
Keesokanya Rahel terbangun dengan tubuh yg seperti akan remuk karna kerjaan suaminya tapi ia tetap berusaha bangkit karna ia harus memasak ia terlebih dahulu duduk di pinggir ranjangnya dan matanya tertutuju pada sebuah pakaian lingerie berwarna merah yg tergeletak di lantai matanya menajam dan ia berguma dalam hati 'Gara gara kamu aku harus terbangun dengan pinggang sakit gini, ada ada orang jaman sekarang cari uang dengan jual baju begini, yg kainya nerawang sampai-sampai kelihatan dalaman orang.' Rahel menolah pada adam yg masih tidur lalu ia pun perlahan melepas selimut yg menutup tubuhnya lalu berjalan tanpa mengenakan apa pun ke kamar mandi lalu ia pun mulai mandi tak lama Abraham terbangun karna mendengar suara air shower ia mengucek matanya sebentara "Jam berapa ini.." ia mengambil hpnya dan pada saat sudah menyala dan terlihat jam pada hpnya "Masih jam 05.07." Adam duduk di kasur sambil menyandarkan tubuhnya, ia sadar jika ia hannya mengenakan boxer dan ia menoleh kamar mandi "Istri ku ini terlalu ranjin, padahal semalam ia baru tidur sekitar jam 2 malam dan sekarang sudah bangun." Adam terus menunggu istrinya. Selesai Rahel mandi ia keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan bathrobe dengan sebuh handuk kecil yg di lilit pada rambutnya dan bertapa terkejutnya ia ketika menemukan suaminya sudah bangun, sedangkan adam hanya tersenyum menatapnya.
__ADS_1
"Sayang kemarilah.." Rahel bukanya mendekat ia malah menatap sinis pada suaminya "Gak mau.." ia pergi ke ruang ganti baju lalu mengambil bajunya ia melirik sekitar semua barang barang di situ hanya di penuhi barang suaminya dan miliknya hanya satu lemari itu pun tidak penuh karna memang baju rahel yg bagus hannya sedikit "Baru kali ini aku tau ada orang banyak baju begini, baju ku aja cuman ada satu lemari itu pun gak penuh juga." Tiba-tiba terdengar suara seorang di belakang "Siapa bilang." Sontak Rahel menoleh ke belakang dan bertapa terkejutnya dia melihat suaminya yg ada di belakangnya berte*anjang dada dan hanya memapi boxer "kamu ini mengejutkan ku saja." Adam tersenyum lalu ia membuka salah satu lemari yg ada di samping lemari istrinya "Ini pakian mu juga.." Rahel terkejut karna semua pakian itu yg mereka beli di mal waktu itu ia menoleh pada suaminya "Ku kira untuk mama,tapi untu apa kamu beli banyak satu atau dua itu sudah cukup untuk ku." Adam tersenyum "Tentu saja untuk kamu paki ketika ke acara resmi atau ketika mama ajak jalan jalan ke mal." Rahel menghela napas pelan "Memang yah, ini lah susahnya punya suami sorang pembisnis pasti ada ada acara yg mengharuskan kita untuk mengenakan pakain begini."
__ADS_1
Adam merangkul tubuh istrinya ke dalam pelukannya "Suadahlah sayang, kita lanjut saja yg semalam." Rahel yg mendengar hal itu lantas melepas rangkulan suaminya "Gak mau, sana kamu pergi mandi aja nanti pakian mu akan ku siapkan." Adam tersenyum "Kalok gitu kasih aku morning kiss dong.." Rahel menggeleng "Nanti saja saat kamu berangkat kerja ." Adam tersenyum "Baiklah akan aku tageh nanti." Adam segera pergi dan peria itu terlihat bahagia dan sangat bersemangat sedangkan Rahel hannya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakukan suaminya, ia segera mengganti bajunya lalu turun je bawah dan ia pun mulai kemasak di bantu berapa pelayan tak lama anaknya keluar dari kamar kakek neneknya dan langsung menghampiri mamanya "Mama.." Rahel menoleh pada anaknya "Kakek, nenek mu mana??" Felix dengan semangat menjawab "Masih di makar maa, mama felix lapar." Rahel tersenyum "Tunggulah, sebentar lagi sayurnya matang kok mending Felix pangil papa mu untuk turun saja." Anak itu menganggul lalu berlari menaiki tangga dan pada saat Rahel menyiapkan sarapan di atas meja makan tiba tiba sorang peria datang dari arah pintu luar ke dalam dan menghampirinya karna hanya di dapur para pelayan terlihat sisanya sibuk di lantai atas dan di luar rumah "Permisi.."Rahel menoleh pada peria paruh baya itu "Iya ada apa tuan??"
__ADS_1
Rahel tersenyum "Maaf pak anak saya itu memang pemalu kalok ketemu sama orang baru, tapi nanti kalok sudah lama sering bertemu nanti dia akan terbiasa kok." tak lama Dion keluar bersama istrinya ia mendorong kursi roda istrinya "Eh pak bayu." Bayu tersenyum "Selamat pagi tuan , nona." Mariam melihat di meja makan sudah Rahel siapkan makanan untuk mereka "Pak Bayu ayo kita makan dulu baru kita bicara lagi." Bayu tersenyum "Gak usah tadi juga sudah sarapan roti di rumah." Dion menjawabnya "yaelah pak bayu jangan sungkan, yg di rumah itu beda lagi begitu juga yg di sini. Cobalah masakan menantu ku ini saya jamin pak bayu akan suka." Sembenarnya bayu ingin menolak namun karna terus di suruh, dan ia terpaksa menurut dan ikut sarapan dengan mereka dan bayu hanya mengambil sedikit nasik begitu dengan sayur dan Dion yg melihat hal itu menatap binggung "Loh pak bayu kok makannya sedikit aja??" Lalu dion menyendok berapa lauk ke piring bayu hinga piring itu penuh "Begini baru makan namanya makan." Sedengkan pak bayu hanya bisa mengangguk mana berani ia menolak sedangkan Adam malah tertawa melihat kelakuan ayahnya "Yaelah pa kasian pak bayu papa paksa makan banyak." Dion menjawab anaknya "Bagus dong biar dia gemuk jadi ketika di persidangan ia akan terlihat sangar, kalok kurus gini kan gak ada yg bisa di takutkan darinya." Mereka semua tertawa mendengar perkatan dion begitu juga dengan pak bayu dan mereka makan sambil melakukan obrolan ringan.
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1