Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 70


__ADS_3

Adam kini berbicara dengan berberapa teman bisnisnya "Wah kawan istri mu cantik sekali. Tolong perkenalakan dia pada kamu dan istri kami, kami juga ingin tau siapa namanya??" Adam tersenyum "Baiklah akan ku perkenalkan dia pada kalian."Sedangkan dari jauh seorang teman adam tak sengaja melihat Rahel berdiri bersampingan dengan jeremi  sambil melihat foto kelurga yg ada di depan mereka "Bukankah dia istrimu, sepertinya ia baru saja berkenalan dengan anak angkat pak joko." Adam menoleh ke arah pandangan temanya bertapa terkejutnya dia melihat mereka yg begitu dekat adam mulai cemburu dan seorang di antar temanya berbicara "Ternyata istri mu itu begitu cepat akrap dengan orang, aku dengan anak itu begitu tertutup dan jarang mau berkenalan dengan orang baru." Adam tesenyum pada teman temanya itu "Permisi dulu biar aku pangil istri ku sebentar dan akan ku perkenalkan pada kalian." Mereka semua mengangguk lalu adam pun segera pergi sedangak satu di antar mereka berbicara "Sepertinya dia cemburu." Seorang dari mereka menjawab "Wajar saja, kan dulu juga dia pernah di bohongi tunanganya, katanya dia hanya bersahabat denagn Abel tau taunya mereka diam diam berselingkuh di belakanya." Sorang dari mereka menjawab "Mungkin ia takut hal ini terjadi untuk ke dua kalinya. Kalok aku jadia dia tidak mungkian aku mau melakukan kesalahan untuk kedua kalinya." Mereka semua mengangguk satu sama lain.

__ADS_1


Sedangkan jeremi pun mengulurkan tanganya "Perkenalkan nama ku Jeremi."Rahel melihat tangan jeremi yg terulur lalu memegangnya "Rahel purba sari."tiba tiba dari jauh terdengar suara adam "Sayang..." sontak Rahel menoleh ke arah suara dan tanpa aba aba Adan segera meraih tangan istrina sehingga jabatan tangan itu terlepas paksa "Maaf saya mengganggu kalian." Rahel menatap suaminya ingin sekali ia mengatakan jika ia terlalu kasar tapi tak berani karna mereka masih di luar ia tak mau bertengkar sedangkan adam langsung menatap tajam jeremi begitu juga dengan peria itu ia menarik tanganya dan diam diam mengepalkan tanganya "Tak papa tuan Adam, anda sama sekali tak mengganggu." Adam menjawabnya "Saya bawa istri saya dilu, permisi." Adam segera menarik Rahel sedangkan gadis itu menurut dan mengikuti suaminya, guma jeremi dalam hati 'Kenapa rasanya ingin sekali aku marah ketika ia melepas paksa tangan kami.' Jeremi melirik tanganya lalu membuka tanganya dan kembali berguma 'Tangannya terasa kasar, dan aku tak pernah merasakan tangan wanita sekasar ini. Dia pasti seorang wanita pekerja keras.' Ketika memikirkan Rahel tiba tiba jantung Jeremi berdebar dan ia segera memegang dadanya dan teras jantungnya yg berdebuk kencang "Ada apa dengan ku, kenapa aku menajadi seperti ini padahal aku hanya memikirkanya." Jeremi menoleh ke arah depan, yg di mana ia melihat ke arah Rahel yg berdiri bersampingan dengan adam sambil tersenyum.

__ADS_1


Pada saat pulang Rahel yg mabuk karna di paksa untuk meminum segelas win oleh istri istri para temannya Adam sebagai ucapam samat datang di grup mereka dan ia melakukanya hanya dengan satu tegukan minuman itu habis tapi karna ia yg sama sekali tak memiliki pengalaman dalam meminum minuman keras jadi lebih mudah mabuk dan mereka terpaka berpisah dengan anaknya karna tak mau anak tau jika mamanya sedang mabuk jadi ia naik mobil bersa nenek dan kakeknya, di perjalanan Rahel tidur sambil menyandarkan kepalnya di pundak suaminya sedangkan adam yg melihatnya hanya bisa menahan tawanya "Astaga sayang kamu ink terlalu memaksakan diri, padahal kamu sama sekali gak ada pengalaman dalam minum minuaman keras seperti ini." Selama perjalanan  Rahel sudah merasa mau muntah namun berusaha menahanya dengan tidur namun ketika sampai di rumah Suaminya membangunkanya hingga ia terbangun otomatis ia tak bisa menahan muntahnya ia keluar dari mobil dan memuntahkan isi perutnya di luar seadngkan Adam yg melihat hal itu lantas turan dan mengelus punggung istrinya "Apa sejak awal kamu mau muntah." Rahel mengangguk dan adam menjawabnya "Kenapa tidak bilang dari tadi , kalok sejak awal aku bisa aja memberi mu kertas untuk muntah." Setelah mengeluarkan seluruh isi perutnya akhinya ia bisa bangkit walau masih terhuyung huyung dan di tahan oleh adam "Jangan memakasakan diri."

__ADS_1


Adam menaruh minuman tadi ke atas wastafel lalu ia melepas pakianya setelah itu menyusl istrinya masuk ke dalam bak "Sayang maju sedikit." Rahel tak mengeri apa maksud suaminya hanya menurut dan memajukanya tiba tiba adam masuk dan duduk di belakangnya sontak Rahel terbangun dan menolah ke belakang dan padanganya mulai tak jelas antara anaknya yg ia lihat atau suaminya "Felix kenapa kamu bisa ada di sini??" Adam terkejut karan istrinya memangilnya Felix dan Rahel kembali berbicara "Apa kamu tidak bisa mandi sindiri, baiklaha kemarilah biar mamanya yg memandikan mu."pada saat ia akan mendekat tak sengaja tanganya menyentuh sesuatu yg aneh di bawah "Apa ini, kenap besar sekali??" Adam menutup matanya karna merasa aneh ketika miliknya di sntuh oleh istrinya lalu ia pun menjawab istarinya "Sayang itu punya ku jangan di pegang." Ketika mendegar suara suaminya seketika pandanganya mulai kembali dan rupanya yg ada di depanya itu suaminya dan pada saat ia menoleh ke bawah ia terkejut karan yang ia sentuh tadi barang milik suaminya "Maaf kan aku." Rahel melepaskannya, lalu bangkit dan berencana untuk kabur,pada saat ia bangkit dari bak mandi tiba tiba ia langsung di tarik adam ke dalam pelukanya "Hey mau ke mana kamu, setelah melakukankan hal nakal sekarang kamu mau pergi." Rahal terlihat panik "Maaf kan aku, aku takan mengulanginya lagi." Adam tersenyum "Tidak, kamu harus tanggung jawab "adam langsung melahap bibir istrinya.

__ADS_1


Berasambung....

__ADS_1


__ADS_2