Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 31


__ADS_3

Malamnya dion yg sedang menemani istrinya di pangil oleh seorang suster katanya ada 3 orang polisi yg mencarinya di luar jadi ia segera keluar dan menemuli polisi tadi "Selamat malam pak." Polisi itu membalas "selamat malam juga pak dion kami datang ke sini mau memberitahukan bawa tersangka yg bernama Abel prima berhasil kami tangkap saat akan berimigrasi keluar negeri dan untuk tersangka yg bernama Fitri Enjelista berhasil kabur dan dari kesaksian seorang polisi yg selamat ia bilang bahwa gadis itu menembak salah satu polisi yg membawa mobik setelah itu ia tak sadarkan diri karna pingsan saat terkena serpihan kaca mobil, dan dua polisi yg ada di sampingnya juga di temukan tewas karna satu luka tembak serta salah satu pistol milik salah satu polisi yg tertembak tidak di temukan atau menghilang bisa di simpulkan bawa tersangka menembak mengunakan pistol salah satu polisi yg mati tadi."


Peria yg sudah tidak muda itu merasa terhiyanati seketika merasa sakit pada jantungnya dan salah satu polisi yg sadar langsung menahanya agar tak jatuh "Tuan Dion apa anda tak papa??" Peria itu mengangguk lalu polisi tadi mengantarnya untuk duduk lalu peria paruh baya itu meneteskan airmanya "Tak kusanga orang yg sudah ku anggap anak ku sendiri sebegitu teganya membunuh anak kandung ku sendiri, kenapa hal ini harus terjadi pada keluarga ku." Peria itu menangis di hadapan para polisi tadi dan salah satu dari mereka berbicara "Tuan kami berduka cita atas kematin putra anda, semoga anda di beri ketabahan. Kalok gitu kami permisi." Para polisi itu pun pamit pergi sedangkan Dion terus menangis. "


*


*

__ADS_1


*


*


*


*

__ADS_1


Tepat pada saat Bik anisa yg datang di antar satpam mereka mengunkan motor dan membawa 4 botol win untuk mereka lalu permainan kartu itu pun selesai dan di menangkan oleh Addy yg menduduki urutan pertama dengan total nilai yg ia dapat 2.350 , urutan ke dua adalah Rahel dengan total 1.900, untuk urutan ke tiga yaitu Debora nilai yg ia dapat adalah 650 dan untuk yg terakhir Adalah Adam nilainya paling rendah yaitu -790. Addy begitu puas menertawakn nilai Adam karna ini pertama kalinya ia bermain kartu jadi ia belum terlalu bisa, setelah bik Anisa pergi Adam dan Addy pergi ke teras rumah untuk minum sambil menikmati pemandangan bintang di malam hari, sedangakn Rahel dan Debora berbaring di dalam kamar sambil begosip. Berbeda dengan Addy dan Adam yg meminum sambil curhat, karna Addy yg orangnya tak kuat dalam meminum alkohol dan minum yg ia bawa adakah punya ayahnya yg ayahnya suruh Addy habiskan karna Ayahnya akan lama di kota kebetulan sekali ada Adam jadi ia mengajaknya minum.


Addy mulai mabuk dan berbicara apa yg menganjal di hatinya "Rio apa kamu tau..." Adam yg sama selai tidak mabuk menoleh padanya karna Adam yg dulunya sering meminum Alkohir jadi ketika dia di surah minum Alkohil  ia tak cepat mabuk jika hanya meminum satu atau dua botol "Tau soal apa??" Addy tersenyum lalu menjawab "Cinta pertama ku waktu kecil." Adam yg mendengar hal itu di buat terkejut karna tuben sekali peria ini mau menceritakan masa lalunya "Siapa eamangnya??" Addy tersenyum "Itu istri ku sendiri hahaha.." Addy tertawa sambil memukul-mukul lantai sedangkan Adam yg mendengar hal itu sedikit terkejut dan memanfaatkan momen ini "Tapi kenapa kamu terliht sangat membencinya dan malah mengatakan kalau kamu mencintai Rahel." Addy pun menatap ke langit malam itu lalu ia pun mulai berbaring ke lantai "Waktu aku SMA berat badan ku sempat naik hinga sampai 97 kilo dan aku selaku di ejek di sekolah dan kebetulan SMA ku itu gambung dengan SMP jadia aku juga bisa bertemu dengan Istriku di sana karna saat itu ia kelas 3. Suatu hari aku menyatakan perasan ku padanya di depan temanya, entah kenapa mungkin karna malu atau ia jijik pada ku ia menolak ku dan bahkan meneriki ku bahawa ia tak sudi berpacaran dengan orang gemuk seperti ku."


Adam yg mendengar hal itu menjadi kasian pada Addy "Itu pasti sangat sakit dan memalukan sekali." Addy mengangguk "Kau benar, setelah kejadian itu aku sering di buli oleh cowok cowok yg ganteng waktu itu di SMA karna mereka dulu adalah Penggemar istriku. Dari situ lah aku mulai membenci dia dan tak ingin jatuh cinta lagi sampai aku kuliah dia kota dan mendapat gelar serjana Arsitek selama itu juga aku mulai sering berolah raga hinga menjadikan diri ku yg sekarang, ketika aku kembalu semua anak yg menghina ku dulu malah mereka sekarang sangat jelek. Pada satu ketika ayah ku memberi tau ku bawa aku di jodohkan dengan dia dan aku yg sudah telanjur beci padanya sangat menentang perjodohan ini tapi karna paksaan keluarga aku menurut lalu berapa bulan kemudian Rahel bekerja di Rumah ku dan karna dialah rasa benci ku pada Wanita dapat terobati dan membuat ku jatuhati padanya."


Adam semkain penasaran pada Cerita masa lalu Addy dan semakin bertanya "Kalok boleh di persenkan rasa cinta mu ke Rahel dan Debora berapa??" Addy tersenyum lalu menjawab Adam "Dulu untuk Istri aku akan memberikan 100% tapi karna dia sudah menolak ku dan menghina ku jadi untunya hanya tersisa 1% itu pun buka rasa cinta tapi rasa kasihan, kalu untum Rahhel aku mencintainya 999%." Adam sedikit bingung "Kenapa 999% dan bukan 1000%." Seketika Wajah Addy berubah kesal "Itu karna ia lebih mencintai suaminya dari aku." Adam yg mendengar hal itu hanya bisa menahan tawanya, setidaknya Addy bisa mengaca tampa harus di suruh.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2