Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 25


__ADS_3

Sempat terjadi perdebatan yg cukup panjang dan perdebatan itu berahir 'seri' Addy di perbolehkan tinggal di rumah Rahel sementara waktu tapi dengan syarat harus di temani Debora karna rahel tak mau ada kesalah pahaman antara mereka. Addy menaruh kopernya di sudut ruangan sedangkan Debora mencoba nenelfon bik Anisa untuk membawakan pakianya ke rumah Rahel, sedangkan Adam diam-diam menarik Rahel ke dapur "Hel kenapa kamu biarkan dia tinggal bersama kita, apa kamu tak takut di tengah malam dia akan masuk ke kamar kita nanti ." Rahel menjawabnya dengan suara yg kecil "Tenang saja aku punya Rencana..." Firasat Adam sudah tidak baik, pasti rencananya Rahel selalau yg aneh dan tidak masuk di akal "Apa rencana mu." Rahel dengan semangat mengatakan rencananya "Rencana ku adalah membuat mereka jatuh cinta." Adam sudah dapat mengira sejak awah pasti rencana istrinya selalu saja yg aneh dan tak masuk di akan, bagai mana tidak 'ia saja gagal membujuk Addy untuk kembali pulang apa lagi kalok dia membujuk Addy untuk suka pada Debora itu tidak mungkin.'


Adam menatap istrinya itu "Ini yg membuat ku tak tahan mau memakan mu ini." Adam mau menggit pipinya dan Rahel segera menghindar "Rio sudah, cepat keluar dan bantu bapak Adi mengangkat senganya turun dari mobil, lebih cepat lebih baik." Adam baru ingat tentang peria paruh baya  di luar tadi,ia segera keluar rumah untuk membantunya mengangkat seng, Debora yg sudah menelfon masuk ke dalam dan menemukan suaminya akan berjalan ke dapur dimana Rahel sedang memasak "Kakak Addy..." Addy menoleh padanya sebentar lalu kembali berjalan ke dapur, ia mendekat pada Rahel "Hel ada yg bisa ku bantu??" Rahel terkejut mendengar suaranya "Apa kakak sudah selesai menaruh barang kakak, bagai mana dengan baju istri kakak sudah di ambil juga??" Addy dengan santai menjawab "Entara bik Anisa yg bawakan."

__ADS_1


Rahel merasa tak nyaman dengan kedatangan Addy apa lagi dari jauh istrinya menatap mereka kesal ia pun memutuskan ubtuk memangil Debora "Kakak Debora kemarilah sebentar, bisa kah kamu membantu di dapur sebentar..." Debora berjalan menghampiri mereka "Ada apa??" Rahel langsung menarik lenganya "Debora akan membantu ku kakak tunggu di ruang tamu saja..."Addy mau menjawan dan Rahel sudah mendorong dirinya ke dalam "Di dapur itu urusan perempuan, kakak cowokkan jadi di dalalm saja." Setelah berhasil mengusirnya akhirnya Rahel terlihat lega, sedangan Debora tak mengerti dengan sikap Rahel ia kira wanita itu akan memanfaatkan kesempatan  itu tapi tidak sama sekali. "Apa kakak bisa memasak." Debora menjawab "Tidak aku tak bisa memasak." Rahel kembali berpikira "Bagai mana dengan memotong kankung dan Bawang??" Debora menghela napas pelan "Aku tak pernah sama sekali melakukan pekerjaan itu, karna aku sejak kecil sudah di manja oleh ayah ku dan ibuku jadi aku sejak kecil tak pernah memasak,dan melakukan pekerjaan rumah, jadi sepertinya aku tak akan bisa membantu mu."


Rahel menariknya duduk bersamanya di lantai lalu ia mengambil ember dan kangkung yg sudah ia beli serta pisau "Seperti ini caranya memotong kangkung." Rahel mengajarkan padanya cara memotong kakangkung gadis itu tak peduli sama sekali "Walau sekeras apa pun kamu memberitauku aku tetap takan bisa apa lagi orang yg kamu ajarkan tak pernah sama sekali memasak di dapur ." Rahel menghela napasnya pelan "Coba saja dulu, sekarang kamu sudah menikah melakukan pekerjaan seperti ini sudah seharusnya kamu lakukan, apalagi nanti kalok kamu punya anak perempuan suatu saat nanti, jadi kamu bisa mengajarkan padanya cara memotong sayur yg benar." Mendengar kata-kata Rahel tadi membuat hatinya tergera untuk mencoba karna ia berpikir mungkin jika ia bisa seperti Rahel mungkin suaminya akan suka.

__ADS_1


Debora yg sadar ia di lihat oleh Rahel sontak menoleh padanya "Ada apa??" Rahel tetsenyum padanya "Gak papa kok kak, semangat yah potong kangkungnya." Rahel pun segegera keluar rumah, terlihat Adam yg sedang berbicara dengan tukang yg datang tadi, Rahel turun dan ikut berbicara "Eh Pak herman sudah datang." Rahel langsung tersenyum pada peria paruh baya itu "Iya nak Rahel, kalok mau cari rezeki itu harus pagai-pagai gini." Tanpa Rahel sadari Addy datang dan berdiri di belakangnya sontak pak Herman terkejut "Eh pak Addy ada di sini juga." Pak Herman terlihat seperti orang yg salah paham dan Rahel yg melihat hal itu langsung memperjelas situasi "Oh kak Addy datang mengnap di rumah bersama Kak Debora." Akhinya Pak Haerman bisa berpikir baik lalu Adam langsung menarik Rahel ke sebelahnya "Hel gak usah dekat-dekat dia ." Rahel sedikit terkejut begitu juga dengan Pak Herman ketika Rahel di tarik oleh Adam tadi, Addy menatap sinis Adam dan dua peria itu saling menatap satu sama lain.


Tiba-tiba terdengar terikan dari dalam rumah Rahel sontak mereka semua naik ke atas dan Debora dari dapur berlari ke dalam dan memeluk Rahel "Itu di dapur ada ular..." Addy memeriksa di dapur rupanya hanya seekor ular kecil yg besarnya hanya sebesar lidi, ia kembali menatap Debora "Gak usah lebay kamu, orang cuman ular sekecil gitu doang, lebay betul." Mendengar bentakan dari suaminya membuatnya merasa tak berguna namun Rahael berusaha menenangkanya  "Alah kak addy cewek takut ular sekecil itu mah bisa gak lebay kok, kalok yg takut ular itu cowok baru bisa di bilang lebay bukan begitu Rio."mereka menoleh pada Rio yg bersembunyi di belakang tubuh pak Herman yg lebih pendek dari dia, Rahel yg melihat hal itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2