
Dion melihat kepuasan dari wajah putranya sontak menyenggol anaknya itu "Sekarang giliran kamu lagi.." adam sedikit terkejut dan ia menghela napas pelan sebnarnya ia tak mau minta maaf tapi masalahnya di saat seperti ini ia harus bersikap dewasa jadi ia mulai bicara "Dan untuk di kamar anak ku waktu itu saya sangat minta maaf, saat itu saya terlalu terbawa emosi sehingga gelap mata dan menarik kerah baju leo." Pak Yudi terdiam ketika mendengar perkataan Adam dan peria itu langsung menjawabnya "Tak masalah tuan adam, saya paham bagai mana posisi anda saat itu dan saya juga sangat menyesali perbuatan anak saya, semoga nak adam dan istri mau memaafkan kesalahan anak saya dan tingkah laku anak saya yg membuat anda tak nyaman." Adam tersenyum "Tak masalah tuan, dan harapan saya kedepannya hal seperti ini tak terjadi lagi." Pak yudi mengangguk "Tenang saja, hal seperti ini takan terjadi."Dion tersenyum "Saya senang masalah ini bisa selesai dengan baik, dan kami juga datang ke sini seaklian ingin memberitau kalok tanggal resepsi pernikahan anak saya akan di adakan tanggal 3 Aperil dan saya harap Pak Yudi dan keluarga bisa hadir di acara resepsi pernikahan putra satu satunya kami adam." Yudi mengangguk "Saya pasti akan datang tuan dion apa lagi Adam juga sudah saya aggap anak sendiri."
__ADS_1
Dion dan pak yudi pun musai berbincang bincang di ruang tamu sedangkan mereka mempersilahan Adam dan Leo untuk berbicara empat mata di kamar Leo dan pada saat masuk Leo langsung duduk di sebelah kursi yg ada di kamarnya sambil menghadap Adam sedangkan peria itu melihat lihat foto foto yg terpajang di kamar itu,leo melipat kedua tanganya di dadanya "Kenapa bisa orang yg kita suka adalah orang yang sama??"adam menjawabnya "Kenapa bertanya pada ku bukan kah kamu sudah ada jawabanya, jangan bilang kamu jauh jauh bersekolah ke luar negri dan mendapat nilai yg sangat tinggi di universitas terkenal tapi tak bisa berpikir dengan baik."leo mentap tajam adam "Sejak kapan kamu mengenal Rahel??" Adam menjawabnya "Yg jelas aku mengenalnya lebih dulu dari pada mu." Leo tersenyum "Oh jadi Wanita yg selalu ada di hayalan mu itu Rahel." Adam menoleh ke balakang dan menatap sinis Leo "Dia bukan hayalan, kami sudah menikah hanya saja aku tak punnya ingatan tentang masa lalu ku bersamanya."leo masih belum percaya "Jadi itu bukan mimpi lalu mengapa kamu tak cepat menemukanya."adam dengan santai me jawabnya "Tanya lah pada tuhan kenapa setelah 5 tahun baru kami di pertemukan lagi. Aku gak suka meladani perkataan mu yg gak jelas itu, yg jelas kami ini sudah lama menikah dan kami juga sudah punya seorang anak laki laki,dan untuk kamu sebaiknya carilah wanita yg lain."
__ADS_1
Leo tak suka dengan jawaban Adam "Aku takan mencari wanita lain, karna satu satunya orang yg aku cinta hannya Rahel." Adam sebenarnya kesal namun ia berusaha tenang karna saat ini ia tidak dalam zonanya jadi ia tak bisa terlalu leluasa untuk bergerak "Terserah kamu saja aku tak peduli, mau kamu ngejomblo sampai tua pun aku tak masalah."tak lama pintu pun di ketuk dan Adam yg dekat pintu langsung membuka pintu kamar rupanya Mama Selly "Hali ma.." selly berusaha tersenyum "Oh iya adam tadi ayah mu memanggil mu ke bawah sebentar." Adam yg mendengar hal itu mengangguk "Bik lah adam permisi.." adam pun melewati mama Selly sedangkan wanita paruh baya itu langsung menatap tajam putranya "Sepertinya kita perlu bicara Leo." Lalu mama Selly masuk dan langsung menutup pintu dan ia berjalan ke arah kasur dan duduk dia tasnya "Mama tadi tak sengjaa mendengar pembicaraan mu dengan Adam." Leo menjawam mamanya dengan ketus "Mama ini suka pada kepo aja urusan orang." Ibunya menghela napas pelan "Itu karan mama tak sengaja mendengar pembicaraan kalian di ruang tamu tadi. Jadi selama ini kamu suka pada istri adam??".
__ADS_1
Leo memegang tangan mamanya "Mama jangan berkata seperti itu,mama gak salah yg salah itu leo. Leo berjanji leo takkan melakukan hal ini lagi jadi leo mohon pada mama jangan meangis lagi, leo janji kalo bakal membuang semua perasaan ini." Leo pun ikut menangis lalu selly pun memeluknya sedangkan di bawah Adam merasa tertipu rupanya papanya tidak memanggilnya sama sekali dan mama selly meminta adam keluar itu semua ada lah alasan agar ia bisa berbicra emapt mata dengan anaknya sedanglan pak yudi ia terlihat tersenyum "Saya ini memang kurang dekat dengan anak anak jadi ketika ada masalah begini dan saya menegur mereka tak akan ada yg mau menurut kecuali mamanya yg sudah turun tangan maka mereka takan bisa berbiaca lagi dan akan selalu menurut perkataanya."adam yg mendengar hal itu pun menajadi pahan jadi mama selly berencana untuk membujuk anaknya itu, sedangkan Dion langsung bangkit dari duduknya "Kalok gitu kami permisi dulu, karanĀ kebetulan siang aku ada janji dengan joko untuk bertemu dan mebahas mengenai pernikahan ini karna kebetulan tadi semalm dia sudah pulang." Yudi mengangguk dan bagkit dari duduknya"Baiklah biar saya antar sampai didepan." Lalu adam ikut bangkit dari duduknya lalu mereka segera keluar.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1