Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 63


__ADS_3

Sesampinya di rumah, Adam turun dari mobil di ikuti Rahel sedangkan dari dalam rumah Dion keluar sambil mendorong kuri roda mariam dan dari jauh Felix berlari menghampiri mereka "Kakek, Nenek..." lalu mereka berdua segera memeluk cucu mereka itu sedangkan Rahel sibuk mengelurakan barang namun berapa pelayan datang dan memantunya membawa barang barang tadi ke dalam sedangkan Mariam dan Dion membawa masuk cucu mereka sedangkan Adam ikut membantu membawa barang barang masuk dan setelah selesai menyiapkan barang barang sekarang mereka berkumpul di ruang tamu dan terlihat Felix tengah asik bercerita pada kakeknya dan neneknya "Kakek, nenek, felix ada bawa ubi untuk kakek dan nenek." Mereka berdua sama sama menjawab "Wah, benarkah..." Felix mangangguk "Itu ubi Felix tanam sama mama." Dion mencium pipi cucunya itu "Astaga cucu ku ini memang sangat mengemaskan." Sedangkan di hadapan mereka Rahel dan adam duduk sambil menatap kearah mereka, mariam menoleh pada mereka "Darai pada kalian diam gitu mending kalian urus saja langsung surat nikah di KCS." Adam menajwab "Besok aja maa." Mariam memabalas perkataan anaknya "Besok kamu kerja, mumpung hari ini kalian gak ke mana mana. Lagi pula nanti jadi surat nikahnya lama juga ." Adam menghela napas pelan jujur kalok dia sebenarnya malas untuk pergi.

__ADS_1


Dion pun ikut berbicara "Apa yg mama mu bilang itu benar, jadi surat niakhnya juga lama belum lagi kalian pergi untuk memperbaiki KTP kalian." Adam menjawab "Iya iya.."lalu ia menolah pada istrinya "Bagai mana sayang???" Rahel menjawab "Terserah kamu aja." Adam menghela napas pelan "Kalok gitu ayo kita pergi."Adam bangit sambil menarik tangan istrinya sedangkan Mariam yg melihat hal itu berbicara "Hati hati itu tangan istrinya,nanti sakit lo kamu kasar amat naik." Adam menoleh pada mamnya "Iya mama." Lalu ia segera pergi sedangkan windi sedkit hawatir sepertinya suaminya tengah bertengkar dengan mama mertuanya jadi ketika mereka masuk ke dalam kamar Rahel membaranikan diri untuk bertanya "Sayang apa kamu bertengkar dengan mama??" Adam kelepas tangnya lalu menoleh pada istrinya "Tidak, hal seperti ini sudah biasa terjadi, mama itu orangnya suka cepals cepos jadi kalok kami kelahi begini sudah menajdi hal yg biasa."Rahel menjawab "Emang mama itu suka cepals cepos??" Adam tersenyum "Nanti kamu akan tau setelah berapa lama tinggal di rumah." Rahel hanya mengangguk lalu ia mulai mencai berkas yg akan di bawa nanti sedanglan suaminya menacari surat milinknya juga dan setelah sudah lengkap Rahel segera bersiap siap untuk berangkat.

__ADS_1


"Sayang apa kita akan foto nanti." Adam menjawab "Ya, bukanya itu juga persyaratanya."lalu Rahel kembali menjawab"Tapi aku gak punya pakian berwarna putih." Adam menjawab "Nanti kita pergi mencari." Rahel mengangguk lalu setelah bersiap mereka pun segeta pergi tidak lupa berpamitan pada kedua orang tua yg ada di bawah serta anak mereka lalu mereka pergi dengan mengunakan mobil Adam yg lain dan mereka pertama tama ke Mal dan Rahel yg melihat hal itu sedikit terkejut "Buat apa kita ke sini, buaknya hanya mencari paian berwarna putih." Adam tun dri mobil "Ikut aja.."Rahel terpaksa turun dan mengikuti suaminya dari belakang dan sempat ada berapa pengendara yg kagum pada mereka karna mobil yg mereka kenakan adalah mobil mahal lalu mereka masuk ke dalam mal lalu mereka masuk ke sebuah toko yg barang bermerek ternama Rahel lantas menahan tangan suaminya "Jangan masuk.." sontak langkah Adam terhenti "Kenapa??" Rahel menjawab "Harga baju di sini mahal semua." Adam tersenyum "Tenang saja sayang percaya lah pada ku." Adam mengambil dompetnya dari kantung lalu mengeluarkan kartu kreditnya yg berwarana hitamĀ  "Nah, pakai kartu ini mau beli satu isi toko ini bisa aja." Rahel melihat kartu keredit itu "Alah ini mah gak ada bedanya sama kartu keredit biasanya ." Rahel mengambil paksa kartu itu namun karna tak memegang kuat jadi kartu itu terjatuh ke lantai dan mengelurkan suara.

__ADS_1


Lalu mereka ke toko lainya lalu Abraham meminta istrinya untuk memilah lagi dan gadis itu masih berpikir kalok itu untuk mama mertuanya dan setelah dari sana mereka baru pergi untuk Foto, sehabis mengambil Foto baru mereka pergi ke kantor KCS lalu mengurus suarat persayaratan dan mereka baru kembali sore dan di perjalanna kebetulan ada orang yg menjual maertabak "Kayaknya enak yg kalok makan martabak sama terang bulan." Sontak Adam menepikan mobilnya "Dimana orang jual martaba dan terang bulanya "Rahel menjawab "Gak usah sayang, mending kita pulang aja." Adam menggeleng "Kalok mau makan sesuatu beli aja nanti kalok gak makan nanti malah kepohonan lo." Rahel menajwab "Yaudah, kalok gitu kita balik deh." Adam tersenyum lalu membalikan mobilnya Lalu kembali kearah yg tadi lalu mereka menepikan mobil lalu turun dari mobil "Oh iya sayang mama dan papa suka makan terang bulan rasa apa??" Adam menjawab "Mama sukanya yg keju kalok papa suaknya kacang." Lalu Rahel pergi ke yg penjual lalu berbicara "Masa martabak kejunya satu, kacangnya juga satu dan martabaknya dua yg sepesial yah mas." Peria itu mengangguk lalu mereka munggu di sambil berbincang bincang butuh waktu lama baru makanan mereka jadi dan baru mereka pergi itu saja sudah menjelang malam langit bahkan sudah berwarna oren lalu mereka pergi.

__ADS_1


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2