
Malamnya Jeremi yg baru pulang dari rumah pak joko segera pergi mandi sedangkan Fitri ia sibuk memainkan hpnya di kasur karna memang selama tinggil di rumah jeremi ia tidur di kamar jeremi dan mereka juga sudah berhubungan lebih dari sekali dan malam ini setela mandi jeremi yg masih mengenakan handuk menuju lemari dan mengambil berapa pakian tidur dan Fitri yg melihat hal itu mulai bertanya padanya "Sayang, kamu ke rumah pak tua tadi ngapain??" Jeremi menjawab "Tadi ada tamu penting ke rumah." Fitri menebak "Dion dan adam.." jeremi mengambil berapa pakianya "Sayang, karna data diri baru mu sudah jadi, aku berncana untuk membuat paspor untuk mu bagai mana??" Fitri sedikit tak suka karna jeremi mengalihkan pembicaraan "Sayang jawab dong pertanyaan aku tadi." Jeremi mejawabnya dengan kesal "Yang datang itu adam dan ayahnya, apa kamu sudah puas." Fitri semakin penasaran "jadi apa yg mereka bicarakan dengan pak tua bangka itu??"jeremi mengambil berberapa pakaianya lalu mulai mengenakannya sedangkan, fitri ia tak sampai berhenti sampai situ karna demi informasi lagi ia berjalan mendekati jeremi lalu memeluknya dari belakang "Sayang bilang dong, aku gakan berpikiran jahat kok." Jeremi menghela napas lagi"Apa benar perkataan mu bisa ku pegang." Fitri mengangguk dan jeremi pun mulai memberi tau "Jadi tadi mereka datang untuk memberi tau kalok tanggal pernikahnya akan di adakan 3 april nanti..." namun jeremi tak melanjutkan perkataanya yg membuat fitri sedikit kesal namun ia tak boleh gegabah agar rencanya tetap lancar jadi ia hanya diam dan menunggu jeremi selesai berganti baju.
__ADS_1
Sedangkan Adam setelah dari rumah pak joko ia kembali pulang dan kebetulan hari ini anaknya menginap dengan mereka dan saat ini ia tengah belajar bersama ibunya dan ia meminta ayahnya membelikanya peraut pensil jadi Adam dan Dion terlebih dulu ke toko peralatan sekolah dan ia mengambil satu buah penghapus dan pada saat berjalan jalan ia menemukan sebuh buku yg gambarnya terdapat banyak binatang "Felix pasti suka dengan buku seperti ini, jadi gambar hawanya tinggal ia warnain lagi." Adam mengambil satu setelah itu ia pergi membayar dan sang kasir pun menotalkan semua barang barangnya "Buat ponakan yah mas." Adam menggeleng "Bukan buat anak saya." Wanita itu sedikit terkejut "Masnya udah nikah, maaf yah saya gak tau." Adam hannya tersenyum lalu mengamnil barang barangnya ia berjalan menaiki mobilnya dengan perasan yang sedikit kesal "Orang aku udah nikah dan kenapa orang orang sering mengira ku belum menikah." Dion yg melihat anaknya masuk ke dalam mobil dengan kesal mulai bertanya "Kenapa tadi di dalam adam." Adam menjalankan mobil sambil berbicara.
__ADS_1
"Itu pa, kasirnya tannya adam 'Buat ponakan yah adam jawab kalok adam belanja untuk anak trus mabak kasirnya terkejut. Emang cicin yg ada di tangan adam ini gak keliatan apa." Dion tersenyum "Bukan gak kelihatan tapi mereka gak memperhatikan karna ngilat wajah mu udah buat mereka gak fokus." Adam menjawab ayahnya "Hal ini bukan hanya sekali terjadi tapi berkali kali sampai muyek rasanya di tanya gitu mulu." Dion tertawa "Hahahah, sama dong kayak papa dulu, papa dulu waktu jamanya kuliah paling suka di tanya udah punya pacar apa belum padahal jelas jelas mama mariam mu ada di sebelah papa dan itu sering terjadi selama papa pacaran dengan mama mariam mu."adam tersenyum ia tak pernah membenci sosok seorang mariam sebagi ibunya mungkin karna ia dari bayi hingga sebesar ini di besarkan oleh mariam jadi ia sudah menganggapnya sebagai ibu kandungnya juga. Sesampi di rumah mereka langsung kembali ke kamar karna mereka berdua sudah makan di rumahnya pak joko pada saat adam masuk ke dalam kamar terdengar suara anak dan istrinya yg kini berada di atas kasur "Nah, sekarang habis huruf i... apa lagi??" Felix kembali menjawab "Ku-ci-ng, hurum n.. mama." Rahel tersenyum "Iya bener sekarang coba Felix tulis." Felix pun kembali menulis "udah.." rahel langsung menjawabnya "Itu belum kurang satu hurup lagi." Felix kenatap bingung mamanya "Kurang apa maa." Tak lama terdengar suara dari arah pintu "G.. lagi felix."
__ADS_1
Rahel terlihat sangat serius "Ini semua mengenai mendiang ayah ku." Adam tetap sibuk melepas pakayannya "Ada apa dengan mendiang ayah ??" Rahel menghela napas pelan "Pada saat acara di rumah pak joko aku menemukan gambarnya di sana, kenapa foto ayah ku ada di foto kelurga pak joko." Adam menolah pada istrinya lalu tersenyum "Mungkin mirip aja, kan kata orang kalok kita punnya 7 kembaran di dunia dan mendiang ayah mu mungkin salah satunya yg mirip anaknya pak Joko."rahel menjawab suaminya "Aku juga awalnya berpikir begitu tapi ketika aku mencari di internet aku menemukan bio dataa keluarga pak joko dan salah satunya ada bio data ayah ku dan itu sangat sama dan bahkan namanya juga sama." Adam yg sudah berganti baju tidur kemabali benoleh pada istrinya "Memang nama mendiang ayah siapa??" Rahel menjawabnya "Nama ayah ku adalah wiliam wianto." Adam yg mendengar hal itu sempat terdiam karna dulu ia pernah sekali tak sengaja mendengar ayahnya yg tengah berbicara dengan pak joko mengenai anaknya itu, dan Rahel kembali melanjutkan kata katanya "Dan kenapa nama belakang ku di beri sari karna di ambil dari nama belakang mendiang nenek ku." Adam menjawabnya "Mending bu sartiana sari??" Sontak Rahel menolah pada adam "Ya, kata papa itu dan kebetulan juga nama itu persis dengan nama istri dari pak joko." Adam menoleh pada istrinya "Apa kamu masih punya foto dari mendiang ayah." Rahel mengangguk"Ada tapi cuman foto pernikahannya." Adam menjawabnya "Coba aku lihat."
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1