkat tubuh Rahel ke udara lalu melepas satu persatu kancing baju istrinya dan Rahel segera melepas ciuman tadi "Adam Nanti dulu,kita sedang ada di rumah sakit." Rahel memasangkan kembali dua kancing bajunya yg sempat terbuka "Tapi aku mengginginkan mu sekarang."Rahel menatap Suaminya "Kita harus pergi nanti Felix mencarai kita." Rahel segera pergi sedangkan Adam terlihat tak nyaman karna baru di tengah jalan padahal ia sudah bersemangat untuk bisa kemakan istinya, sedangkan Rahel selama perjalanan tak bisa menahan malunya karna hampir saja kebabalsan, ia takut apa bila ada orang yg kebetulan lewan tangga darurat dan mendengar suara mereka "Astaga dasar peria mesum, hampir aja aku aku melakukanya." Sesampai di kamar Ibu adam Rahel pun segera masuk.
__ADS_1
Bersambung......