Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
46. Lahir


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, hari kelahiran Sarah pun tiba. Saat itu Sarah yang sedang duduk di sofa dia tiba tiba merasakan sakit yang luar biasa, menyadari hal itu Tasya bergegas menghampiri Sarah dan membantu Sarah.


Menyadari kalau Sarah akan melahirkan, Tasya memanggil ibunya dan meminta tolong kepada ibunya untuk menghubungi Zaka.


Saat itu Zaka tanpa sedang rapat dengan beberapa klien nya, namun ketika dia menerima penggalian dari Tasya Zaka bergegas mengangkat panggilan itu dan menghentikan rapatnya.


"Ada apa Sayang?" tanya Zaka kepada ibu Zaka yang yang menghubungi Zaka dengan ponsel milik Tasya.


"Zaka ini bukan Tasya tapi Mama, Mama di suruh Tasya untuk menghubungi kamu sepertinya Sarah akan melahirkan. Mama mohon kamu segeralah pulang, " ucap Ibu Zaka dengan khawatir.


Mendengar apa yang di katakan oleh ibunya, Zaka tampak sangat terkejut. Dia bergegas menghampiri sekertaris barunya yang lain.


"Arfan, saya mohon kamu handle semua rapat ini. Saya harus pergi sekarang, Sarah akan melahirkan anak saya jadi saya mohon dengan kamu!" ucap Zaka dengan gugup dan cemas.


Melihat hal itu, Arfan sekertaris baru Zaka pun mengiyakan Zaka untuk pergi dan menghandle semua rapat itu dengan sangat baik. Saat itu semua dia pergi dari kantornya dengan raut muka yang sangat cemas. Dia sepanjang perjalanannya dia terus berdoa kepada tuhan agar Sarah dan anaknya baik baik saja selagi dirinya belum sampai di rumah .


Di rumah, Sarah sudah sudah tidak kuat dia terus berteriak kesakitan.


"Mama, Tasya rasa kalau kita menunggu Mas Zaka itu akan kelamaan, kita pergi saja ke rumah sakit sekarang nanti biar aku hubungi Mas Zaka, " ucap Tasya dengan cemas kepada keadaan Sarah.


Ibu Zaka yang mendengar hal itu, di pun setuju atas apa yang katakan oleh Tasya. Ibu Zaka tampak bergegas keluar rumah dan memanggil supir. Setalah supir datang, Tasya membantu Sarah untuk bangun dari jatuhnya dan membawa Sarah ke mobil yang di saat itu sudah terparkir di luar rumah.


Setalah Sarah masuk ke dalam mobil, supir itu bergegas melajukan mobilnya dan menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Ketika di pertengahan jalan, Tasya terus memenangkan Sarah yang terus berteriak kesakitan.


"Kamu tenang saja Sarah, kita akan segera sampai tolong kamu tahan terlebih dahulu, tunggu beberapa saat, " jawab Tasya dengan membelai lembut kepala Sarah yang saat itu banjir dengan keringat yang mengalir deras.


Sesampainya di rumah sakit, dengan di bantu oleh supir, Tasya mengeluarkan Sarah dari mobil. Saat mereka berdua sudah berada di luar mobil. Beberapa dokter dan suster keluar membantu Tasya yang membawa Sarah, mereka bergegas membawa Sarah menuju ke ruangan persalinan.


Ketika mereka sudah berada di ruangan persalinan, salah satu suster meminta Tasya untuk masuk ke dalam untuk menemani Sarah yang sedang melakukan persalinan, namun saat itu dia terlihat tidak langsung masuk ke dalam ruangan di mana dirinya tampak berpikir beberapa saat dan kemudian dia mencoba untuk menghubungi Zaka agar dia lebih tenang untuk mengendarai mobilnya.


Di sisi lain, Zaka tampak sangat khawatir. Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, namun tiba tiba ponsel berbunyi melihat hal itu dia mengangkat mobilnya dan menaruh ponselnya di hadapannya.


"Iya ada apa Sayang?" tanya Zaka dengan cemas dan terus berusaha untuk fokus mengemudi.


"Mas pergi ke rumah sakit saja ya, aku sudah membawa Sarah ke rumah sakit." Jawab Tasya di panggilannya dengan nada berusaha untuk menenangkan Zaka. Zaka yang mendengar ucapan itu dia tampak tenang dan lebih pelan mengendarai mobilnya.


Setalah memberi tahu Zaka tenang hal itu, Tasya pun masuk ke dalam ruangan persalinan dan menamai Sarah yang sedang melahirkan.


Tak berselang lama, Zaka pun tiba di rumah sakit. Dia tampak sangat khawatir dengan keadaan Sarah.


"Dimana Sarah berada?" tanya Zaka dengan cemas.


Mendengar pertanyaan itu, Ibu Zaka memberi tahu Zaka kalau Sarah berada di dalam ruangan persalinan bersama dengan Tasya.


Mendengar ucapan itu, Zaka tampak lebih tenang dan hanya menunggu di luar kamar dengan sesekali melihat ke arah kamar persalinan.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, Tasya pun keluar dari kamar persalinan bersama dengan salah satu dokter.


Melihat hal itu keluarga yang menunggu Sarah, langsung terbangun dari duduknya dan menghampiri Tasya dan dokter yang baru saja keluar dari kamar persalinan.


"Gimana kabar Sarah, Tasya, dokter?" tanya Zaka dengan sangat khawatir.


Melihat hal itu dia hanya diam, dengan pandangan mata yang tampak sedih. Di sisi lain, dokter pun memberi tahu kalau Sarah sudah melahirkan dan anaknya adalah seorang laki laki. Mendengar hal itu Zaka benar benar sangat bersyukur dan dia bergegas masuk ke dalam rumah, bahkan sampai menyenggol Tasya karena perasaan bahagianya.


Menyadari hal itu, Tasya hanya diam. Dia hanya sedih, saat itu dia sempat berpikir kalau Sarah dan anaknya akan menggantikan posisi nya di hidup Zaka, namun dia berusaha untuk tidak berpikiran seperti itu. Dia berusaha menyakini bahwa Zaka melakukan ini karena dia bahagia dengan kelahiran anaknya di dunia.


Melihat kelahiran dari anak Sarah dan Zaka, semua orang tampak sangat bahagia dan bersuka ria. Melihat hal itu Tasya ikut bahagia, namun di dalam hatinya terselip sebuah kesederhanaan jika harus kehilangan Zaka.


Saat itu dia hanya dapat menghela nafas berat dan menanamkan perasaan ikhlas jika dia harus kehilangan suaminya.


Melihat Tasya sedih, Sarah yang saat itu bahagia melihat ke arah Tasya. Dia tampak mengetahui apa yang sedang aku rasakan, menyadari hal itu Sarah mengajak Tasya untuk berkumpul dengan mereka dan melihat wajah tampan dari anak Zaka dan dirinya.


Tasya yang melihat Sarah melambaikan tangannya, dia berusaha untuk menutupi kesedihannya dengan senyum kecil dibibir nya. Dia menyeka air matanya dan kemudian pergi menghampiri Sarah dan yang lainnya.


"Kenapa Bu Tasya menangis?" tanya Sarah kepada Tasya yang di saat itu berdiri di dekat Sarah.


"Saya hanya terharu melihat Mas Zaka bisa sangat bahagia seperti ini, aku jujur tidak pernah melihat Mas Zaka sebahagia ini sebelumnya!" jawab Tasya dengan nada rendah sambil memegangi tangan Sarah dengan sangat erat.


Mendengar hal itu, Sarah menyadari kalau Tasya berbohong kepada dirinya. Dia tahu ada sebuah kesedihan yang di sembunyikan oleh Tasya setelah kelahiran anaknya dengan anak Zaka.

__ADS_1


"Bu Tasya, saya tahu kalau ibu menyembunyikan kesedihan ibu setalah anak ini lahir. Bu Tasya, ibu jangan khawatir saya janji dengan ibu, saya tidak akan merebut hal yang bukan milik ku!" ucap Sarah di dalam hatinya.


"Saya pergi dahulu ya, saya ingin melihat anak kamu dan Mas Zaka," ucap Tasya lalu dia melepaskan tangan Sarah yang memegangi tangannya. Dia berjalan perlahan menuju ke Zaka yang sangat bahagia melihat anaknya sudah lahir ke dunia ini dengan baik baik saja dan tidak ada gangguan apapun.


__ADS_2