Takdir Rahel

Takdir Rahel
TR 81


__ADS_3

Di luar adam terus memeluk istrinya yg sedang menangis karna ia  ketakutan ketika mendengar nada suara Pak joko dan Adam mengingat kejadian ketika ia memberi tahu istri tentang niatnya dan saat ini windi yg sedang melipat pakian tiba tiba di hampiri suaminya "Sayang aku mau bicara..." Rahel menoleh pada suaminya "Kamu mau bicara soal apa??" Adam pun menjawabnya "Mengenai ayah mu." Windi yg mendengar hal itu terkejut "Untuk apa??" Adam menjawab "Tentu saja untuk memberi tau pak joko, beliau sudah mencari anaknya itu selama 19 tahun seharusnya ia tau mengenai keberadaan anaknya walau sudah tidak di bumi lagi setidaknya ia tau." Rahel terlihat ragu "Tapi apa kah dia akan bisa kenerima keyataanya bahwa ayah ku sudah tiada lama, aku takut dia kecewa dan marah." Adam meyakinkan istrinya "Tenang saja sayang dia masti dapat menerimanya percayalah pada aku dan ayah." Rahel menghela napas pelan "Sayang, aku memberi tau mu bukan berarti aku mau kamu memberi tau pak joko mengenai ayah ku, karna aku takut jika dia akan marah dan justru dia akan membenci ku dan aku memberi tau mu hal ini agar atak ada rahasia di antara kita agar akamu tau semua mengenai ku." Adam berusaha meyakinkan istrinya "Ayolah sayang percayalah pada ku dan ayah pak joko pasti tidak akan marah, tidak kah kamu kasian pada pak joko yg yak tak henti mencarai keberadaan anaknya."

__ADS_1


Rahel menghelana napas pelan "Bailak lah, tapi jika di marah lebih baik kita berhenti saja" Adam  mengangguk tak lama anaknya datang dan memberi tau kalok kakek dan neneknya meminta mereka untuk turun untuk sarapan lalu mereka pun turun dan sarapan bersama di situlah Dion bertanya pada Rahel lagi dan karna ia sudah setuju pada suaminya jadi kali ini ia setuju juga pada ayah mertuanya dan setelah srapan mereka berangkat namun ketika menadapt jawaban amarah dari pak joko seketika merela tak mau memberi taunya secara detail. Dan tak lama Dion keluar dari ruangan pak joko dengan perasaan kesal karna di dalam mereka sempat berdebat lalu ia menghampiri rahel "Maaf papa gak tau responya akan seperti ini??" Rahel mengangguk "Ayo kita pulang saja." Rahel menurut lalu mereka pun segera pergi dan tak lama pintu ruangan yg mereka masuki tadi terbuka dan memperlihatkan sosok joko"Dion, jika kamu tak mau memberi tau maka aku juga takan mau menjadi wali untuk menantu mu di pernikahnya." dan dengan hati yg kecewa dion berbicara tanpa menokah pada Joko "Tak masalah, kamu masih mau menjadi walinya atau tidak tapi kamai akan tetap mengadakan pernikahan." Lalu mereka keluar dari rumah tersebut.

__ADS_1


Tak lama setelah kepergian mereka karna pusing joko memutuskan untuk istirahat namun ia sama sekali tak bisa istirahat karna sakit kepalanya makin parah jadi ia memutuskan untuk menelfon jeremi untuk datang dan peria itu langsung datang ketika tau pak Joko ayah angkatnya sakit, pintu kamar joko terbuka mempetlihatkan Jeremi yg terlihat panik ia juga datang dengan sorang dokter "Jeremi.." jeremi dan dokter utu pun menghampirinya lalu dokter intu mulai memeriksanya tensinya "Apa yg terjadi pada bapak, kenapa bisa begini??" Joko menghela napas pelan "Aku mendapat kabar buruk mengenai anak ku yg sudah lama menghilang.." jeremi yg mendengar hal itu terkejut "Benarkan, lalu di mana dia berada sekarang??" Joko menutup matanya dengan sikutnya "Ia sudah tiada.." seketika jeremi terkejut serdangkan dokter tadi sudah selesai memerisanya rupanya tensinya tinggi namun karna joko sedang berbicara dengan jeremi jadi dokter pun mohon undur diri dulu untuk mengambil obat dan dia akan mengantarkan obat untuk joko nanti, dan setelah kepergian dokter itu mereka kembali melanjutkan pembicaraan mereka "Lalu apa yg akan anda lakukan??" Joko menjawabnya "Dia punya seorang putri yg berusia 24 tahun, aku ingin membuat anak itu membayar perbuatan ibunya." Jeremi menghela napas pelan lalu ia pun memutuskan untuk duduk di pinggir ranjang.

__ADS_1


Jeremi tertawa "hahah, astaga bapak jangan menyimpulkan hal yg aneh aneh gitu, jika memang ia melakukan itu ia tak mungkin lari, ia bisa aja berada di ruamah ini dan menikamati harta bapak namun kenyataannya ia pergi dan tak kembali lagi itu berarti ada sesuatu hal yg terjadi di antar mereka sehingga dia menikah lari bersama Anak bapak ." Joko terdiam, jeremi bangkit dari duduknya "Sebaiknya anda temui anaknya dan bicaralah baik baik siapa tau masalah ini akan selesai karna lebih baik kita menyelesaikan semua masalah dengan kepala dingin dari pada saat marah karna yg keluar hanya kata kata kasar jadi aku sarankan untuk tenangkan dulu pikiran dan hati bapak baru setelah itu lah anda bicara padanya." Joko masih terdiam sedangkan jeremi ia pun keluar dari kamar tersebut lalu segera pergi dan di ruang tamu ia berpas pasan dengan laura dan ibunya yg baru saja berbelanja "Tolong jaga pak joko dia sedang sakit, aku masih ada banyak kerjaan jadi aku minta pada kalian untuk menjaganya." Lalu ia pun melewati mereka sedangkan mereka terlihat cuwek saja.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2