
Sesampainya di rumah Rahel langsung ke dapur dan kebetulan ia membeli berberapa kue di pasar tadi jadi ia menuang kue tadi ke atas piring setelah itu di antarkan pada anak dan suaminya yg sedang belajar "Ini mama ada beli kue, sayang apa kamu mau ku buat kopi?" Adam mengangguk "Boleh." Rahel kembali menoleh pada putranya "Kalok Adek mau apa??" Felix menatap ibunya "Felix mau teh mama."Rahel mengangguk lalu pergi sedangkan Adam sedikit terkejut karna anaknya malah mencari teh padahal seharusnya anak seusia dia itu meminum susu bukan teh jadi ia langsung bertanya pada anaknya itu "Nak apa kamu gak mau meminum susu??"Felix mengeleng lalu menjawab ayahnya itu "Felix gak mau minum susu takunya nanti uang mama habis, felix cuman mau pergi jalan ke kebut binatang jadi harus belajar irit biar bisa pergi kayak Reno."Anak itu pun kembali fokus pada bukunya sedangkan Adam terdiam mendengar perkataan putranya tadi karna ia tak menyangka ternyata kehidupan mereka selama 5 tahun ini ternyata penuh dengan kesulitan, anak yg susia Felix sharusnya bisa merasakan bahagia bermain dengan anak semuranya malah harus hidup dengan kesusahan, dan bahkan hanya untuk meminum susu yg mungkin di mata Adam hannya murah bahkan tak dapat mereka beli.
__ADS_1
Adam kembari bertanya "Siapa yg bilang pada mu seperti itu??"Felix menjawab ayahnya "Felix sendiri, karna Felix kasian lihat mama yg selalu bangun pagi buat kerja untuk Felix, mama juga kadang membeli ayam tapi mama gak mau memakanya sama sekali dan selalu menyisahkan ya untuk Felik."Anak itu menghapus air matanya sambil menulis dia harus meraskana beratnya hidup di usianya yg masih sangat kecil tapi jika Adam lihat anaknya selalu di perlakukan sama seperti anak yg lain padahal untuk makan saja mereka sudah termasuk kesusahan dan bahkan anaknya itu tak bisa bersekolahnya seperti anak seusianya.
__ADS_1
Adam langsung menarik anaknya itu ke dalam pelukanya "Suadah jangan menangis, karna sekarang sudah ada papa jadi apa pun yg felix mau akan papa belikan."dari dapur rahel dapat mendengar pembicaran dua orang tersebut dan ia terlihat merasa bersalah karna sudah berani membesarkan anaknya sendiri padahal dia sudah tau dia itu orang susah, dan anaknya harus tumbuh tanpa sosok seorang ayah dan bahkan anaknya juga di paksa oleh keadan untuk menjadi dewasa kanya seharusnya dia bisa saja mengantarnya pada ayahnya pada saat ia lahir dulu namun karna ia sudah terlanjur sayang jadi ia tetap mempertahankannya namun ia tak sadar jika anaknya selama 5 tahun ini harus merasakan sakit seperti yg ia rasakan namun ia harus tetap kuat di depan anaknya itu setelah membuat minuman ia memutuskan untuk tidak melanjutkan masakanya dan mencuci wajahnya setelah itu ia menghampiri mereka yg masih berpelukan Rahel berusaha tersenyum "Eh kok pagi pagi gini udah pelukan sama papanya ada apa ini??"Rahel menaruh napannya di lantai dan ketika anak itu mendengar suara ibunya sontak ia melepas pelukan ayahnya lalu menaghadap ibunya "Mama.."Felix jembali memeluk ibunya sedangkan Rahel terus membelai rambut putranya pelan "Astaga anak mama ini kenapa cengeng hari ini yah.."Rahel berusaha tersenyum agar menutupi perasanya yg sedih juga.
__ADS_1
Setelah sarapan tadi mereka berangkat ke desa dengan berjalan kaki karna jika mengunakan sepeda mungkin mereka tidak cukup apa lagi dan jika mereka mau mengunakan mobil sayangnya kaca mobil itu retak yg di kahawtirlan akan pecah sewaktu waktu jadi mereka memutuskan untuk berjalan kaki, dan untung saja cuaca hari itu sedang berawan jadi merek tidak terlau kemapanasan dan sebelum mereka sampai ke tujuan Rahel terlebih dahulu mampir di rumah Bik Anisa untuk menitipkan sayurnya ke dalam kulkas agar tidak membusuk karna di ada juga membeli ikan, setelah dari sana mereka menuju ke temapt yg di maksud Rahel rupanya itu hanya sebuh warteg kecil yg di mana dekat dengan sokolah jadi mereka ke sana dan membeli berberapa makanan dan Rahel terlebih dahulu menyuapi anaknya "Ayo sekali lagi."Felix mengangguk lalu pada saat ia membuka mulutnya tiba tiba terdengar sura lonceng yg pertanda anak TK di situ sudah selesai pelajaran sontak Felix segera menghabiskan makananya lalu segera turun "Eh..eh.. minum dulu baru pergi."Felix yg tadinya mau pergi kini kembali berbalik lalu meminum minuman yg di sodorkan oleh Rahel setelah selesai ia berbicara "Felix pergi dulu yah maa."Pada saat felix akan pergi Adam kembali menahanya "Tunggu, sini sebentar." Abraham melihat banyak anak tk yg berbelanja di warung yg ada di depan wereka jadi Adam bernisatif untuk memberikan uang untuk anaknya "ini buat kamu jajan sama teman."Rahel terkejut dengan uang yg di berikan Adam untuk anaknya walau hanya satu lembar tapi itu 100 ribu jadi Rahel mengambil nya lalu menukarnay dengan uang sepuluh ribu "Ini aja udah banyak.."Anak itu menerimanya dengan senyuman lalu ia peri sedangkan Rahel langsung meletakan kembali uang suaminya di atas meja "Lain kali jangan kasih jajan anak segini, dia masih terlalu kecil nanti malah gedeknya boros lagi."Adam menatap istrinya "Iya maaf maaf nanti lain kali ku kasih 50 rubu aja dah." Rahel masih saja kesal "Itu mah sama aja..."Tiba tiba terdengar seorang dari luar sambil mengucapkan salam lalu masuk dan pada saa Rahel menoleh ruapanya guru Tk yg kebetulan pemilik warteg ini "Eh Mama felix."Rahel hanya tersenyum padanya lalu mata wanita cantik itu tertuju pada Adam "Itu di samping mama felix siapa??"Rahel masih tersenyum lalu menjawab "Oh, ini su.."Belum selesai ia berbicara wanita itu sudah mengulurkan tanganya pada Adam "Santi.."Dan Adam sedikit terkejut namun ia tak mau menerima uluran tangan wanita tersebut "Saya Adam suaminya Rahel."Seketika wanita cantik itu langsung menarik tanganya "Oh iya kah kalok gitu saya minta maaf saya kira anda adeknya."Rahel berusaha tersenyum namun hatinya itu diam diam membicarakan Guru cantik dan muda itu 'Dasar cewek gak bener, ngelihat cowok ganteng dikit aja gak bisa, tanganya malah kegatelan pengan pegang.'Rahel semakin mendempetkan tubuhnya pada Adam dan Adam yg sadar berusaha menahan tawanya sepertinya ada yg cemburu.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1