Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 23


__ADS_3

Setelah berapa hari pembersihan Kamar Adam baru ayahnya ingat bahwa surat terakhir dari putrnya belum ia bawa ke kamarnya dan masih tertingal di meja kerja putranya namun pada saat ia cari di meja putranya surat itu tak ada, bahkan ia sudah menyuruh para pelayan untuk memeriksa barang barang Adam yg taruh ke dalam kotak dan hasilnya tak ada bahkan berkas yg di bawa ke kantor waktu itu juga di periksa dan hasilnya tak ada.


Di malam harinya Peria paruh baya itu yg saat tengah duduk di atas kasur Putranya tak tau dimana ia terakhir memegang suart tersebut dan ia baru teringat akan Fitri "Oh iya, coba aku tanya pada anak itu..." ia pun menelfon Fitri. Di rumah Abel setelah ibunya pergi Fiti langsung kerumah Abel karna gadis itu memusakan dirinya untuk bermin bersama Abel karna sudah lama tak bertemu ia mendengar suara hpnya berdering dan langsung menjawabnya tampa melihat siapa dulu yg menelfon "Halo..." tiba-tiba Abel mencium pipinya "Ih Sayang jangan...." Dion yg mendengar bawa gadis itu menyebut kata 'Sayang' berpikur bawa gadis itu sudah memiliki kekasih "Fitri ini papa nak, apa kamu sedang bersama kekasih mu, maaf kalok papa menggangu mu." Seketika mulut Fitri terdiam lalu memeriksa nama di pangilan, dan berbicara dengan suara yg kecil "Apa Papa..." Fitri kembali mendekatkan ponselnya ke telinganya lalu memberi kode pada Abel untuk diam, peria itu pun menurut "Ini bukan pacar Fitri pa, ini cuman teman yg bisa kalok mangil Fitri Sayang padahal cuman teman, papa ada perlu apa yah??" Dion menjawanya "Oh iya waktu kamu bersih bersih kamar Adam apa kamu menemukan surat di atas meja." Fitri langsung berbohong dan menjawab "Gak ada kok pa, emang kenapa paa??" Dion yg mendengar hal itu menjadi kembali sedih "Kalok gitu lain kali saja kita bahas lagi, selamat malam nak.. " Fitri membalas "Malam Paa." Pangilan mereka pun berakhir.

__ADS_1


Abel yg penasaran bertanya pada Fitri "Sayang, tadi dia tanya apa ke kamu??" Rahel dengan santai menjawab "Ia tanya soal surat yg aku buang waktu itu."Fitri pun mencium kening Abel, peria itu kembali bertanya padanya "Trus kenapa kamu malah mengatakan aku teman dan tidak mau jujur padanya bawa aku pacar mu." Fitri manatap kekasihnya itu "Kalok pak tua itu dia gak akan mempermasalah kan hubungan kita tapi kalok netizen yg tau aku punya pacar dari pak tua itu bisa-bisa aku akan di hujat karna masalah ini." Abel yg mengerti situasi yg terjadi pada kekasihnya dan tak terlalu mempermasalahkan hal ini.


Setela menelfon Fitri tiba-tiba pintu kamar tempat Dion berada tiba-tiba di ketuk dari luar "Sialhakan masuk..." seorang pelayan wanita masuk "Ada apa, apa kamu sudah menemukanya??" Gadis itu tampak ragu-ragu untuk bicara tapi berapa hari terus bermimpi buruk tentang seorang tukang kebun yg di temukan mati bunuh diri itu datang ke mimpinya dan menyebut nama Fitri dan Abel namun ia tak mengerti maksunya hinga ia teringat dengan kejadian Rahel yg bukanya mengemasi barang Adam ia malah hanya membuang sampah lalu menyerahkan tugas merapikan kamar itu kepadanya dan ia curiga saat wanita itu sengaja atau tidak sengaja tapi ia belum tau pasti, "Tuan sebenarnya saya hanya ingin memberi tau mungkin surat yg bapak cari, tak sengaja bapak buang ke tempat sampah mungkin."  Peria paruh baya itu menghela napas pelan "Saya memang sudah tua sehinga sering lupa, tapi ingatan saya mengenai tempat menaruh suarat itu masih bagus, jelas-jelas waktu ia saya taruh ke atas meja dan tidak di pindahkan sama sekali."

__ADS_1


Wanita itu menjawabnya dengan bahas yg kasar "Jika bapak mau memecat saya gak papa kok pak, setidaknya saya gak bermimpi buruk lagi, dan untuk dua bulan gaji saya iklaskan saja, apa mungkain perusahaan bapak sebentar lagi akan bangkrut sehinga pelayan dibrumahnya tak di gaji." Diom yg mendengar bawa pelayan itu belum di gaji selama dua bulan "Apa maksud mu, kamu belum di gaji selama dua bulan ini, bukanya semua uang gaji pelayan di bagikan oleh kepala pelayan kalian bukan." Wanita itu juga terkejut rupanya tuanya tak tau jadi ia menjawab "Saya kira perusaan bapak sudah mau bangkrut." Peria itu menjawab "Sejak kapan, memang awalnya perusaan saya ada sedikit masalah tapi sekarang sudh berjalan dengan baik, dan untuk masakah gaji kalian biar saya yg urus lusa kalian berkumpul ke taman rumah saja, seakrang kamu pergi tidur saja sana aku sedang tak ingin berdebat dengan mu." Wanita itu mengangguk mengerti lalu segera meninggalkan kamar tersebut.


"Apa yg terjadi di rumah ini selama aku di rumah sakit,Sepertinya aku harus menyelidikinya." Ia menoleh pada kamera CCTV yg ada di kamar putranya "Sepertinya memang harus memeriksa rekaman CCTV, sepertinya ada masalah yg tak beres di rumah ini." Ia berpikir seperti ini karna berapa hari setelah anaknya meninggal tukang kebunya juga ditemukan bunuh diri dan loporan pelayan tadi juga membuatnya bingung padahal tiap bulan ia mengirim uang gaji ke pada kepala pelayan untuk di bagkan. Peria paruh baya itu bangkit dari duduknya lalu menoleh ke sekelilinya "Jika saja dapat memilih aku lebih baik diluan mati dari pada harus membiarkan kamu pergi duluan, papa harap kamu bahagia di sana." Peria paruh baya itu mematikan lampu kamar setelah itu ia menutup kamar tersebut dan kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2