Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
20. Menanamkan perasaan curiga


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, terlihat Tasya sudah merapikan sarapan paginya. Saat itu dia terlihat anak pergi ke kamarnya.


Di sisi lain, ayah mertua Tasya mengajak istrinya ke dalam kamar. Hal itu dia lakukan karena dia emosi kepada istrinya lantaran dirinya menanamkan perasaan curiga di dalam hati Tasya.


Saat itu perdebatan mulai terjadi di mana di waktu itu, Ibu Zaka merasa dirinya tidak bersalah sedangkan Ayah dari Zaka merasa kalau istrinya sangat bersalah.


"Kamu tuh apa apaan sih, kenapa kamu bilang seperti itu kepada Tasya?" Tanya Ayah Zaka kepada istrinya.


"Apa yang aku lakukan itu benar, lalu kenapa kamu bertanya seperti itu? Aku tidak mau kalau Zaka itu melakukan hal yang sama dengan apa yang kamu lakukan seperti dulu. Apa Papi lupa?" Jawab Ibu Zaka membela dirinya.


"Aku tahu tujuan Mami, tapi tidak seperti itu mengatakannya. Mami mengatakan itu sama saja Mami menanamkan perasaan curiga kepada Tasya," jawab Ayah Zaka dengan nada lantang.


"Hal itu wajar Pah, seorang istri itu harus curiga dengan wanita lain. Pah, aku melakukan ini demi kebaikan Zaka dan Tasya. Aku tidak mau kalau Zaka melakukan kesalahan seperti yang Papi buat dulu!" Jawab Ibu Zaka dengan tegas.


Mendengar jawaban itu, Ayah Zaka terdiam. Dia hanya memandangi istrinya yang terus menerus mengungkit masa lalunya.


"Aku hanya ingin Tasya itu lebih was was dengan wanita lain. Apalagi, dengan Sarah sekertaris Zaka. " Ucap Ibu Zaka dengan tegas kepada suaminya.


Setalah itu dia mendekati suaminya yang saat itu berdiri di hadapannya. Dia memegangi salah satu tangan suaminya untuk menenangkan suaminya yang sudah naik darah.


"Dengarkan aku, aku melakukan ini agar masa lalu tidak terulang lagi. Mungkin Papi bisa berubah setelah melakukan hal itu, tapi bagaimana dengan Zaka nantinya? Kalau seandainya masa lalu terulang lagi, apakah Zaka bisa berubah? Papi harus pikirkan itu." Ibu Zaka mengatakan hal itu dengan serius kepada suaminya, setelah mengatakan hal itu Ibu Zaka pun pergi dari kamar dan meninggalkan suaminya.


Ketika Ibu Zaka sudah pergi, Ayah Zaka hanya diam. Dia terlihat sedih, karena istrinya terus menerus mengingatkan dirinya tentang kesalahan yang di perbuatannya di masa lalu.


Di luar kamar, Ibu Zaka terlihat sudah rapi dan cantik. Dia seakan ingin pergi bertemu dengan seseorang, melihat hal itu Tasya yang baru saja keluar dari kamarnya menghampiri ibunya dan bertanya kepada ibunya yang sudah rapi.


"Mama mau kemana?" Tanya Tasya kepada Ibu Zaka.

__ADS_1


"Tasya, Mama akan keluar. Mama akan kumpul kumpul dengan teman teman Mama, jadi kamu di rumah saja. Sama.. Nanti ketika hari sudah siang jangan lupa untuk mengantarkan makan siang ke Zaka!."


"Iya Mama," jawab Tasya dengan baik lalu dia tersenyum.


Ibu Zaka pun pergi dari rumah.


Waktu berlalu begitu cepat, akhirnya Ibu Zaka pun sampai di sebuah restoran yang saat itu sudah ramai. Menyadari hal itu, dia menghampiri salah satu meja yang saat itu tampak beberapa wanita yang tidak lain adalah teman teman Ibu Zaka.


"Hay Sis, " sapa Ibu Zaka kepada teman temannya.


"Hay," jawab teman Ibu Zaka, setalah itu Ibu Zaka memeluk teman temannya secara bergiliran. Setelah dia selesai memeluk temannya, dia duduk di bangku kosong yang ada di dekatnya.


Mereka pun terlihat sangat bahagia, berbicara tentang masalah emas dan yang lain lainnya, namun tiba tiba sikap Ibu Zaka berubah ketika salah satu temanya bercerita tentang perselingkuhan bos dan sekertaris.


"Sis, kalian tahu enggak berita yang lagi hot sekarang?" Tanya teman Ibu mertua Tasya.


"Kemarin, aku lihat di salah satu platform berita. Aku baca ada seorang bos yang selingkuh dengan sekertaris nya sendiri, padahal istrinya itu baik dan cantik. Selain itu istrinya tuh juga kata raya. Kok bisa ya, ada laki laki yang tega seperti itu?" Ucap teman Ibu mertua Tasya yang bernama Bu Sari.


Mendengar cerita itu, ibu mertua Tasya terdiam. Dia melamun, kepalanya menunduk sambil memikirkan apa yang terjadi di masa lalunya.


Tiba tiba perasaannya yang saat itu bahagia, berubah menjadi sedih dan khawatir jika nanti apa yang di ceritakan oleh temannya benar benar terjadi di hidup anaknya.


Pada awalnya, teman teman Ibu Zaka tidak menyadari kalau Ibu Zaka sedih, namun setelah teman teman Ibu Zaka sadar, Bu Sari wanita yang saat itu duduk di samping Ibu Zaka memegangi bahu Ibu Zaka dengan perlahan.


"Ada apa Sis? Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyinggung masa lalu kamu dengan suami kamu!" Ucap Bu Sari dengan menyesal kerena dia sudah bercerita tentang berita itu.


"Tidak papa," jawab Ibu mertua dari Tasya dengan senyum di bibirnya.

__ADS_1


Setalah mendengar jawaban itu, Ibu Zaka dan teman temannya melanjutkan berbincang bincang. Mereka melupakan berita tentang perselingkuhan itu dan membicarakan hal lain.


Waktu berlalu begitu cepat, hari pun sudah siang. Saat itu, Ibu Zaka yang peduli dengan Zaka dia yang masih di restoran mencoba menghubungi Zaka untuk bertanya kepada Zaka masalah makan siang. Namun, saat itu Zaka masih tidak menjawab panggilannya.


Menyadari hal itu, Ibu Zaka yang tidak ingin curiga dengan anaknya sendiri akhirnya dia pun harus menaruh rasa curiga di dalam hatinya. Dia berpikir kalau Zaka tengah asik asik dengan Sarah, si sekertaris.


Menyadari hal itu, Ibu Zaka langsung berpamitan kepada teman temannya untuk bergegas pulang dengan memberi alasan kalau dia ada urusan yang lain.


Melihat hal itu, teman teman Ibu Zak pun membiarkan Ibu Zaka untuk pergi dari restoran.


Setalah berada di luar restoran, Ibu Zaka langsung masuk ke dalam mobilnya. Dia bergegas menuju ke kantor Zaka, untuk memastikan apa yang di lakukan oleh Zaka dan si sekertaris itu.


Di kantor yang di tempati oleh Zaka, Zaka terlihat keluar dengan seorang laki laki paruh baya yang tidak lain adalah pemimpin perusahaan besar yang di jelaskan oleh Sarah di telepon saat sarapan pagi.


"Terimakasih Pak Adi, sudah mau bekerja sama dengan perusahaan kamu!" Ucap Zaka dengan baik lalu ia mengulurkan tangannya sebagai tanda bahwa dirinya dan pemilik perusahaan untu sudah deal dan saling terikat di bidang usaha.


"Iya, sama sama Pak Zakaria. Saya sangat bahagia bisa bekerja sama dengan perusahaan yang bapak jalankan ini," jawab pemimpin perusahaan itu dengan membalas jabatan tangan dari Zakaria.


Setelah itu, pemimpin itu pergi dan Zaka mengajak Sarah masuk ke dalam ruangan meeting nya. Sesampainya di ruang meeting, Zaka berdiri di dekat sebuah meja, dan di susul oleh Sarah yang berdiri di hadapan Zakaria.


"Terimakasih ya Sar, karena kamu sudah membatu aku mendapatkan kontrak ini!" Ucap Zaka dengan baik lalu dia tersenyum kepada Sarah.


Sarah yang melihat hal itu, dengan perlahan dia meraih tangan Zaka dan dia melihat ke arah Zaka.


"Sama sama Pak," jawab Sarah dengan menatap Zaka, Zaka yang menyadari kalau tangannya di pegang oleh Sarah, dengan perlahan dia melepaskan tangan Sarah dan menjauh dari Sarah dengan alasan dia akan pergi ke ruangannya sendiri.


Sarah yang menyadari hal itu, dia hanya menundukkan kepalanya dan merasa tidak enak dengan apa yang sudah di lakukan ya dengan Zaka.

__ADS_1


__ADS_2