
Setelah memarinasi ayam tersebut mereka membawanya dengan sebuah napam ke luar Adam yg meliaht istrinya dan Debora yg kesusahan membawa napan tersebut langsung membantu mereka "Biara aku aja yg bawa ."Adam pun membawanya ke bawah terlihat sudah di siapkan karpet di tanah dan sepertinya sudah banyak dan Reno seta Felix sudah duduk di atasnya, Rahel meminta Adam dan Addy mengambil tungku di belakang dapur, sedangkan Rahel kembali ke dapur untuk mengambil pangganganya sedangkan Debora duduk bersama anak anak di atas karpet yg sepertinya sedang asik menonton hp tak lama Adam dan Addy datang karna tungkunya yg mereka bawa cukub berat dan berbahan besi lalu mereka letakan dia atas arang yg masih panas tak lama Rahel datang membawa pangganganya lalu mereka mulai membakar rahel dan Debora bergantian mengoleskan mumbu pada ayam tersebut.
Lalu mulai tercium bawu harum dari makanan tersebut dan anak tadi yg berbaring sambil menonton filem kartun bangkit lalu menghampiri Rahel yg sedang duduk Reno yg pertama kali bertanya "Bau apa ini, harumnya...." di sabung Felix "iya, harumnya..." Rahel yg mendengar hal itu menjadai gemes pada dua anak tersebut lalu merangkul mereka "Harum dong sayang kan yg masak mama." Mereka melihat dua ekor ayam yg berada di pemangangan "Felix itu ayam goreng..." Felik mengangguk sedangkan Rahel tertawa dengan jawaban Reno tadi dan Debora yg baru selesai mengoleskan ayam tadi langsung menghampiri Rahel lalu duduk di sampinya ia menarik putranya ke pangkuanya "Itu buakan ayam goreng sayang, itu ayam bakar kalok Ayam giteng itu ayamnya di goreng pakai minyak panas tapi kalok ayam bakar ayahnya di bakar pakai arang sayang." Dua anak itu baru mengerti setelah Debora menjelskan.
__ADS_1
Sedangkan Addy dan Abraham kini tengah duduk di tangga rumah sambil melihat mereka dari jauh lalu Addy yg sudah lama penasaran siapa yg mengincar Adam sebenarnya, mulai memberanikan diri untuk bertanya "Aku mau bertanya, siapa sebenarnya orang yg ingin berbuat jahat pada mu itu hinga berberapa kali kamu terluka." Adam sempat terdiam tak lama ia menjawab "Dia mantan tunangan ku." Addy terkejut mendengarnya "Apakah dia belum tertangkap, padahal sudah 5 tahun apa polisi tak menemukan keberadaanya sama sekali." Adam menunduk lalu menjawabnya "Sudah berapa kali polisi yg mendapat laporan tentangnya di berbagai Desa tapi ketika di cari ia tak di temukan dan polisi memutuskan untuk menunda pencarainya namun setelah penculikan putra ku aku kembali bertemu denganya dengan bentuk tubuh serta wajah yg berbeda, jadi aku kembali melapor dan sekarang dalam penyelidikan lanjutan."
Addy menoleh pada Adam "Seperti apa dia siapa tau aku bisa membantu jika aku bertemu denganya??" Adam menokeh pada Addy "Ia masih putih seperti dulu tapi ia sekarang bertubuh gemuk hingga lehernya tak terlihat karana lemaknya dan Ada dua Bodyguardnya ia pernah bilang jika ia menikah dengan seorang kakek tua kayak yg mati berapa bulan lalu." Addy yg mendengar di buat terdiam ia berpikir "Berapa bulan yg lalu ayah ku pulang katanya ada salah satu sahabanya dari kampung sebelah yg meninggal karna penyakit kata papa ia meninggalkan semua harta warisanya untuk Anak kandungnya, yg seusia ku dari istri pertamanya yg sudah tua dan Istri mudanya yg usianya kalok gak salah 34 tahun ciri cirinya sama seperti yg kamu katatakan karna aku juga mengantar ayah ku ke sana." Adam terdiam ia penasaran dengan seperti apa gambarnya "Apa kamu ada gambarnya??" Addy menggingat-ingat "Aku sih tak punya, bagai mana kalu ia pergi ke sana langsung saja??"Adam berpikir tak lama ia kengangguk "Bagai mana kita perginya dengan polisi saja aku tak mau ada orang yg menjadi korban lagi, karna wanita itu sudah tidak waras lagi." Addy menjawabnya dengan santai "Terserah kamu saja. Oh iya bagai mana kabar teman mu yg sepat tertang kap lima tahun lalu??" Adam menjadi kecewa ketima mendengr pertanyaan Addy "Di di jatuhi hukuman 20 tahun penjara karna dia tidak melakukan pembunuhan." Addy dapat melihat Adam yg terlihat kecewa "Apa kamu tak rela dia di penjara hanya 20 tahun??" Adam menggeleng "Bukan karna itu, tapi karna aku tak menyaka saja seseorang yg sudah ku anggap keluarga sendiri tega melakukan hal ini pada ku."
__ADS_1
Tak lama Ayam bakar tadi sudah matang lalu Rahel memangil Addy dan Adam "Kalian kemarilah Ayamnya sudah matang." Addy berterika "Bawakan satu untuk kami, kami akan makan di sini saja." Rahel yg mendengar hal itu memberikan satu ayam tadi ke atas salah satu baki lalu menganar pada mereka "Ini untuk kalian." Rahel menaruhnya "Apa tak ada sambelnya??" Rahel menjawab "Tunggu sebentar Debora sedang membuatnya." Tak lama debora datang membawa sambel untuk mereka "Kenapa kalain makanya di sini??" Addy menjawab "Kami mau minum minum dulu, kan jarang-jarang bisa di teraktir sama orang kaya." Adam menatap sinis Addy "Loh kok kesal, kan benar kamu orang kaya sekali-kali lah taraktir." Debora pun memberi tau Addy "Kamu boleh minum malam ini tapi jangan berlebihan." Addy kengangguk sedangkan Rahel tau kalu suaminya itu kuat dengan yg namanya minuman alkohil jadi ia tak terlalu menegurnya lalu mereka pun kembali.
Tak lama datang seorang pria membawakan berapa botol minuman lalu Adam pun langsung membayarnya tak lama peria itu pergi Addy membuka satu botol lalu di berikan padanya dan adam langsung menerimanya lalu addy buka satu lagi setelah itu ia langsung meneguknya Adam sedikit terkejut karna peria itu sudah menghabiskan setengah botol dan Adam tak mau kalah ia juga berusaha menghabiskan setengah dan Mereka berdua mulai mabuk sedangkan Reno dan Felix yg melihat hal itu penasaran apa yg ayah mereka lakukan "Mama mama, apa yg papa dan ayah Felix minum itu??" Debora menjelaskan "Itu minuman untuk orang tua." Felx pun ikut bertanya "Apa kami anak anak tak boleh minum tante??"Rahel yg menjawab putranya "Kamu boleh minum kok,kalok udah segedek papa dan Ayahnya Reno, tapi sih menurut mama kalain gak usah ikut ikutan papa kalian mereka berdua itu sedang kurang kerjaan." Dua anak itu mengangguk mengerti mendengar penjelasan ibu mereka.
__ADS_1
Bersambung.....