
Setelah selesai fiting baju adam berangkat ke kantor dan kini Felix Rahel dan Mariam berencana untuk pergi jalan jalan ke mal dan toko pertama yg mereka masuki adalah toko mainan, karna felix adalah cucu pertma jadi ia begitu di manja "Felix pilihlah berapa mainanĀ yg kamu mau, biar nanti nenek yg bayarkan." Anak itu terlihat senang lalu pergi untuk memilih sedangkan Rahel ia lah yg mendorong kursi roda mama mertuanya dan yg mengurus pembayaran adalah salah seorang kepercayan maraim yg selalu ada di sebelahnya "Jika mama haus atau lapar katakan saja biar nanti kita pergi makan sebentar." Mariam menjawabnya "Tenang saja nak, lagi pula belum jamnnya minum obat dan ketika sudah jamnya nanti kita pergi makan kamu gak usah terlalu menghawatirkan mama, pikirkan saja kesehatan mu, bagai mama mau punya cucu lagi kalok menantunya tidak menjaga kesehatanya." Rahel tersenyum "Iya ma." Felix menghampiri neneknya dan membawa satu buah kotak msinan besar yg berisi banyak hewan "Nenek Felix mau ini." Mariam tersenyum "Apa cuman itu gaka da yg lain lagi." Felix menyungutkan bibirnya "Nenek kata mama gak bolah beli banyak banyak itu namnya boros kata mama kalok beli itu cuman satu gak bolah banyak banyak."mariam tersenyum "Meamang cucu nenek ini sangat penurut yah kalok mamanya kasih tau, tapi khusus hari ini felix boleh beli dua." Felix menolah pada mamanya "Apa boleh mama??" Rahel mengangguk "Boleh kok, kan hari ini hari ulantahun nenek mu jadi apa kata nenek itus ya."
__ADS_1
Felix yg mendengar hal itu terkejut "Nenek ulangtahun hari ini mama, trus mana kue ulangtahunya." Mariam sangat gems pada cucunya ini, sedangkan Rahel pun menjawabnya "Nanti kita belikan kue untuk nenek." Felix mendekat pada neneknya "Nenek mau kue gambar apa??"mariam pura pura berpikir "Apa yah, menurut cucu nenek yg bagus apa." Felix menjawabnya "Gambar harimau aja nek.." mereka tertawa mendengar pekatanya dan Rahel pun menjawab putranya itu "Nenek itu cewek sayang, masak di kasih gambar harimau." Felix menjawab mamanya "Kalok gitu gambar bunga aja." Mariam membelai kepala felix "Terserah cucu nenek aja, seakrang carilah satu lagi mainan yg kamu mu habis itu kita pergi membayar." Felix mengangguk lalu segera pergi sedangkan rahel mendorong meriam mengikuti felix dari belakang, tanpa mereka sadari sorang wanita menatap mereka dari jauh dan hatinya penuh dengan kebencian "Untuk saat ini kamu bolah saja tertawa mariam, aku akan membuat tawa mu itu menjadi tangisan yg penuh dengan ketakutan." Karna ia mengenakan pakain baisa jadi ia tidak terlalu mencolok apa lagi bentuk tubuh dan wajahnya sudah berubah jadi orang orang tidak mungkin menyangka jika ia adalah Fitri seorang buronon polisi.
__ADS_1
Setelah dari toko mainan mereka kenuju toko pakian yg brendnya sangat ternama "Mama mau beli apa, tadi mas Adam berpesan terserah mama mu beli apa saja nanti mas yg bayar mas juga ada titipkan kartunya sama Rahel??" Mariam menjawabnya "Baiklah ayo kita cari baju tebal saja karna papa dan mama berencana untuk liburan ke laur negri, hanis itu kita beli tas." Rahel tersenyum lalu mendorong mamanya pada dareh yg ada pakian tebalnya pada saat memilih felix memutuskan untuk meliat kaca dan namun ia melihst seorang wanita yg ia lihat juga di luar tadi ada di dalam dan bahkan wanita itu seperti menatap ke arah mereka yg membuat Felix ketakutan "Nenek ada Tante jahat.."felix langsung memeluk neneknya dan bahkan menaiki kursi rodanya, mariam di buat terkejut karna cucunya tiba tiba naik sedangkan rahel justru marah karan anak itu menaiki kursi roda neneknya dengan tidak hati hati "Felix, kenapa kamu naiknya begitu kalok kaki nenek mu keinjak dan sakit bagai mana, gak sopan naik ke atas orang gak izin dulu." Felix mengangguk dengan ekspresi bersalahnya "Maaf mama tapi tadi felix lihat tante jahat." Mariam menghela napas pelan "Nak gak ada tante jahat di sini karna kalok dia ada di sini nanti bapak polisi tangkap dia."felix bukanya tenang ia masih kekeh dengan perkataanya "Enggak nenek tante jahatnya beneran ada nenek." Rahel menjawab putranya "Baiklah perlihatkan tante jahat itu pada mama.
__ADS_1
Tak lama seorang peria yg tak asing baginya terlihat dari layar hpnya dan menarik wanita itu sedangkan rahel yg melihat hal itu lantas menoleh ke belakang "Bukankah itu anak angkatanya pak joko..." jeremi menarik Fitri keluar dari toko tersebut sedangkan wanita itu berusaha melepas tarikan tanganya "Jeremi lepaskan tangan ku." Jeremi masih tak mau bicara dan bahkan mereka jadi pusat perhatian hingga mereka sampai di parkiran baru jeremi melepasnya lalu menatp tajam dia "Apa kamu gila membututi mereka, apa kamu tau hampir saja kamu ketahun dan istri Adam sudah menyadari kehadiran mu." Fitri terlihat sangat kesal "Aku hanya ingin membalaskan dedamku sayang. Dan aku tak peduli ia menyadari ku atau tidak yg jelas aku ingin mendekat lalu menusuknya kalok bisa ku bunuh mereka semua." Jeremi mentap sinis fitri "Kamu kira keberuntungan akan terus berpihak pada mu, jika kali ini keberuntungan tak berpihak pad mu dan kamu tertangkap bagai mana. Apa logika mu itu gak jalan??" Frtri tak mau menatapnya sama sekali karna kesal sedangkan Jeremi ia berusaha menenangkan dirinya lagi mungkin ia terlalu berlebiha memarahinya lalu ia menekan tombol kunci mobilnya "Masuk ke dalam mobil ." Fitri dengan kesalnya masuk ke dalam mobil lalu di ikuti jeremi dan mereka melajukan mobil keluar dari mal tersebut.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1