Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
15. Perdebatan dan pengusiran


__ADS_3

Di rumah sakit, terlihat Vira sudah mulai sadar. Ketika ia benar benar sudah sadar, dia tampak kebingungan. Dia melihat ke sana kemari dengan memanggil manggil keluarganya, namun saat itu tidak ada satu keluarganya yang menghampiri dirinya. Hanya seorang dokter tampan yang datang menghampiri dirinya.


Melihat Vira sangat bingung dan memaksa ingin pulang, dokter itu meminta Vira untuk tenang. Namun, karena dia takut dengan hukuman ibunya akhirnya dia terus memaksa untuk pulang.


Akhirnya, mau tidak mau dokter itu pun mengizinkan Vira untuk pulang dengan syarat dia akan mengantar Vira ke rumahnya, karena keadaannya masih tidak baik.


Pada awalnya Vira menolak, namun lama kelamaan akhirnya dia menuruti apa yang diinginkan oleh dokter itu.


"Dengar Nak, dokter janji dokter akan mengantar kamu ke rumah kamu. Nama kamu siapa?" Tanya dokter itu kepada Vira yang saat itu masih duduk di atas tempat tidur.


"Nama saya Vira, Dokter. "


"Saya Dokter Afridi, saya yang merawat kamu!" Ucap dokter Afridi.


"Dengar Vira, kamu tenang dulu. Dokter janji, dokter akan antar kamu pulang," jawab dokter itu dengan baik.


Mendengar ucapan itu, Vira pun akhirnya tenang dan dia terlihat menuruti ucapan dari dokter itu.


Beberapa saat kemudian, dokter dan Vira sudah berada di gang rumah Vira. Sesampainya di gang, dokter ingin mengantar Vira pulang ke rumahnya. Namun, karena Vira tahu jika dirinya pulang dengan orang asing, orang itu akan mengetahui sikap ibunya yang jahat kepada dirinya akhirnya Vira pun menolak dan memilih untuk pulang sendiri.


"Vira, saya antarkan kamu pulang ya? " Pinta dokter itu kepada Vira. Mendengar ucapan itu, Vira terdiam dan dia menggelengkan kepalanya.


Melihat hal itu, dokter itu menyadari kalau Vira tidak mau jika dokter itu mengantar dirinya ke rumah, akhirnya dokter itu pun menuruti apa yang di inginkan oleh Vira.


"Ya sudah, kalau memang kamu tidak ingin saya mengantar kamu. Kamu hati hati ya," ucap Dokter Afridi dengan baik lalu dia membelai halus pipi Vira. "Kamu jangan lupa untuk istirahat dan minum obat, ini obatnya."


"Makasih Dokter," jawab Vira lalu ia mengambil obat yang di berikan dokter itu dan setelah itu dia pergi keluar dari mobil.

__ADS_1


Ketika Vira sudah keluar dari mobil, pandangan mata Dokter Afridi terus menerus melihat ke arah Vira yang berlari menuju ke rumahnya.


"Dia sangat cantik, andai saja Nasiva masih ada mungkin dia akan berusia sama dengan Vira, " ucap Dokter Afridi dengan sedih. Namun setalah itu, dia berusaha untuk tidak mengingat masa lalunya dan pergi dari gang itu.


Di rumah Vira, terlihat dengan takut dia berjalan perlahan mendekati rumah. Saat itu terlihat rumah sedang sepi, dia mengira kalau keluarganya sedang tidak di rumah. Namun saat dia memegangi gagang pintu, pintu tiba tiba terbuka dan terlihat dengan wajah yang marah dan murka, Sera mengulurkan tangannya dengan mengatakan meminta uang hasil jualan kepada Vira.


Vira yang melihat hal itu, dia hanya diam dengan menundukkan kepala.


"Mana uang nya!" Bentak Sera kepada Vira.


"Apa apaan sih kamu? Apa kamu tidak lihat, Vira itu baru pulang?" Sahut Ayah Vira dengan sangat marah kepada Sera.


"Memangnya kenapa? Kenapa kalau aku meminta uang kepada dia? Apa kamu punya masalah dengan hal itu?" Jawab Sera dengan tegas menatap laki laki yang ada di hadapannya.


Mendengar hal itu, Ayah Vira menatap tajam Sera lalu tanpa ragu dia mencekik Sera di hadapan Vira.


Melihat ayahnya mencekik Sera, Vira menghampiri ayahnya dan meminta agar ayahnya melepaskan tangannya yang mencekik leher Sera.


"Ayah Vira mohon, tolong jangan lakukan ini lagi." Pinta Vira kepada ayahnya dengan sedih, Ayah Vira yang mendengar hal itu, dengan perlahan ia melepaskan tangannya yang mencekik Sera.


"Gila ya kamu Mas, kamu mau bunuh aku demi anak itu. Benar benar gila kamu!" Ucap Sera setelah lehernya terlepas dari tangan Ayah Vira.


Mendengar Sera terus mengomel, Ayah Vira yang saat itu terus mengomel membuta Ayah Vira semakin kesal. Dia yang sudah tidak tahan dengan omelan Sera dengan keras dan lantang Ayah Vira membentak Sera dan meminta Sera untuk diam.


"Diam Sera!!!" Bentak Ayah Vira dengan nada tinggi dan lantang hingga membuat Vira ikut terdiam. Setalah itu dia melanjutkan berkata "kamu itu sudah terlalu banyak omong Sera, apa kamu tidak bisa diam, hah?"


"Berani ya kamu bentak aku, pergi sekarang kamu dari rumah ku!" Usir Sera kepada suaminya.

__ADS_1


Mendengar Sera mengusir dirinya, Ayah Vira hanya diam dengan pandangan mata yang penuh dengan kemarahan. Dia seolah tidak tahan dengan sikap Sera yang seolah seperti tidak menghargai dirinya menjadi seorang suami.


"Kamu mengusir aku, maka kamu akan kehilangan segalanya!" Ucap Ayah Vira dengan serius dan tegas kepada Sera. Setalah itu ia memegangi tangan Vira dengan erat dan menarik Vira masuk ke dalam kamar. Dia meminta Vira untuk memasukkan barang barangnya ke dalam tas.


Saat Vira dan ayahnya pergi ke dalam kamar, Sera hanya diam dengan raut muka yang masih terlihat sangat marah dan kesal.


Ketika berada di dalam kamar, Adik Vira yang bernama Nasya datang menghampirimu Ayah Vira dan Vira.


Dia terlihat sangat kebingungan dengan yang di lihatnya, walaupun dia tahu apa yang terjadi antara ibunya dan ayahnya.


"Kak Vira, Ayah, kalian mau kemana?" Tanya Nasya dengan sedih melihat kakak dan ayahnya sedang merapikan pakaian.


Saat itu, Ayah Vira juga merapikan pakaian Nasya dan memasukkan nya ke dalam tas hitam.


"Kita akan pergi Nasya!" Jawab Ayah Vira dengan serius kepada Nasya. Mendengar ucapan itu, Vira pun terlihat sedih.


"Kita akan pergi kemana?" Tanya Vira kepada ayahnya dengan sedih.


"Iya Papa, kemana?" Sahut Nasya.


"Kemana pun asal kalian berdua tidak berada di sini!" Jawab Ayah Vira dengan tegas kepada kedua anaknya. Setalah semua barang barangnya sudah rapi, Ayah Vira mengajak Vira dan Nasya pergi dari rumah dengan membawa koper besar di tangannya.


Saat itu Sera sedang berada di ruang tamu. Dia duduk di sofa dengan raut muka yang sangat marah dan kesal kepada suaminya.


Ketika dia melihat anak anaknya dan suaminya pergi dia tidak sedikitpun menghentikan mereka, namun ketika langkah ayah Vira tinggal satu langkah menginjak halaman luar Sera menghentikan suaminya.


"Tunggu, " ucap Sera yang saat itu masih duduk, mendengar ucapan itu langkah Ayah Vira pun langsung terhenti.

__ADS_1


Menyadari hal itu, Sera pun bangun dari duduknya dan dia berdiri di belakang suaminya dengan pandangan mata yang terus melihat ke arah suaminya. Dia seperti wanita yang kerasukan oleh setan, tatapan matanya tajam melihat ke arah punggung suaminya.


__ADS_2