Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 28


__ADS_3

Malamnya Rahel dan Adam tidur di luar sedangan di dalam kamar ada Debora dan Addy , sedangankan Debora dan suaminya sudah tidur namun mereka di pisahkan oleh jarak yg sangat jauh sedangkan Rahel dan Adam seperti bisa dua orang itu akan menempel  mereka sambil berbincang-bingancang dan mulai terdengar suara hujan yg perlahan semakin deras dan mereka tak perlu hawatir lagi karna atap sudah di perbaiki dan takan ada yg bocor lagi, di sela pembicaraan mereka tiba-tiba lampu mati "Sepertinya sudah jam 12 malam ayo kita tidur." Rahel yg ada di pelukan Adam langsung menutup matanya namun berbeda dengan Adan peria itu tak bisa tidur, sebuah ide mucil terlintas di pikiranya 'Bagai mana ku ganggu aja ni anak.' Tiba tiba tangan Adam keatas pinganya karna saat ini rahel tidur membelakangi Suaminya,tangan itu mulai masuk ke bajunya yg membuat gadis itu terlihat terganggu dan peri itu juga mula men*ilat  bagian telinganya.

__ADS_1


Sontak Rahel menutup telinganya dan berbaliak menghadap suaminya "Apa yg kamu lakukan?" Adam menge*up b*bir manisnya dan wanita itu sedikit terkejut "Rio...." Adam mendekatkan wajah mereka hingga tersisa 5 cm jarak mereka "Ayo kita buat anak." Rahel yg mendengar hal itu langsung mencubit hidung Adam "Sudah ku katakan berkali-kali aku belum siap." Adam yg mendengarnya terlihat sedih "Padahal aku sangat mengginginkanya. Sekali ini saja dalam bulan ini jika yg ini jadi aku berjanji takan memintanya sebelum dia lahir." Rahel yg bodoh itu malah berpikir sedangkan Adam yg sudah tak sabar bertanya "Apa yg kamu pikirkan lagi??" Rahel menatap Adam "Bagia mana nanti jika aku mengelurkan suara seperti waktu itu dan bagai mana jika pada saat kak Debora atau Kakak Addy di kamar melihat atau mendengar sura kita??." Adam dengan santai menjawab "Orang hujan mereka takan mendengar, dan jika mereka keluar tinggal kita tutup saja tubuh kita dengan selimut." Rahel masih hawatir "Tapi Rio aku masih belum siap."Adam membelai pipi istrinya "Kenapa kamu selalu beralasan seperti itu, akau tau ini adalah pertama kalinya kamu melakukanya, aku juga tau kalok kamu takut jika ini akan terasa sakit, tapi percaya lah pada ku ini takan sesakit seperti yg kamu bayangkan."

__ADS_1


Rahal kembali berpikir 'Apa tak papa, tapi aku tak bisa menolak karna dia suami ku dan sudah menjadi haknya.' Gadis itu menatap suminya Adam dan mengangguk, Adam yg dapat persetujuan lagsung menyambar b*bir gadis itu lalu ia m*naiki tubuhnya, ciu*an mereka begitu panas sehingga membuat Rahel terengah-engah ketika ciu*an itu terlepas terlihat Adam yg menatap istrinya penuh na*su ia mulai mel*pas pa*ian istrinya dan mel*pas B*nya juga hinga terlihat dua gu*ung kembarnya tak lupa peria itu melepas ce*ana yg gadis itu kenakan besrta C*nya hinga gadis itu terlihat t*k me*akai apa pun, Rahel begitu malu dengan situasi ini ia mulai menutup wajanya dengan kedua tanganya "Rio sepertinya aku tak bisa..." Adam mendekatkan wajahnya ke samping gadis itu dan membisikanya "Kamu sudah tak bisa kembali lagi."Adam  melepas tangan yg menutupi wajah gadis itu lalu mulai men*ilat bagian telinganya dan mulai beralih ke wajahnya ia mulai men*ium wajahnya sedangkan tangan kananya menyentuh salah satu gunung kembarnya, suara des*han tak bisa mulai terdengar dari mulut Rahel wanita itu mengeluarkan suara yg begitu indah di telinga Adam sedangkan kan di telinaga Rahael itu seperti suara yg Aneh.

__ADS_1


Adam perlahan melepas ciu*anya dan melihat Rahel yg terlihat terengah-engah di bagian ba*ahnya perlahan menetes darah segar yg pertanda milik wanita itu sudah ber*asil di je*ol "Sayang apa kah sakit??" Rahel mengangguk sedangkan Adam mencoba meyakinkan "Tenang saja sakitnya akan mehilang setelah aku bermain." Adam mulai menggerakan miliknya dan awal-awalnya memang sakit untuk Rahek namun perlahan wanita itu menikmatinya dan tenponya mulai Adam percepat dan mereka ber dua terlihat begitu menikmatinya, dan Rahel sudah tak merasa sakit lagi bahkan kebalikanya ia sangat menikmatinya hingga di titik dimana ia tak tahan lagi karana ada yg mau keluar "Rio.. ada yg mau keluar..." Adam menjawabnya dengan terengah-engah "Sama-sama..." Adam semakin memp*rcepat perma*nanya namun Karna Rahel sudah tak tahan jadi ia yg lebih dulu keluar baru setelah itu Adam menyesul mengeluarkanya di dalam.

__ADS_1


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2