
Waktu berlalu begitu cepat, tampak Tasya berada di dalam kamarnya dengan tertidur di atas tepat tidur Tasya menangis.Dia merasa ada sesuatu di antara Zaka dan Sarah.
Beberapa saat kemudian, Zaka pulang ke rumah dengan wajah yang lusuh. Menyadari kalau Zaka sudah pulang, Tasya yang saat itu berbaring dengan sedih, kini dia berpura pura tidur di hadapan Zaka.
Melihat kalau Tasya tidur, Zaka menghampiri Tasya dan mencium kening Tasya.
Keesokan harinya, Tasya yang sedih dia merapikan pakaian Zaka yang di letakkan oleh Zaka secara sembarangan. Ketika dia merai jas itu, Tasya melihat sebuah noda bedak menempel di salah satu jas Zaka.
"Ini bedakan?!!" ucap Tasya dengan sesekali mencium aroma dari noda itu untuk memastikan noda itu bedak atau bukan. Setalah mencium aroma dari jas itu, Tasya menyadari kalau noda di jas Zaka adalah noda bedak.
Menyadari hal itu, mata Tasya berkaca kaca. Dia benar benar tidak percaya kalau suami yang di kiranya setia ternyata memiliki wanita lain yaitu Sarah.
Saat itu Tasya benar benar sedih dengan penemuannya. Dia sungguh tidak percaya kalau laki laki yang di cintainya berselingkuh. Untuk memastikan kebenaran dari apa yang di pikirkan nya, Tasya pun memeriksa pakaian Zaka yang lain.
Setelah beberapa kali memeriksa, Tasya semakin yakin kalau suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Dia mencium aroma parfum wanita di kemeja Zaka, tidak hanya itu Tasya juga melihat sebuah lipstik berbentuk bibir menempel di kemeja suaminya. Namun, Tasya masih mentoleransi di mana dia mengira kalau mungkin lipstik itu adalah miliknya.
Dia yang masih tidak percaya, akhirnya pergi ke tempat make up nya untuk mencari lipstik yang sama dengan lipstik yang ada di kemeja Zaka.
Setalah beberapa kali memeriksa, tidak ada lipstiknya yang sama dengan lipstik di kemeja Zaka. Dia benar benar hancur setelah mengetahui kalau Zaka menjalin hubungan terlarang dengan seseorang.
Waktu berlalu begitu cepat, siang hari pun tiba tampak Sarah dan Zaka sedang bermesraan di dalam ruangan Zaka. Beberapa saat kemudian, Tasya yang sedih tetap bertanggung jawab. Dia mengantarkan bekal untuk suaminya yang sedang bercumbu dengan wanita lain.
Saat itu tatapan tajam sudah di perlihatkan oleh Tasya, di sepanjang perjalanan. Tiba tiba wanita yang memberi tahu Tasya tentang kepergian Zaka menghampiri Tasya dan memberi tahu Tasya kalau Zaka sedang ada rapat penting dengan klien.
__ADS_1
"Mbak, jangan berbohong dengan saya. Saya tahu, suami saya tidak ada jadwal rapat hari ini !" ucap Tasya dengan tegas kepada wanita itu.
Setalah mengatakan hal itu, Tasya berjalan pergi dari hadapan wanita itu dan menuju ke ruangan suaminya. Saat dia ingin masuk ke dalam ruangan, Tasya yang ragu untuk membuka pintu akhirnya dia hanya melihat suaminya yang sedang bercumbu dengan Sarah melalui lubang kunci yang kecil.
Melihat kejadian itu, Tasya benar benar tidak percaya kalau laki laki yang di cintainya berselingkuh dengan Sarah. Saat itu, Tasya berusaha tenang. Dia yang sudah hancur berusaha menutupi kesedihannya dengan bersikap tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam ruangan Zaka.
"Aku harus bisa menghadapi semua ini, harus!" ucap Tasya dengan tegas di dalam hatinya.
Tasya pun menarik nafas dalam, dia mencoba menguatkan dirinya dan bersikap normal seolah tidak mengetahui perbuatan mereka berdua.
Setalah itu, Tasya mengetuk pintu dengan sesekali memanggil manggil nama suaminya. Menyadari hal itu, Zaka yang sedang bercumbu dengan Sarah. Dia tampak gugup dan bergegas merapihkan pakainya. Dia meminta Sarah untuk pergi dari ruangannya melalui jendela yang ada di ruangan Zaka.
Mau tidak mau, Sarah pun pergi dari ruangan itu dengan melalui jendela. Setalah itu Zaka pergi menghampiri Tasya dengan bersikap normal seperti biasa. Dia mengira kalau Tasya tidak mengetahui atas apa yang baru saja di lakukannya.
"Mas, kamu habis ngapain? Kenapa kamu tidak pakai dasi?" tanya Tasya kepada Zaka.
Setalah mengatakan hal itu, Zaka meminta Tasya untuk masuk ke dalam ruangannya. Menyadari hal itu, Tasya menatap tajam dan melihat ke sekitar rungan yang di tempati oleh Zaka. Dalam hatinya berpikir kalau Sarah masih di dalam ruangan itu, namun ketika dia menyadari salah satu jendela ruangan Zaka terbuka Tasya menyangka Sarah kabar melalui jendela itu.
"Mas, ini makan siang untuk kamu. Aku lihatlah kamu sangat kelelahan dan kelaparan setalah bekerja keras!" ucap Tasya dengan normal. Mendengar apa yang di katakan oleh Tasya, Zaka tampak terkejut. Dia mengira kalau Tasya tengah menyindir dirinya.
"Ada apa Mas? Kenapa Mas terlihat sangat terkejut? Apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya Tasya ketika dia melihat suaminya terkejut.
"Tidak, aku tidak terkejut!." Zaka pun melanjutkan makan siang, dia tampak sangat lahap memakan makanan yang di bawakan oleh Tasya. Tasya yang menyadari hal itu, di tampak sedih. Namun, dia juga marah dengan Zaka yang berani mengkhianati dirinya dengan Sarah.
__ADS_1
Malam hari pun tiba, saat itu Tasya duduk di ruang tamu dengan menikmati secangkir kopi di tangannya. Dia tengah menunggu seseorang yang tidak lain adalah Zaka. Saat itu, dia menatap pintu dengan tajam dan penuh kemarahan. Di sampingnya duduk terlihat jas dan kemeja yang di pakai oleh Zaka.
Hari itu, sebenarnya Ibu Zaka dan Ayah Zaka pun sudah mengetahui perselingkuhan dari Zaka dan Sarah. Namun Tasya meminta mereka untuk tidak ikut campur atau menyalahkan diri mereka sendiri atas perselingkuhan anaknya dengan Sarah.
Di luar rumah mobil Zaka baru saja datang, dia turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah. Menyadari kedatangan Zaka, Tasya masih menyembunyikan pakaian Zaka dengan menjatuhkan pakaiannya ke tanah.
"Selamat malam!" ucap Zaka lalu dia menghampiri Tasya dan mencium kening Tasya. Tasya yang menyadari hal itu dia hanya diam. Dia hanya tersenyum kepada Zaka yang setalah mencium dirinya langsung pergi dari Tasya. Namun ketika baru beberapa langkah Zaka pergi, langkah Zaka terhenti.
Dia mendengar ucapan Tasya yang membuat dirinya bingung.
"Kelihatannya Mas sangat kecapean, berapa ronde Mas sudah melakukannya hari ini?" Tanya Tasya tegas kepada Zaka dengan mengambil baju yang di jatuhkannya.
Mendengar ucapan itu, Zaka berbalik dan dirinya menghampiri Tasya dengan raut muka yang sangat kebingungan.
"Maksudnya apa?" jawab Zaka dengan bersikap tidak tahu makna dari ucapan Tasya.
Tasya pun bangun dari duduknya dan dia berdiri di hadapan Zaka dengan tatapan mata yang tajam dan penuh kemarahan.
"Kamu tidak usah pura pura tidak tahu Mas, jujur saja dengan aku. Sudah berapa kali kamu melakukan hal ini hari ini?" tanya Tasya lagi dengan nada semakin tegas.
"Dengar Sayang, aku benar benar tidak tahu apa yang kamu maksudkan, oke. Aku capek dan aku ingin mandi setelah itu tidur, tolong jangan buat keributan. Apalagi di depan Mama dan Papa seperti ini," jawab Zaka dengan kesal namun dia berusaha untuk tetap tenang.
Melihat hal itu, Tasya memegangi salah satu tangan Zaka dan memutar tubuh Zaka. Ketika tubuh Zaka sudah berputar, Tasya melemparkan pakaian milik Zaka ke muka Zaka dengan sangat marah kepada Zaka.
__ADS_1
"Apa maksudnya semua ini?" tanya Tasya dengan nada marah dan lantang di hadapan Zaka dan orang tuanya. Mendengar kemarahan Tasya, Ibu Zaka langsung menangis dan dia tidak percaya kalau apa yang di takutkan nya terjadi.
Saat itu Zaka hanya bisa diam, dia hanya melihat pakaiannya yang terdapat noda bedak dan lipstik.