Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 87


__ADS_3

Rupanya hasil dari pemeriksaan dokter mengenai ginjal milik Jeremi cocok dengan milik rahel jadi para dokter segera melakukan oprasi pada Jeremi dan setelah itu baru Rahel di oprasi untungnya selama oprasi berlangsung taka da hambatan sama sekalai semua berjalan dengan baik dan Adam begitu bersyukur tak ada salah satu dari keluarganya yang meninggalkanya, dan setelah oprasi Rahel di antar ke ruang rawatnya begitu juga dengan jeremi. Besoknya abrham pergi ke ruang rawat jeremi untuk berterima kasih karan peria itu mau mendonorkan salah satu ginjalnya pada istrinya "Permisi.." abraham mengetuk pintu kamar, terdengr suara dari dalam "Masuk.." lalu adam pun segera masuk ia datang bersama putranya.

__ADS_1


"Eh pak adam.." pada saat jeremi akan bangkit dari baringnya tiba tiba adm menahanya "Sudah tak perlu memaksa diri, bari saja." Jeremi pun ngurungkan niatnya untuk bangkit dan ia pun menatap peria itu "Bagai mana kondisi istri mu." Adam duduk di salah satu kursi di samping kasur Jeremi sambil menjawab "Sykur lah sekarang kondisinya sudah mulai membaik." Adam mendudukan putranya di pangkuannya "Aku ke sini mau berterima kasih pada mu karna sudah mau mendonorkan salah satu ginjal mu pada istri ku." Jeremi yang mendengar hal itu bukanya senang ia justru terliht sedih "Begini, sebenarnya.." jeremi menjelaskan segalanya mengenai Tiara pada adam dari awal hingga akhir.

__ADS_1


Dan jeremi juga menjelaskan secara detai tanpa ada yang di tambahkan atau di kurangkan dan ia juga terlihat pasrah ia tak masalh jika adam mau membencinya itu haknya dan ia hanya mau menebus kesalahanya dan tanpa di duga jawab adam adalah "Ya, aku juga bari tau pak joko mengenai hal itu dan aku tak masalah, lagi pula jika saja kamu tak menelfon polisi waktu itu mungkin para pembunuh itu masih ada di dalam sana dan bisa jadi ia akan membunuh aku yang ada di luar namun ketika ia mendengar suara sirine dari polisi yang kamu panggil ia pun lari dan keluarga ku bisa di bawa ke rumah sakit segera."

__ADS_1


"pagi pak.." bayu yang datang langsung tersenyum pada dan yang duduk bersampingan dengan putranya Felix "Pagi pak Adam." Ia duduk di hadapn adam pada saat bayu akan bicara tiba tiba seorang pelayan datang membawa beragam jenis makanan "Ayo makan dulu pak baru nanti kita mulai bicaranya." Bayu terlihat tak enak hati "Tak usah tuan, saya sudah makan di rumah." Adam menjawabnya "Tak perlu sungkan makan lah, lagi pula aku dan Felix tak bisa menghabiskanya juga." Pada saat bayu akan bicara tiba tiba Felix berbicara "Ayo om ikut makan sama felix dan papa,kata mama kalok kita makan banyak kita bisa jadi kuat om." Bayu tersenyum namun kali ini ia tak mungkin menolak anak kecil itu "Baiklah." Lalu bayu pun ikut makan bersama mereka.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2