Terikat Tanpa Hubungan

Terikat Tanpa Hubungan
45. Tasya pulang ke rumah


__ADS_3

Keesokan harinya, Tasya yang sudah benar benar pulai dia duduk di atas tempat tidur dengan melihat ke arah suaminya yang saat itu tengah merapikan barang untuk pulang ke rumah.


Saat itu Zaka tidak memperhatikan Tasya, dia tampak terus menata pakaian yang di pakai oleh Tasya ketika di rumah sakit. Zaka tampak tidak sadar jika pandangan mata Tasya terus melihat ke arahnya.


Ketika dia sudah sadar, Zaka melihat ke arah Tasya dan dia duduk di hadapan Tasya yang terus memandangi Zaka.


"Ada apa? Kenapa ku terus memandangi aku? Apa ada sesuatu yang aneh?" tanya Zaka dengan memegangi tangan Tasya yang saat itu terus melihat ke arahnya.


"Aku minta maaf ke kamu, aku masih belum bisa menjadi istri terbaik untuk kamu. Maafkan aku, karena aku masih belum bisa memberi keturunan untuk kamu," jawab Tasya dengan nada sedih dan berbalik membalas pegangan tangan Zaka dengan erat.


"Kenapa kamu mengatakan hal itu? Jangan katakan hal itu lagi, aku kasih tahu kamu. Kamu adalah istri terbaik di dalam hidup ku, kamu adalah wanita yang paling utama aku cintai. Tapi maafkan aku, aku benar benar minta maaf karena aku bukan suami yang baik untuk kamu," jawab Zaka dengan sedih.


Tasya yang mendengar ucapan itu, dia tampak bersedih. Dia bergegas memeluk Zaka dengan erat. Ketika Tasya memeluk Zaka, air mata Tasya terus mengalir membasahi matanya. Entah apa yang membuat dia bersedih.


"Kenapa kamu bersedih? Kamu tidak boleh sedih, kamu kan akan pulang," ujar Zaka untuk menghibur Tasya.


Tasya yang mendengar hal itu dia hanya tersenyum. Dia menyeka air matanya yang membasahi matanya yang perlahan, lalu dia turun dari tempat tidur, karena dia melihat semua barang barang nya sudah rapi di dalam tas hitam besar yang di bawa oleh Zaka.


Beberapa saat kemudian, Tasya dan Zaka berada di luar kamar. Mereka tengah bertemu dengan seseorang yang tidak lain adalah Dokter yang merawat dirinya ketika koma.

__ADS_1


"Dokter terimakasih sudah merawat saya ketika saya sedang koma di sini," ucap Tasya untuk berterima kasih kepada Dokter yang merawat dirinya.


"Sama sama Bu Tasya, saya doa kan semoga ibu benar benar segera pulih. Dan tidak hanya itu, saya juga minta kepada Ibu Tasya untuk 3 hari sekali datang kembali kemari untuk Check up," jawab Dokter wanita yang berdiri di hadapan Tasya dan Zaka. Mendengar ucapan itu Zaka pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dirinya mengerti apa yang di katakan oleh Dokter itu.


Setalah itu Tasya dan Zaka pun pergi dari rumah sakit dan menuju ke dalam mobilnya. Saat mereka sudah berada di dalam mobil, Zaka yang duduk di kursi pengemudi secara tiba tiba memegangi tangan Tasya. Dia tersenyum kepada Tasya dengan sangat bahagia karena melihat Tasya sudah boleh pulang. Tasya yang melihat hal itu, dia tersenyum dan membalas pegangan tangan dari Zaka kepada dirinya.


Waktu berlalu begitu cepat, akhirnya Tasya dan Zaka sampai di rumah. Saat itu rumah tampak sangat sepi, melihat hal itu Zaka mengetuk pintu beberapa kali dengan sesekali memanggil ibu dan ayahnya.


Namun saat itu tidak ada satu orang pun yang merespon panggilan Zaka.


"Mas, aku kira Mama dan Papa sedang keluar, makanya rumah sepi. Kita masuk saja langsung," ucap Tasya dengan baik kepada Zaka.


Beberapa saat kemudian, Zaka pun mengajak Tasya masuk ke dalam rumah, namun saat dia berada di dalam rumah dia tampak sangat terkejut karena dia melihat sebuah dekorasi rumah dengan tulisan welcome dan sebuah kue ulang tahun yang bertuliskan selamat datang Tasya tampak terpampang jelas di atas meja.


Melihat kemeriahan acara penyambutan itu, Tasya hanya diam dengan pandangan mata yang melihat ke arah Zaka. Dia tampak berpikir kalau ini adalah rencana dari Zaka.


"Mas Zaka, yang membuat semua ini?" tanya Tasya dengan bahagia sambil melihat ke arah Zaka dengan raut muka yang tampak sangat bahagia.


Mendengar ucapan itu, Zaka berusaha untuk mengelakkan dengan menggelengkan kepalanya dengan senyum kecil di wajahnya.

__ADS_1


Menyadari hal itu, Tasya tampak memukul Kecik lengan Zaka, setalah itu dia memeluk Zaka dengan sangat erat sambil mengatakan terimakasih kepada Zaka atas apa yang dilakukannya.


"Makasih yang Mas, karena Mas sangat baik dengan aku. Dan aku juga berterima kasih karena mas sudah bersikap baik dengan aku." Ucap Tasya dengan memeluk erat Zaka.


Zaka yang mendengar hal itu ia membalas pelukan erat Tasya dengan sesekali mencium kening Tasya, setalah itu dia melepaskan pelukannya dan meminta Tasya untuk bergegas memotong kuenya. Namun ketika Tasya ingin memotong kue, Ibu Zaka melarangnya. Mendengar larangan dari Ibu Zaka, semua orang kebingungan dengan apa yang sudah terjadi. Saat itu kebingungan mereka seketika menghilang ketika orang orang menyadari kalau Ibu Zaka ingin berbicara dengan Tasya sebelum memotong kuenya.


Waktu itu, Ibu Zaka berdiri di hadapannya dengan senyum di bibir. Tasya yang melihat hal itu dia diam. Dia berbalik melihat ke arah ibunya dengan raut muka yang tampak sangat bahagia melihat ibunya berdiri di hadapannya.


"Ibu bahagia, melihat kamu sudah kembali sadar. Ibu benar benar bersyukur kepada Tuhan, karena dia masih memberi kesempatan ibu untuk melihat kamu," ucap Ibu Zaka dengan sedih.


Mendengar ucapan itu, seketika suasana berubah dari bahagia berubah menjadi haru.


"Aku juga bahagia Mama, aku masih bisa melihat Mama lagi, "Jawab Tasya dengan nasa lirih lalu dia memeluk ibunya dengan penuh kasih sayang dengan sangat erat. Menerima pelukan erat dari Tasya Ibu Zaka pun membalas pelukan itu dengan sangat erat.


Setalah beberapa saat memeluk erat Tasya, Ibu Zaka melepaskan pelukannya dan meminta untuk Tasya memotong kue penyambutan nya. Ketika kue sudah di potong, Tasya memberi suapan pertama kepada ibu mertuanya, setelah itu kepada Ayah mertua nya dan yang terakhir adalah suaminya.


Melihat hal itu Sarah hanya diam, dia hanya menundukkan kepala dengan sedih, namun saat itu Tasya tidak memperhatikan ekspresi muka Sarah. Dia tampak bahagia dengan keluarganya hingga lupa dengan Sarah.


Ketika keluarganya sudah di suapi oleh Tasya, Kini tinggal anak kesayangannya yang tidak lain adalah Vira. Setalah menerima suapan makanan dari Tasya, Vira tampak memeluk erat Tasya dan dia tampak sangat bahagia dengan kepulangan Tasya dari rumah sakit.

__ADS_1


"Tante, selamat datang ke rumah lagi ya." Ucap Vira dengan nada yang tampak sangat bahagia dengan kedatangan Tasya.


"Terimakasih ya," jawab Tasya lalu dia mencium kening Vira dan memeluk erat Vira.


__ADS_2