
Rahel terbangun di pagi hari namun hujan masih terdengar deras dan ia masih di peluk erat oleh Adam, ia menatap wajah peria itu yg sedang tidur "Dasar peria mesum penakut." Tiba-tiba kening Adam berubah keriput dan Rahel yg melihat hal itu merasa ia terlihat sangat lucu namun perlahan tubuhnya mengelurkan keringat dingin yg membuat Rahel mulai hawatair, tiba-tiba ia berbicara dari dalam mimpinya "Jagan buang aku..." Rahel menggoyangkan tubuh peria itu "Rio bangun...." namun masih belum ada respon malah peria itu semakin membesarkan suaranya "Jangan buang aku!!!" Rahel pun mencubit pingang peria itu sontak ia terbangun karna merasa sakit di pingganya, ia bangun lalu menatap istrinya yg ada di pelukanya.
Rahel perlahan menyentuh pipinya lalu mulai bertanya "Apa kamu bermimpi buruk " Abraham mengangguk sambil berusaha merasakan sentuhan tangan Rahel "Apakah pada saat kamu di buang lagi." Adam mengangguk, Rahel sudah dapat menebak hal itu karna peria itu ketika bermimpi buruk mimpi itu pasti pada saat kejadian ia di buang ke sungan oleh seorang peria dan wanita. Rahel mencoba menenangkanya "Jangan takut, Sekarang kamu aman bersama ku."Ketika mendemgar suara Rahel hati Adam kembali tenang, dan peria itu kembali menutup matanya Rahel menggoyangkan tubuhnya "Eh malah tidur lagi, bangun sudah pagi." Adam menjawab "Tidur sebentar aja kenapa??" Rahel mencubut pinganya lagi, kali ini ia tak melepasnya dan peria itu langsung membuka matanya merintih kesakitan "Awaw sakita hel.." Raheal melepas cubitanya lalu segera melepas pelukan peria itu dan bangkit dari tidurnya "Bangun, kita harus pergi bekerja. Ingat ini sudah jatwalnya." Adam berusaha menarik Gadis itu kembali ke pelukanya "Tapi tetap aja, di luar masih hujan tunggu jam 6 aja." Rahael kesal langsung bangkit lalu mengambil ikat rambutnya "Kita pakai seraung jadi tak tak ada kata malas hanya karna hujan, orang dari suaranya udah gak terlalu deras kok." Adam menatap Rahel "Tapi hel.." Rahel menatap sinis peria itu "Besok malam masih mau tidur diluar kamu.." Adam yg mendengar hal itu langsung bangkit "Iya iya aku ikut...."Adam dengan terpkasa mengikuti Rahel.
*
*
__ADS_1
*
*
*
*
__ADS_1
Addy berjalan menariki kopernya sedangkan Debora berusaha menahanya namun itu semua sia-sia peria itu pergi menggunakan mobilnya "Asataga apa yg harus ku katakan pada mama dan papa kalok mereka tau Mas Addy pergi dari rumah. Sepertinya aku harus mengejarnya, dia pasti ke rumah gadis itu, dasar wanita penggoda awas saja kamu jika aku menemukan mu aku pasti akan menarik rambut mu itu." Debora segera mengunakan sendalnya lalu berjalan mengikuti mobil suaminya yg pergi, butuh waktu lama hingga ia sampai di rumah Rahel dan ia langsung di perlihatkan dengan suaminya yg berada di teras rumah Rahel ia terlihat berdebat dengan seseorang pada saat Debora mendekat baru jelas rupanya itu suaminya Rahel mereka sepertinya bertengkar "Padahal punya suami tampan tapi masih aja menggoda suami orang..." Debora berjalan dengan keadaan kakinya yg sakit sakitan karna gadis itu belum terbiasa berjalan kaki cukup jauh.
"Kak Addy ayo kita pulan." Addy menoleh ke belakang "Kenapa kamu nekat sekali sih, sudah ku katakan aku tak mau kembali." Adam kesal dengan jawaban peria itu "Hey kambing jantan, keras sekali kepala mu, sudah ku katakan kamu tak di terima di rumah ini dan lihat istrimu dia jauh-jauh datang hanya menjemputmu saja kurang baik apa dia cobak." Addy menoleh pada Adam "Kalok menurut mu dia baik kita tukaran saja, kamu dengan dia dan aku dengan Rahel." Adam yg mendengar hal itu semakin di buat kesal "Memanag tidak salah aku memberi julukan kambing jantan pada mu, kepala mu itu juga memang keras kepala dan bodoh." Di teras rumah Rahel mereka berdua hampir baku hantam untung Debora ada di sana jadi ia melerai mereka.
Tak lama kemudian sebuah mobil carry datang membawa berberapa lembar seng yg sudah satu bulan Rahel pesan dan baru sekarang diantarakan karna rahel baru saja melunasi harganya karna ia keredit dan bayar dua kali. Ia turun dari mobil itu "Ada apa ini kenapa kalian datang-datang ke rumah." Adam menunjuk Addy "Hel, orang ini berulah lagi." Rahel menatap Addy lalu ia segera naik ke teras rumahnya dan berdiri di samping Adam "Kakak Addy sudah kakak, sekarang kakak udah punya istri sebaiknya kakak jaga hati istri kakak jangan berperilaku seperti apa kata orang jika melihat kakak kayak gini." Addy berusaha meyakinkan Rahel "Hel kakak mau jujur kalok selama ini kakak suka sama kamu dan kakak sangat berharap kamu bisa menjadi istri kedua kakak". Debora, Adam , Rahel dan si supir mobil carry itu terkejut dengan perkataan Addy "Apa kakak mau Rahel jadi madu kakak." Seketika wajah Rahel berubah aneh, lalu ia menatap suaminya.
Debora yg tak terima dengan pernyaan Addy mulai marah "Kak Addy Debora gak restu kakak menikah dengan Rahel, sampai kapan pun itu..." Addy menatap Debora "Walau kamu tak setuju aku akan tetap menikahinya." Rahel sudah tak tahan sikap peria yg ia pangil Kakak itu begitu sembrono "Kakak Addy saya sangat menghormati kakak tapi kelakuan kakak ini sudah kelewatan, kakak meminta saya menjadi madu anda di depan suami saya dan istri anda sendiri. Anda seharusnya punya malu..." Addy menatap Rahel "Hel aku sangat mencintai mu dan bahkan aku sekarang ini sudah kehilangan akal ku dan yg ada di pikiran ku hanya kamu." Adam yg juga sudah tak tahan dengan semua ini "Dasar manusia gila, Rahel istri saya dan anda harus menjaga omongan Anda berani sekali anda berbicara omong kosong seperti itu di depan saya yg jelas jelas suami sahnya." Adam menarik Rahel ke pelukanya dan gadis itu sedikit terkejut karna peria itu tiba-tiba melakukanya.
__ADS_1
Bersambung.....