
Tiga minggu lebih berlalu seorang wanita yg tubuhnya penuh dengan perban kini mulai di lepas perabnya oleh sorang dokter oprasi pelastik "Apa kamu sudah siap??" Wanita itu mengangguk lalu seorang suster mulai mengarahkan sebuah kaca ke wajah gadis itu dan ia sangat puas dengan wajah dan tubuhnya dan ia tak henti menyentuh wajahnya serta tubuhnya "Sesuai harapan ku jeremi, terima kasih." Jeremi merupakan nama dokter oprasi pelastaik itu "Tidak ada hal yg tidak bisa aku lakukan untuk wanita yg ku cintai." Jeremi menoleh pada sustei yg ada di dalam bersama mereak "Kamu keluar dari sini, perawat itu mengangguk lalu segera pergi sedangkan Jeremi pun duduk di pinggir ranjang dan mulai membelai wajah Gadia itu "Mungkin aku akan sangat merindukan wajah lama mu sayang.."Fitri mentapnya "Jadi wajah ku yg sekarang jelek." Jeremi menggeleng "Tidak kamu sekarang tambah cantik. Hanya saja aku belum terbiasa dengan wajah yg sekarang." Fitri menatapnya "Cobalah bisakan diri mu dengan wajah ini, karna aku sangat butuh wajah ini, lalu nanti aku akan membuat identitas baru agar lebih leluasa keluar karna aku ingin membalaskan dendam ku pada keluarga jons karna sudah menghancurkan karir ku. Dan untuk jeremi ku sayang, terima kasih karna masih mencintai ku dan mau menunggu ku sampai sekarang. Tanpa kamu mungkin aku suadah tertangkap oleh para polisi itu."
__ADS_1
Jeremi tersenyum lalu mencium pipi selena "Jangan lupa janji mu."fitri tersenyum "Tenang saja setelah aku berhasil membalas dendam nanti kira pindah ke luar negri dan menikah di sana." Jeremi terlihat senang lalu ia memeluk Fitri, wanita itu diam diam tersenyum jahat dan berguama dalam hati 'Tak ku sangka bocah miskin yg selalu mengejar ku dulu sekarang sudah tumbuh menjadi peria tampan, dan bahkan sekarang ia menjadi seorang dokter opradi palastin yg sukses, aku harus bisa memanfaatkanya dengam baik untuk membalas dendam pada keluarga Jons.'jeremi melepas pelukanya "Apa kamu lapar??" Fitri mengganguk "Kamu mau makan apa??" Fitri menjawab dengan semangat "Aku mau makan susi." Jeremi membelai rambutnya pelan "baik lah, tunggulah sentar yah...." Jeremi bangkit dari duduknya dan pada saat ia akan pergi ia di tahan fitri lalu ia menoleh pada fitri lagi "Ada apa lagi sayang??" Fitri tersenyum lalu menunjuk bibirnya "Cium.." jeremi tetsenyum geli lalu ia mendekat bibirnya dengan bibir Fitri lalu mengecupnya (cup) "Sudah..." fiti masih belum puas jadi ia menarik jeremi lalu menciumnya dan ciuman itu begitu panas, jeremi sedikit terkejut namun ia mulai membalas ciuman fitri dengan sedikit ******* yg tak kalah ganasnya dengan fitri.
__ADS_1
Adam pergi bersama pak bayu ke kantor polisi karna para anak buah Fitri sudah tertangkap tapi hanya fitri yg tak ada bersama mereka, abraham di antar menghadap salah seorang anak buah Rahel yg tertangkap itu, ia menatap tajam nya "Di mana nona mu??" Peria itu menjawabnya "Saya tidak tau." adam dengan kesal berbicara "Bagai mana kamu tidak tau padahal kamu selalu berada di sampingnya." Peria itu menjawabnya dengan kesal "Saya memang selalu di sampinya tapi ketika dia kabur saya tak tau di kabur ke mana." Adam semakin di buat kesal ingin sekali ia menghajarnya namun ia di tahan oleh pak bayu "Tuan tenang lah, tahan emosi anda, apa yg ia katakn itu benar mana mungkin dia tau nonanya pergi ke mana karna mereka terpisah pada saat polisi mengejar." Adam memijat pelipisnya yg sedikit pusing lalu mereka mulai menemui satu persatu anak buah Fitri yg tertangkap dan mengajukan berberapa pertanya aan dan jawabn mereka sama tidak tau jadi mereka memutuskan untuk kembali dan menyerahkan semua ini pada polisi berharap jika polisi yg bertanya mereka mau jujur,akhirnya mereka memutuskan untuk pulang namun ia tiba tiba teringat temanya lalu ia memutuskan untuk tetap bertahan dan menjenguknya sebentar sedangkan pak bayu kembali ke pulang sendiri .Jadi Adam terlebih dahulu membeli dan kebetulan di sekitar situ ada mini market dan ia membeli berberapa cemilan seta minuman dan kebutuhan mandi, pada saat ia keluar kebetulan ada tukang bakso lewat lalu ia membeli satu setelah itu ia kembali dan ia di antar olang soramg polisi ke sebuah ruangan yg dimana tempat itu adalah tempat dia kan betemu sahabatnya, pada saat pintu terbuka memprlihatkan sahabatnya yg tidak seperti dulu lagi dia kini lebih kurus ia duduk di sebuah kursi lalu ia memberikan semua bukusan yg ia beli tadi
__ADS_1
Selama abel makan abraham pun berbicara "Kamu kalok misalnya di tanya sama sekertaris ku 'apa mau kamu makan?' ketika membawa kebutuhan bulananmu katakan saja apa mau kamu makan jangan cuman diam, setidaknya setap satu bulan kamu bisa makan enak walau cuman sekali dan jangan sungkan berbicara." Abel menjawabnya "Kenapa kamu sangat baik pada ku."adam tersenyum"Karna kamu sahabat ku, dan itu takan pernah berubah sampai selama lamanya. Oh iya aku juga mau mu memberitau mu kalok aku akan segera menikah." Abel yg mendengar hal itu terkejut "Kamu akan menikah, dengan siapa??" Adam tersenyum "Maaf aku selama ini tidak pernah memberi tau karna aku sempat lupa ingatan mengenai dia, tapi sekarang kami sudah di pertemukan dan bahkan aku sudah punya satu orang anak laki-laki" Abel tersenyum "Selamat kawan." Adam tersenyum "Apa kamu tau dia cantik sekali, dan membuat ku gila jika terus melihatnya , dan anak ku dia persis seperti aku waktu kecil, mungkin lain kali aku akan membawa mereka dan memperkenalkanya pada mu." Abel tersenyum "Baiklah akan ku tunggu." Adam senang melihat senyuman sahabatnya lalu ia kembali bercerita begitu juga dengan Abel dan mereka memanfaatkan waltu sebenatr itu untuk berbincang seperti dulu lagi.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1