
Para ibuk ibuk tadi kembali berbisik "Kayanya cowoknya di pelet makanya mau sama dia." Rahel sangat kesal karna orang orang itu berbisik padahal suara mereka sangat jelas terdengar "Saya mendengar apa yg kalian bicarakan." Adam sadar istrinya sedang sangat marah lalu memutuskan untuk turun tangan "Sayang gak usah peduli mereka kita pulang saja." Adam segera menarik Rahel pergi meninggalkan ibuk ibuk tadi selama perjalanan mereka kembali mapir ke rumah bik Anisa lalu rahel pun mengambil sayurnya yg ia titip tadi lalu mereka pun segera pulang karna cuca mulai mendung dan benar saja sesampi di rumah hujan mulai turun lalu Adam pun segera menurunkan Anaknya "Anak papa yg paling ganteng mending tidur siang aja di dalam kamar."Felix mengangguk lalu segera pergi ke kamar sedangkan Rahel pergi memasak ke dapur tak lama Felix kembali keluar dari kamar "Papa Ayo temanin Felix tidur."Adam yg mendengar hal itu langsung menghampiri putarnya dan masuk bersamanya ke dalam kamar lalu mereka berbaring di kasur "Sekarang Tidur sudah.."Felix mengungguk lalu ia berusaha menutup matanya namun ia sama sekali tidak bisa tidur dan Adam sadar itu lalu ia kembali bertannya "Papa, apa papa tidak tidur juga."akhirnya anak itu kembali membuka mata dan Adan tersenyum padanya.
__ADS_1
"Apa felix mau papa tidur juga??"Felix mengangguk, Adam pun menjawab anaknya itu "Kamu saja lebih dulu tidur karna papa masih harus bicara dengan mama mu sebentar." Adam pun memeluk erat putranya "Tidurlah nanti habis papa bicara sama mama nanti papa balik lagi sama Felix, oke."Felix mengangguk lalu ia menutup matanya dan karna cuaca saat itu hujan jadi tak butuh waktu lama Felix sudah tidur Adam pun perlahan melepas pelukanya lalu ia membaringkan putranya dengan baik setelah itu ia mengecup kening anaknya itu "Selamat tidur nak." Adam keluar dari kamar lalu ke dapur dan menemui Rahel yg sedang memasak "Sepertinya kita perlu bicara sebentar sayang.." Rahel yg tadinya sibuk memotong ikan kini menoleh pada suaminya "Bicara soal apa??" Adam menjawab "Soal yg tadi barusan..."Rahel terdiam ia tau Adam pasti marah juga sama sepertinya waktu itu tapi hal itu adalah hal biasa "Oh , itu mah hal biasa jadi tak usah di permasalahkan lagi."adam berbicara "Oh jadi hal ini terjadi bukan hanya sekali, apa kah orang yg membicarakn mu adalah orang yg sama??"Rahel berusaha tersenyum "Begitulah, tapi sudahlah nanti mereka kena batunya juga, jadi gak usah di permasalahkan lagi."walu Rahel mengatakan hal itu tetap masih mearsa kesal.
__ADS_1
Rahel kembali untuk memasak sedangkan Adam kembali masuk ke dalam kamar untuk berbaring di samping anaknya ia masih belum bisa tenang lalu ia berfikir untuk bertanya pada ibunya jadi ia pun memutuskan untuk menelfon ibunya untung telfonya langsung di jawab "Halo, ada apa nak, apa kalian sudah akan kembali hari ini??"Adam menjawan ibunya "Adam belum ngomong mama udah nyelonong ngomong , coba dengar bentar dulu maa." Ibunya pun menjawan "Iya, apa yg ingin kamu katakan pada mama??" Adam mulai bercerita masalah tadi pagi tentang ibuk ibuk tadi dan pembicaraan mereka barusan yg sama sekali bukanya membuatnya lupa tapi malah membuatnya semakin kepikiran dan ingin sekali marah pada mereka, sedangkan jawab ibunya padanya "Sudahlah gak usah di bahas lagi, kenapa istrimu tak mau mempermasalahkannya mungkin ia tak mau masalah ini akan makin panjang. Apa lagi yg lawannya emak emak, walau salah tetap merasa benar jadi mending gak usah di pikirkan lagi, lagipula kalian cuman 3 hari di sana besok udah balik ."Adam menajwab "Ya.."ibunya kembali bertanya "Oh iya cucu ku di mana aku kau mendengar suaranya sebentar." Adam menoleh ke samping "Dia sudah tidur." Ibunya pun kembali menajawab "Yasudah kalok gitu, titipakan salam mama pada istri dan cucu mama.oke" telfon itu pun berakhir.
__ADS_1
Dan dua orang itu terpaksa pergi mandi mereka berjalan keluar dari rumah sambil membawa gayung sabun dan Rahel sedikit tersenyum melihat kepergian mereka "Tak ku sangka Ruapanya sifat Felix yg gak suka mandi kalok airnya dingin ternyata di dapat dari papa." Lalu Rahel pun memutuskan untuk masuk ke dalam lagi lalu mempersiapkan barang barang mereka,karna mereka akan kembali besok namun tak lama kepergian mereka dua orang itu sudah balik dan masuk ke dalam kamar dengan mengunakan handuk yg mentupi bagin bawah mereka berdua sedangkan Rahel yg melihat mereka sedikit terkejut "Loh kok udah balik, padahal baru aja kalin pergi."Mereka berdua saling menatap satu sama lain sambil tersenyum dan Rahel mulai mencurigai mereka "Apa kalian tidak sabun yah mandinya??" Namun jawaban Rahel malah di bantah oleh Felix "Mama ini sembarang aja, orang Felix sama papa sabun kok."Rahel sedikit terkejut karna tidak biasanya anaknya berbicara seperti itu padanya lalu ia mulai menatap sinis anaknya itu "Siapa yg mengajari mu ngomong gitu?"Sontak felix ketakutan dan bersembunyi di belakang Ayahnya dan Adam pun berusaha menengakan Rahel "Udah lah hel, jangan gituin anak entar dia nangis lo."Rahel meantap sinis Adam "Siapa suruh kamu ngajarin dia bohong, mana ada sejarahnya orang mandi sebenatar kayak kalian ini. Kalok gini malam nanti kalian tidur berdua aja mama uadah gak mau tidur sama kalian." Felix yg mendengar hal itu langsung berlarai lalu memeluk lalgi mamanya "Mama jangan marah Felix mama, Feilx ngaku felix sah mama jangan marah Felix...hik." Anak itu mulai menangis lalu Rahel membelai rambut Putranya pelan "Mama bakal maafin felix, kecuali Felix kasaih tau mama apa papa mu yg mengajarai mu berbohong"Anak itu mengguk dalam tangisnya sedangkan Adam menagalihkan pandanganya karna ia takut menoleh pada istrinya dan Rahel tersenyum mendapat jawaban tersebut "Oke, malam ini Felix tidur sama mama di kamar, dan untuk papa mu, karna dia sudah mengajari anaknya berbohong jadi ia harus di hukum malam ini papa mu akan tudur senduri di luar."Adam yg mendengar hal itu terkejut lantas menoleh pada istrinya namun Rahel tak mempedulikanya ia memutuskan untuk kencarikan pakian untuk Anaknya.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1