
Sedangkan Rahel yg di lihat begini mulai merasa risih lalu ia melirik sekitar berharap menemukan ayah dan ibu mertuanya dan pada saat sudah ketemu namun seorang peria tua yg ada di dekat mereka menghampirinya "Halo nak Adam apa kabar??" Adam bersalaman dengannya dan di susul Rahel yg ikut ikut padahal belum di minta "Baik saja tuan." Dari belakang ibunya memberi kode dan Adam yg sadar kembali melanjutkan perkataannya "Di sebalah saya ini istri dan anak saya.." lalu Rahel bersalaman untuk kedua kalinya "Nama saya Rahel." Peria tua itu menjawabnya "Jangan gugup santai saja, saya joko wianto kalok untuk mu pangil saja bapak karna saya yg akan jadi perwakilan kelurga mu ketima kalian menikah nanti." Rehel mengangguk habis itu berlanjut ke anaknya dan anak itu terlihat malu lalu joko pun berjongkok dan menyamakan tingginya sedangkan dari jauh seorang wanita paruh baya berteriak "papa, lutut mu...." dan ia mengangkat tanganya agar ia diam lalu ia mulai berbicara "Siapa nama mu nak??" Anak itu menatap ayahnya dulu dan adam menjawab "Loh kakeknya tanya di jawab dong.." anak itu pun menjawab "Nama aku Felix." Adam kembali menjawab "Apa felix doang." Anak itu menoleh pada ayahnya "Papa kalok J...o...n...s itu di baca apa papa."para tamu di buat terkekah dengan pertanyan anak itu begitu juga dengan joko dan ia yg menjawabnya "Itu di baca Jons, jadi nama kamu adalah...." Felix menjawabnya "Felix jons paman.." Joko tersenyum "Pangil kakek saja.."lalu ia bangkit "Apa kamu mau pergi menemui kakek dan nenek mu??" Anak itu mengangguk "Ayo ikut kakek, dan kalian nikmati saja pestanya.." anak itu meraih tanganya lalu mereka pun segera pergi dan para tamu kembali sibuk dengan kesibukan masing masing.Rahel mendekat pada suaminya "Seberapa tua bapak itu dengan papa??"adam tersenyum "pak joko itu sudah berusia 65 tahun sedangkan papa itu baru 55 tahun jadi bedanya 10 tahun." Rahel kembali bertanya "Trus anaknya siapa saja.." adam menjawabnya "Nanti aja aku ceritakan di rumah kamu nikmati aja pestanya aku mau menemui teman bisnis ku dulu." Adam tersenyum pada istrinya lalu ia segera pergi, sedangkan Rahel malah bingung ia harus pergi ke mana tapi ia harus bisa membiaskan dengan kondisi ini karna kedepanya bukan hanya sekali tapi mungkin ia akan lebih sering menghadiri acra seperti ini, jadi ia memutuskan untuk mencari tempat untuk duduk karna saat ini ia lelah berdiri karna tak terbiasa mengenakan sepatu hak tinggi sedangkan dari jauh seorang terkejut dan berguma dalam hati 'Dia sangat persis denganya....'
__ADS_1
Di kursi Felix bermain bersama neneknya sedangkan Dion berbicara dengan Joko dan yg lebih dulu berbicara adalah Joko "Benar sekali apa yg kamu katakan ia persis seperti mendiang istri ku." Dion tersenyum "Aku saja terkejut waktu itu, karna terlambat menyadarinya dan baru sadar ketika melihat postingan anak mu di media sosialnya yg memajang foto istri mu saat muda dulu."joko tersenyum "Ngomong ngomong, apa benar menantu mu itu yatim piatu??" Dion mengangguk "Ya, karna katanya ibu dan ayahnya sudah lama tiada dan ia sempat tinggal bersama mendiang neneknya yg meningalkanya lagi ketia ia berysia 18 tahun." Joko melirik Rehel yg duduk di sebauh kursi "Rencana pernikahanya akan di adakan kapan??" Dion menjawabnya "Masih mau di carikan tanggal yg bangus karna dalam keluarga kami, masalah perniakhan seperti ini tidak dapat di lansungkan sebarang untung saja waktu anak ku nikah dulu pas pada tanggal yg baik jadi yg sekarang hanya untuk resepsinya." Dion kembali melanjukan perkataanya "Bagai mana kabar dengan anak pertama mu, apa kamu sudah menemukanya??"joko terlihat sedih "Sudah 25 tahun setelah kepergianya aku menyesal karna saat itu terbakar emosi dan mengusirnya, padahal ia anak yg patuh dan baik hanya karna ia tak mau menikah dengan wanita pilihan ku dan memilih pembantu itu, seharusnya aku merestuinya maka ia takan meninggalkan rumah." Joko terlihat sedih dan kembali berbicara "Aku baru menyesalinya sekarang, ketika sudah tua satu satunya putri ku yg selalu aku manja itu tak mau mengurusku tapi menginginkan harta ku, untuk saja aku menemukan sorang anak muda yg persis seperti putra ku dan aku mengadopsinya karna dia yatim piatu juga dan dia lah yg saat ini mengurus ku."Dion berusaha menyemangati temannya itu "Sudahlah jangan sedih seperti itu aku yakin anak mu mungkin sekarang sudah hidup bahagia, karna jika seorang anak hidipnya tidak bahagia ia pasti kembali ke pada keluraganya."
__ADS_1
Sedangkan Rahel setelah beristirahat ia mulai melihat lihat lukisan yg ada di dinding dan dia terhenti di sebuah lukisan besar yg di dalamnya terdapat foto keluarga namun Rahel terdiam ketika melihat gamar seorang peria yg tak asing untuknya pada lukisan itu "Ayah.."pada saat ia akan menyentuhnya tiba tiba dari belakang sorang terdengar suara "Hey gadis kampung.." sontak Rahel menolah ke arah belakangnya dan terlihat seorang wanita paruh baya bersama seorang wanita muda yg usainya di bahnya "Jangan menyentuh lukisan keluarga dengan tangan kotor mu." Rahel segera mengurungkan niatnya dan langsung meminta maaf "Maafkana aku, aku takan mengulainginya lagi." Mereka menatapnya dengan kesal.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1