Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
9. Memulai


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, suara burung berkicau sudah terdengar namun saat itu Vira kasih terlelap dalam tidurnya.


Beberapa saat kemudian, ibunya datang dengan seember air. Dia menyiramkan air itu ke tubuh Vira yang saat itu tengah tertidur. Vira yang menyadari kalau tubuhnya di siram oleh seseorang dengan air, dia langsung terbangun dan dia meneteskan air mata. Dia terlihat terkejut bercampur dengan sedih dengan sikap ibunya yang seperti itu.


"Bangun, sekarang itu sudah siang. Enak sekali kamu tidur terus menerus," ucap Ibu Vira dengan sangat marah. Vira yang melihat hal itu, dia hanya diam. Matanya terus memandang ke arah ibunya yang seolah sangat membenci dirinya.


"Ibu, kenapa ibu seperti sangat membenci aku? Apa kesalahan ku Bu?" Jawab Vira dengan air mata yang terus berderai membasahi pipinya.


"Kamu ingin tahu kesalahan kamu? Kesalahan kamu adalah lahir dari rahim ku!." Jawab Ibu Vira dengan mata yang penuh dengan kemarahan. Setelah itu ia memegangi salah satu tangan Vira dan menarik Vira ke dapur untuk mengambil satu box kue yang ada di dapur untuk di jual.


Saat itu Vira hanya sedih, matanya hanya dapat menangis. Dia tidak berdaya, dan dia juga tidak bisa melawan karena menurut Vira, dia masih membutuhkan ibunya di samping dirinya.


Akhirnya Vira pun menuruti apa yang di inginkan oleh ibunya. Dengan langkah perlahan ia pergi mengambil box yang berisi kue itu.


Ketika Vira sudah mengambil kotak kue, air mata Vira terus mengalir. Dengan air mata yang terus mengalir, Vira berpamitan dengan ibunya untuk pergi berjualan. Saat dia ingin mengulurkan tangannya dan mencium tangan ibunya. Wanita jahat itu menolak apa yang ingin di lakukan oleh Vira, dia justru menarik Vira agar Vira bergegas keluar dari rumah dan pergi.


Saat Vira sudah berada di luar rumah, dengan tatapan mata yang masih marah dan emosi. Ibu Vira memberi peringatan kepada Vira, ia mengatakan kalau jika kue kue ini tidak terjual semuanya, maka dia akan menerima hukuman yang sangat berat dan sangat menyakitkan.


Mendengar peringatan itu, Vira hanya diam dengan menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dirinya mengerti.


Vira pun akhirnya pergi untuk berjualan.


Saat berada di jalan, suasana yang saat itu tengah cerah tiba tiba berubah mendung. Menyadari hal itu, Vira merasa takut kalau dirinya tidak bisa menjual kue kue itu lagi.


Beberapa saat kemudian, terdengar teriakan cacing cacing di perut yang berdemonstrasi meminta agar Vira makan sesuatu. Namun, Vira tidak melakukan hal itu. Dia hanya diam dengan menahan rasa laparnya dan terus berjualan untuk menjual kue.

__ADS_1


*


*


Di rumah Zaka, terlihat Zaka tengah bersiap untuk pergi ke kantor. Dia berdiri di depan cermin dengan memakai Jas hitam dan celana hitam dengan gagah berdiri merapikan dasi yang dia kenakan.


Beberapa saat kemudian, aku datang dengan membawa sarapan di nampan ku dan sebuah rantang yang berisi makan siang untuk Mas Zaka.


Ketika aku sudah berada di dalam kamar, aku taruh nampan itu di atas meja kecil dan ku pelukan Mas Zaka dengan dengan erat.


"Mas Zaka, aku minta izin ya. Aku tidak akan pergi ke kantor Mas, aku ingin mencari anak itu," ucapku kepada Mas Zaka.


Ketika mendengar ucapanku Mas Zaka sempat terdiam. Namun, diamnya bukan karena dia ingin marah dengan diriku, tapi dia ingin melepas pelukanku dan berbalik menghadap diriku.


Saat itu, Mas Zaka memegang kedua lengan ku dengan lembut.


Tak berselang lama, Mas Zaka dan aku berada di halaman rumah. Beberapa saat kemudian, di susuk oleh ibu angkat ku.


"Sayang, aku berangkat dulu ya. Nanti kalau kamu pergi jangan lupa makan!" Ucap Mas Zaka dengan khawatir, lalu ku balas dengan senyum kecil di bibir. Setelah itu ia masuk kedalam mobilnya dan pergi.


Ketika Mas Zaka sudah pergi, ibu yang saat itu berdiri di dekat ku bertanya kepada ku tentang apa yang di katakan oleh Mas Zaka.


"Kamu ingin pergi ke mana Tasya?" Tanya ibu.


"Tidak kemana mana Bu, Tasya hanya ingin membeli kue yang ada di pinggir jalan saja." Jawabku dengan baik lalu aku pergi dengan senyum di bibirku dan meninggalkan ibu angkat ku yang berdiri di depan pintu.

__ADS_1


*


*


Waktu terus berlalu, terlihat Zaka sudah berada di tengah jalan menuju ke kantornya. Beberapa saat kemudian, ketika ia berada di dalam dia melihat Vira yang tengah berjalan kue. Melihat hal itu, ia mengingat ketika dirinya bertemu dengan Natasya dimana saat itu ia tengah berjalan di jalan sedangkan Zaka berada di dalam mobil.


Mengingat kenangan itu, Zaka pun akhirnya menghentikan mobilnya di hadapan Vira. Dia membeli beberapa kue Vira. Namun, ketika Zaka membayar uang di di berikan kepada Vira lebih sedangkan Vira masih menjual beberapa kue.


Menyadari hal itu, tanpa ragu. Zaka pun memberi kembali dari kue nya kepada Vira, Vira yang menerima hal itu sangat bersyukur kerena ia bertemu dengan orang yang baik selain Tasya.


Akhirnya Zaka pun pergi dari anak itu, namun ketika ia baru beberapa meter dari anak itu dia menghentikan mobilnya karena melihat anak itu sangat bahagia mendapatkan uang dari Zaka.


Vira terlihat bersyukur karena dia tidak akan mendapatkan hukuman dari ibunya.


Zaka yang melihat hal itu, dia tersenyum kecil di bibirnya.


"Sungguh cantik anak itu, semoga kamu menjadi anak yang sukses nanti," ucap Zaka dengan bahagia. Setalah itu ia pergi dan menuju ke kantornya.


Di rumah, Natasya sudah bersiap untuk pergi. Dia memakai baju atasan putih polos dan rok hitam dengan terdapat motif bunga di beberapa bagian roknya.


Saat itu, dia terlihat sangat cantik dengan pakaian yang sederhana. Ketika aku baru keluar dari kamar, ibu mertuaku datang dan bertanya kepada ku tentang kepergian ku dan aku pun menjawab kalau aku akan pergi mencari makanan jalan, karena aku merasa sangat rindu dengan makanan seperti itu.


Mendengar ucapan ku, ibu mertuaku selamat terkejut dan melarang aku untuk pergi. Namun, Karen waktu itu aku sudah izin kepada Mas Zaka akhirnya ibu mertuaku pun mengizinkan aku untuk pergi mencari makanan jalanan dengan syarat tidak lama.


Aku yang mendapatkan izin akhirnya langsung bergegas berpamitan dan pergi untuk mencari keberadaan anak itu.

__ADS_1


Ketika aku baru saja masuk ke dalam mobil hujan tiba tiba turun dan menguyur mobil yang aku tumpangi, menyadari hal itu ibu mertuaku meminta aku untuk hati hati membawa mobil terutama di cuaca yang tengah hujan lebat seperti itu.


Ketika aku sudah pergi, Ibu mertuaku pun masuk ke dalam rumah dengan bahagia.


__ADS_2