Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 39


__ADS_3

Abraham pun menelfon no kontak Nabila dan memintanya untuk bertemu di sebuah kafe dan wanita itu mau lalu mereka pun bertemu di kafe itu "Permisi apa anda bapak Adam Jons." Nabila terlihat berbunga bunga ketika melihat wajah tampanya "Apa mungkin kita memang berjidoh wajah bapak seperti tidak asing di pikiran saya." Nabila terus menggoda Adam karna ia tak menyangka bahawa bosnya masih sangat tampan, Adam memangan sedikit risih tapi ia tetap harus tenang "Apa kamu mengenal seorang wanita bernama Rahel??" Nabila menatap bingung Adam "Kalok namanya Rahel banyak pak, ngapian repot-repot di cari mending sama daya aja pak." Nabil mengedipkan satu matanya pada Adam.


"Jawab saja dulu." Nabaika pun berpikir "perasaan saya gak pernah punya teman namanya Rahel yg ada cuman mantan pembantu saya di kampung namanya Rahel purba sari. Hanya itu saja, mana mungkin anda kenal juga." Ketika mendengar nama itu Adam teringat dengan nama yg tercantum dalam surat nikah mereka, kepanya mulai terasa pusing namuan ia ingin mengetahui lebih dalam lagi "Di mana ia tinggal sekarang??" Nabila sebenarnya bingung kenap Adam penasaran namun ia tetap menjawabnya "Dia itu seorang janda satu anak, suaminya yg dari kota meninggalkanya. Karna sudah di tinggal suaminya membuat kakak ku memanfaatkan momen ini dan selama setahun ini aku dengar dari mama sudah 5 kali ia memintanya untuk menjadi istri ke duanya, jujur aku gak sudi tapi kakak ipar ku bukanya marah malah setuju. Mending bapak gak usah deh cari cewek yg namanya Rahel mending cari cewek yg namanya Nabila kek, kayak aku Pak." Adam terkejut karna perkataan Nabila tadi bahwa Rahel seorang janda satu anak ia berpikir apa anak itu jadi pada saat malam itu.

__ADS_1


Adam terlihat bahagia ia bahkan lupa dengan rasa sakit di kepalanya dan di pikrnaya terus memikirkan istrinya dan anaknya "Desa kamu di mana??" Nabila memberi tau dan setela Adam mengetahuinya ia segera bagkit dari duduknya "Terima kasih infonya, oh iya anak Rahel apa, laki laki atau perempuan??" Nabila masih belum mengerti kenapa peria itu bahagia "Laki-laki." Setelah mendengar hal itu ia segera pergi dan meninggalkan Nabila yg masih bingung apa maksud ia di panggil ke kafe itu. Di perjalanan Adam menelfon ayahnya, ia mengunakan earphone "Halo papa, malam ini Adam gak jadi ke rumah sakit." Ayahnya yg mendengar hal itu menjadi binggung "Eamang kamu mau ke mana??" Adam begitu atusias menyebutkanya "Aku ke Desa xxxxx, apa papa tau istri Adam ada di sana dan bahkan Adam sudah punya satu orang anak laki-laki." Ayahnya yg mendengar hal itu begitu terkejut "Benarkah, kalok gitu bawa mereka ke rumah dan nanti papa buatkan kamar khusus untuk cucu papa, hati hati nanti di jalan papa tunggu kabar baiknya." Telfon itu pun berakhir dan Adam pun melepas earphone "Tunggu aku hel aku akan segera menemui mu dan anak kita."


Adam pergi ke Desa tempat istrinya  mengguankan petunjuk arah dari internet untung  saja selama perjalanan  siknal selalu ada jadi ia dengam mudah sampai di sana dan sampainya di sore hari pada saat, ia sapai di gerbang desa terlihat banyak warga yg keluar menggunakan motor dan Abraham yg melihat hal itu menjadi penasaran dan memberhentikan salah satu pengendara motor dan bertanya pada salah satu warga itu "Permisi pak, warga berbondong-bondong mau ke mana yah ??" Peria itu menjawabnya "Ada anak yg hilang  mas, pada saat bermain di sekitaran pasar malam dan sudah di cari di sekitar sana tapi gak ketemu kata temanya yg melihat ia di tarik oleh seorang ke dalam mobil lalu mobil itu keluar dari desa dan anak itu bilang ia ke arah sana jadi para warga mau mencari penculik itu." Adam yg mendengar hal itu menjadi kasian lalu ia bertanya lagi "Mas tau gak Rumahnya Rahel purba sari di mana??" Peria itu terkejut dan menjawab "Bu Rahel ada di rumahnya pak Edi, kalok bapak tak tau terus saja jalan ini dan jika anda ketemu rumah besar, beton warnya putih itu lah rumah pak Edi." Adam mengangguk lalu pergi ke arah yg di beritau.

__ADS_1


Adam yg mengerti apa maksud dari istrinya mengingat apa yg di katakan warga barusan, kalok anaknya yg menghilang itu, Tak lama hp Adam berdering dan Adam dengan cepat menjawabnya "Halo paa ada apa??" Ayahnya menjawabnya dengan hawatir "Apa kamu sudah sampai nak, papa tadi mendapat telfon dari  no yg tidak di kenal yg mengancam kalok kamu tak menemuinya di jalan xxx sendirian maka cucu ku akan di bunuh, papa harap ini hanya telfon ancaman biasa "Adam yg mendengar hal itu seketika terdiam tak lama setelah terdiam akhirnya ia bicara "Papa sudah dulu yah." Adam tanpa memberi alasan langsung mematikan hpnya, ia mendekat pada windi lalu memeluknya "Jangan hawatir aku akan menyelamtkanya." Rahel akhihirnya nembalas pekulan suaminya dan menangis sekencang kencangnya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2