
Flekbek on
Setelah anak-anak melihat sese orang yg mereka kira hantu tadi mereka mulai tak mau bermain ke bawah dan hanya bermain di rumah sedangkan para orang dewasa ini berbicara dan tak terasa sudah jam 4 sore Debora dan Addy pamit pulang karna sepertinya sangt sulit untuk meyakinkan Rahel, pada saat mereka berpamitan Reno memberitau Felix "Felik malam nanti ada pasar malam apa kamu nanti pergi??." Felix terlihat sedih "Sepertinya aku dan mama takan datang karna mama, sedang lelah jadi kami malam ini hanya di rumah." Addy yg mendengar hal itu menjadi kasian lalu ia melihat Rahel "Hel, biarkan dia ikut kami saja, kasian dia di sini terus, seharusnya dia bisa bermain dengan anak yg sudia dia." Rahel juga kasian pada putranya dan Debora semakin meyakinkanya "Tenang saja, Ia aman bersama kami." Rahel menghela napas pelan "Baiklah." Rahel pun berjongkok di hadapan putra tampanya "Boleh pergi sama Reno tapi janji pada mama kalok Felix gak boleh nakal dan menyusahkan mama Reno atau papanya Reno, dan nanti jam 5 mama jemput kamu." Felix yg mendengar hal itu menjadi bahagia lalu mengangguk.
Lalu Felix pergi berasa Addy dan debora ke desa, sesampai di sana ia beramain dengan anak-anak di sana mereka bramin lari-larian hianga lupa waktu bawah itu sudah mulai sore hingga seorang anak datang dan memberi tau mereka "Wee orang pasar malanya sudah memasang tenda, ayo kita main di sana saja." Para anak anak itu mengangguk lalu berlari di temapat diana pasar malam di buka dan benar saja mereka sudah mulai memasang tenda karan jam sudah menjuk pukul 17: 45 sore, merela barlari larian di sekitar sana dan Felix sudah lelaha memutuskan istirahat "Teman teman kita istirahat dulu, Felix sudah capek." Para anak anak itu sontak menoleh pada Felix, dan salah satu anak juga mengeluh lelah dan Reno menunjuk sebuah kayu yg tampak jauh dari pasar malam "Kalian tunggu kami di sana saja dulu, nanti kita akan sama sama pulang setelah aku mengkap yg lain ." Mereka berdua mengangguk lalu pergi ke tempat yg di beri tau pada saat anak itu sibuk Berlarai Felix yg sedang beristirahat tak lama sebuah mobil hitam lewat dan berhenti di dekata mereka namun karan mobil itu melindungkan pandangan para penjual di pasar malam jadi mereka tak tau jika Felix di tarik masuk, sempat salah satu sahabat Felix menahan tangan sahabtanya itu dan Waniata gemuk itu dengan kasar mendoranya hingga terjatuh anak itu menangis lalu mobil itu pun segera pergi
__ADS_1
Para pekerja pasar malam itu yg mendengar tangis anak itu lantas mendekatinya "Dek kenapa menangins??" Dan jawaban anak itu"Teman ku di ambil sama tante jahat." Sambil menangis keras dan mereka yg berlari tadi mendengar juga lalu menghampiri anak tadi, mendengar hal itu warga di dekat sana mencarinya di sikitar sana namun mereka tak menemukanya sama sekali hinga para warga tadi melpor ke kepala desan dan kepala desa meminta para warga untuk mencarainya ke luar dan anak anak tadi di antar pulang, di depan Rumah Reno memberitau ayah dan ibunya.
Addy yg mendengar hal itu pergi ikut juga untuk mencari Felix sedangkan Reno dimarah ibunya habis-habisan hingga membuat anak itu menangis tanpa sadar kedatangan Rahel dan mendengar pembicaraan mereka lantas sepedanya yg ia dorong jatuh ke tanah lalu ia menghampiri Debora "Apa yg kamu katakn baruasan, putra aku di culik??" Debora terkejut dengan kedatangan Rahel yg mendadak dan air matanya seketika keluar dari sudut matanya lalu Debora segera memeluknya mencoba menengkanya.
Sedangkan putrnya Reno kembali masuk ke dalam rumah sambil menangis, tak lama sebuah mobil hitam berhenti di depan rumah lalu seorang peria keluar dan menghampiri mereka, ia mencarai Rahael dan wanita itu sadar bahwa ia di cari ia berbalik walau air matanya masih terus membasahi pipinya peria itu itu tiba tiba memeluknya "Akhinya aku menemukan mu hel." Rahael sama sekali tak mengenalinya lalu melepas pelukanya lalu ia beratanya"Anda siapa??" Adam baru ingat sema 3 tahun banyak perubahan yg terjadi pada dirinya seperti dia yg mulai memanjangkan janggutnya dan tubuhnya yg semakin kekar karna sering olah raga
__ADS_1
"Dia tidak ada dia minghilang, jangan jauhkan dia dari ku." Dan sepertinya suaminya mengerti tak lama sebuah telfon masuk dari hp suaminya dan pada saat ia menjawbnya dari kata yg ia keluarkan sepertinya orang yg menelfon adalah ayahnya Dan telfon singkat itu tak lama berakhir dan Adam menghampiri istrinya lalu memeluknya Jangan hawatir aku akan menyelamtkanya." Rahel akhihirnya membalas pekulan suaminya dan menangis sekencang kencangnya.
Flesbek off
Adam petlahan melepas pelukanya setelah itu ia menatap wajah istrinya "Sudah jangan menangis aku akan membawanya pulang dengan selamat kamu cukup tunggu di sini saja." Rahael menatap mata suaminya Adam mencium kening istrinya "Aku akan segera kembali mebawa putra kita. " Adam menatap wajah istrinya dengan serius "Kamu tetaplah di sin, aku akan menolong anak ku." Raheal sempat mendengar apa yg ayahnya Adam katakan pada putranya jadi Rahel sudah tau suaminya mau ke mana dan jalan itu berada di pertengahan jalan ke kota namuan jalan itu sangat sunyi tak mungkin ia birakan suaminya ke sana, Rahael menatap Adam "Apa kamu tau jalan ke sanana??" Adam menggeleng "Tapi aku akan mengunakan Petunjuk arah dari internet." Rahel hawatir suaminya pergi sendiri apalagi peria itu dengan tiba-tiba ingin ke sana setelah mendapat telfon dari Ayahnya "Suami ku biarkan aku ikut."
__ADS_1
"Tidak aku tak mau terluka." Rahel tak peduli pada saat Adam pergi ke dalam mobil ia ikut juga dan adam yg melihat hal itu berusaha memintanya untuk keluar "Hel ini bahaya untuk mu, sebaiknya kamu tunggu akau saja." Rahael tak peduli dengan perkataan suaminya ia malah memakai sabuk pengaman "Sekarang jalan.."Adam berusaha agar istrinya mau keluar "Hel, kamu tak perku hawatir aku akan kembali bersamanya jadi kamu tunggu saja di sini." Rahel menoleh pada adam dan memohon pada peria itu lagi "Adam ku mohon bawa aku bersama mu." Akirnya Adam mengijinkanya dan mereka pun berangkat selama perjalanan Rahel hanya menatap pada kaca luar ia seperti orang yg sedang setres ia terus hawatir dengan keadaan anaknya Adam juga sebenarnya seperti itu juga namun ia haru kuat ini adalah cobaan dan ia harus bisa melewatinya dan ia percaya semua masalah pasti ada ada jalan keluarnya.
Bersambung....