
Besoknya jeremi kembali ke Apartemennya setelah menagantar Pak Joko ke bandara karana peria paruh baya itu akan pergi berobat dan di tepani anak keduanya luna dan suaminya ikbal sedangkan Jeremi mengurus rumah sakit, pada saat ia kembali ia langsung si sambuat Fitri "Sayang kamu dari mana saja??" Jeremi langsung di peluk olah Fitri dan peria itu menjawabnya "Sudah ku bilang kan aku ada acara di rumah orang tua angkatku." Fitri mencium pipinya "Apa kamu sudah sarapan??" Jeremi mengangguk "Aku sudah sarapan di rumah ayah angkat ku tadi."Fitri terlihat sedih lalu ia melepas pelukanya "Kalok gitu temani saja aku makan." Jeremi mengangguk lalu mereka pergi ke meja makan dan Fitri segera membuatkan sendwich untuknya, sedangkan Jeremi hannya meliahat dari jauh, ia tak bisa berhenti tersenyum menatap wanita yg kini menjadi kekasihnya itu dan ia tiba tiba teringat dengan Rahel "Sayang.." Fitri menjawabnya "Iya ada apa??" Jeremi memberanikan diri untuk mengatakanya "Bagai mana kamu lupakan aja dendam mu pada kelura jons, ayo kita pindah ke luar negri setelah data diri baru mu jadi, aku tak mau kamu tejebak lebih jauh, cukup sudah." Fiti yg mendengar hal itu menjadai kesal lalu menatap sinis Jeremi "Hey, apa sekarang kamu lebih memihak mereka mereka sekarang.."
__ADS_1
Jeremi menghela napas pelan "Bukan seperti itu, aku hannya tak mau suatu saat kamu ketahuan dan di tangkapa lagi, aku tak mau jauh dari mu karna aku sangat sayang pada mu." Fitri menghela napas pelan "Aku tau kamu menghawatirkan ku, tapi aku sudah berjanji pada diri ku sendiri untuk membalas dendam ." Jeremi berusaha meyakinkan Fitri "Sayang lupakan balas dendam mu pikirkanlah masa depan mu." Fitri bukanya luluh ia malah makin kesal "Kenapa pagi pagi begini kamu sudah membuat ku kesal, bukankah sudah ku katakan ribuan kali kalok aku tak akan berhenti sebelaum membakaskan dendam ku!!." Jeremi juga mulai kesal ia bangkit dari duduknya "Sudahlah, aku pergi mandi dulu.."jeremi tak menyangka jik fitri akan sekeras kepala ini dan akan sulit untuk membujuknya sedangkan Fitri ia menatap kepergian jeremi berguma dalam hati 'Jika saja kamu tak berguna mungkin kamu sudah ku hisi di siani. Tapi saat ini aku membutuhkan uangmu, itu sebabnya aku mau bersabar. Dan aku akan tetap membalaskan dendam tak peduli resikonya apa pun itu akan aku terima yg penting dendam ku terbalas.' Fitri kembali fokos dalam mebuat sendwich dan setelah jadi ia bawa ke meja makan dan di mulai makan dia tas meja sambil berpikir rencana yg bagus untuk menghancurkan kelurga itu.
__ADS_1
Sedangkan di rumah Rahel dan suaminya di sibukan dengan fitting gaun pengantin karna disainer yg akan membuat gaun untuk mereka datang, walau hari pernikahnya masih belum di tetapkan tapi mereka mempersiakan ini semua lebih awal takutnya jika mereka menumukan tanggal yg bagus nantinya akan dadakan membuat gaunnya, jadi di persiapkan sekarang dan yg pertama di ukur adalah Adam dan Felix yg melihat hal itu di buat penasaran "Mama papa sedang di apakan tantenya??" Rahel menjawabnya "Papa sedang di ukur, dan nanti ukuranya untuk tantenya buatkan baju."Felix yg mendengar hal itu terlihat senang "Felix juga mau mama di buatkan baju yg mirip kayak papa." Adam yg mendengar hal itu tersenyum pada putranya "Baik lah habis papa pangeran papa lagi yg di ukur." Felix yg mendengar hal itu terlihat senag dan sangat bersemangat, tak lama papanya selesai di ukur lalu giliran Felix dan anak itu mendekat pada mereka "Papa tunggu Felix di ukur, Felix gak mau sendiri." Adam yg mendengar hal itu bertanya pada anaknya "Loh kok gitu." Felix menjawab "Felix takut nannti di culuk sama tantenya pa.." mereka yg mendengar perkataan anak itu tertawa, dan Adam pun menjelaskan "Siap bilang tantenya mau culik Felix??" Felix menjawanya "Habisnya mukanya kayak tante gendut jahat." Adam mendengar hal itu terkejut lalu menoleh pada istrinya sedeangkan wanita itu juga terlihat terkejut lalu Adam pun menjelaskan pada anaknya itu "Nak, kan di sini ada papa sama mam jadi jangan takut. Lagi pula tante sama omnya kan baik jadi gak usah takut, oke." Anak itu mengangguk pelan.
__ADS_1
Dan ibu mertuanya terlihat senang "Wah benarkah, gaunya cantik bukan ternaya selera kita sama . Yg pertama itu saran dari suami mu dan kalok yg kedua itu saran dari papa mu dan yg terahir itu saran dari mama, mama gak sanga kalok kamu suka yg punya mama. Cantik bukan gaunya" Rahel sedikit terkejut karna ia kira itu semua mama mertuanya yg pilih, dan ia menjawabnya "Iya, guanya cantik." Mariam menolah pada pemilik butik gaun tersebut "Buatlah gaun ini untuk menantu ku, aku mau hasilnya sempurna." Wanita itu mengangguk"Tentu saja nona Mariam, saya senang bisa, bisa membuatkan guan pernikahan untuk anak dan menantu anda." Mariam menjawabnya "Nanti di pernikahanya datang lah, aku harap kamu bisa hadir berasam suami dan anak mu." Wanita itu mengangguk "Tenang saja saya pasti akan datang." mereka mulai berbincang bincang dan Rahel hanya bisa menyimaka apa yg dua orang itu bicarakan, dan selesai mengukur anaknya di lanjutkan dengan Rahel dan ia pun mulai di ukur.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1