
Beberapa hari kemudian, Tasya pun datang ke rumah Sarah. Dia datang dengan membawa pengacaranya, saat itu Sarah terlihat sangat terkejut dengan kehadiran Tasya dan pengacaranya.
"Bu Tasya...." Panggil Sarah dengan sangat terkejut setalah melihat kedatangan Tasya.
Setalah melihat hal itu, Tasya memberikan sebuah surat kepada Sarah. Sarah yang saat itu masih kebingungan, dia menerima surat itu dan membacanya.
Ketika membaca surat itu, wajah terkejut terlihat sangat jelas di wajah Sarah. Dia melihat ke arah Tasya dengan mata dipenuhi oleh air mata.
"Jadi maksudnya, ibu ingin mengambil Huda seutuhnya dari saya?" Tanya Sarah dengan sedih dan marah menjadi satu.
"Kamu sudah tahu hal itu, maka saya minta ke kamu. Tolong persiapkan pengacara kepercayaan kamu, beberapa hari lagi adalah sidang pertama kita!" Ucap Tasya dengan tegas lalu dia pergi bersama dengan pengacaranya.
Sarah yang melihat hal itu, dia benar benar bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Dia mencoba untuk menghubungi kakaknya, namun saat itu Afridi tidak mengangkat ponselnya dan membiarkan ponselnya terus bergetar.
Melihat kakaknya tidak mengangkat panggilannya, Sarah terlihat kesal dan membanting ponselnya ke lantai hingga pecah berkeping keping.
Dia tampak histeris, dia tidak tahu apa yang harus di lakukannya.
Waktu berlalu begitu cepat, persidangan hak asuh anak antara Sarah dan Tasya. Saat itu pengacara Tasya membawa, bukti bukti yang membuat Sarah kalah dan hak asuh anak jatuh ke tangan Tasya. Pengacara Tasya membuktikan bahwa Sarah bukan lah ibu yang baik di pengadilan. Dia tega membuang anaknya di depan rumah Fian. Melihat bukti yang sangat kuat dari pengacara Tasya. Kejaksaan pun memutuskan bahwasanya hak asuh anak jatuh ke tangan Tasya.
Mendengar keputusan dari jaksa, Sarah menolaknya dan memaksa menarik ulang keputusannya, namun keputusan yang di ambil oleh sudah final dan pengadilan pun berakhir.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Tasya dan keluarganya masuk ke dalam rumah peninggalan Zaka. Dia sangat bersyukur karena dapat memenangkan pengadilan itu.
"Akhirnya ya Mah, Huda sekarang seutuhnya menjadi milikku. " Ucap Tasya dengan nada rendah kepada ibu mertuanya.
Melihat hal itu Ibunya hanya tersenyum kepada Tasya. Di sisi lain, Sarah yang marah karena Tasya merebut Huda darinya, dia pun berniat untuk merebut Huda dengan cara menculik Huda dari rumah Tasya.
Malam hari pun tiba, saat itu semua orang sudah tertidur begitupula scurity yang bekerja di rumah Zaka. Menyadari hal itu, dengan langkah perlahan dan pakaian serba hitam. Dia berjalan mengendap-endap.
Ketika dia sudah di dekat rumah Tasya, Sarah mencoba membuka jendela rumah Tasya namun saat itu semua jendela terkunci. Menyadari hal itu, Sarah pun mencoba mencari pintu belakang, saat dia berjalan menuju ke pintu belakang. Dia melihat jendela kamar yang di tempati oleh pembantu tidak terkunci.
Sarah yang melihat hal itu, dia membuka jendela kamar itu dengan perlahan. Dia masuk ke dalam kamar dengan melewati jendela itu. Ketika dia sudah berhasil masuk ke dalam kamar si pembantu, Tasya menyadari seseorang tengah tidur di tempat tidur pembantu.
Menyadari hal itu, Sarah pun berusaha untuk benar benar sangat hati hati. Dia tidak ingin membuat suara yang nanti bisa membangun orang itu. Merasa keadaan sudah aman, Sarah membuka pintu dan keluar dari kamar, lalu dengan perlahan dia menutup pintu kamar itu.
Ketika dia berada di dalam kamar Zaka, Huda terlihat tertidur pulas. Melihat hal itu, Sarah sedih dan ingin mengurangkan niatnya menculik Huda, namun demi anak dia rela berbuat jahat.
"Maafkan Mama Nak. Mama bukan ibu baik buat kamu, tapi Mama sangat menyayangi kamu. Mama melakukan ini karena Mama tidak ingin kehilangan kamu," ucap Sarah lalu dengan perlahan dia mengangkat Huda dari kereta bayi.
Setalah berhasil mengeluarkan Huda dari kereta bayi, Sarah membawa Huda pergi keluar dari kamar. Namun saat itu, tiba tiba Huda menangis dengan sangat kencang hingga membangunkan scurity dan keluarga yang lainnya. Melihat dirinya sudah tertangkap basah. Sarah justru memaksa untuk pergi dan membawa kabur Huda.
Saat itu, kepanikan dirasakan oleh Tasya karena dia mengetahui bahwa anaknya di bawa pergi oleh Sarah. Dia hanya dapat menangis dan berusaha untuk mengejar, namun ketika baru beberapa langkah dari dia berdiri. Tasya jatuh pingsan di hadapan keluarga yang membuah kepanikan semakin bertambah.
__ADS_1
Di sisi lain, Sarah terus berlari dengan Huda yang masih berada di tangannya. Di belakangnya beberapa scurity yang berjaga di malam itu mengejar Sarah, hingga Sarah tertangkap oleh scurity itu.
Ketika Sarah sudah di tangkap, dia terus meronta, memaksa untuk pergi. Namun apa yang di lakukannya sia sia. Tenaga Sarah kalah dengan tenaga dagi scurity yang menangkap dirinya.
Akhirnya mau tidak mau, Sarah pun di bawa ke rumah Tasya. Saat itu Tasya masih belum sadar. Dia di periksa oleh dokter, dan dokter mengatakan kalau Tasya baik baik saja. Dia hanya terkejut, melihat hal itu Ibu mertua dan ayah mertuanya terlihat tenang.
"Bu.... Pak.... Kami sudah menangkap Bu Sarah," ucap salah satu scurity.
Mendengar hal itu, Ibu Zaka keluar dari rumah dan menemui Sarah. Ketika di melihat Huda di tangan Sarah, dia bergegas mengambil Huda dari Sarah. Saat itu Sarah hanya dapat diam tanpa sebuah perlawanan.
Ketika dia sudah mendapatkan Huda, Ibu Zaka memberikan Huda kepada suaminya. Ketika dia sudah memberikan Huda kepada suaminya. Ibu Zaka menampar Sarah dengan sangat kencang, saat itu Sarah hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa.
Dia mulai berbicara ketika beberapa polisi datang ke rumahnya dan menangkap Sarah. Di saat itu Sarah memberontak dan membujuk ibu Zaka untuk tidak melaporkan dirinya ke kantor polisi, namun saat itu Ibu Zaka tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Sarah. Dia tetap memenjarakan Sarah.
Di waktu yang bersamaan, Tasya bangun dari pingsan nya. Dia meminta agar bangun dari tidurnya, namun dokter melarang Tasya. Mendengar larangan dari dokter, Tasya justru marah dan membentak dokter yang merawatnya, agar dia bisa keluar dan melihat apa yang terjadi di luar rumah.
Akhirnya, mau tak mau dokter yang memeriksa Tasya pun menuruti Tasya dan membiarkan Tasya keluar, namun dengan di bantu eh suster. Mendengar hal itu Tasya tampak sangat bahagia dengan keputusan itu.
Ketika dia sudah berada di luar rumah, Tasya sangat terkejut. Dia melihat Huda berada di pelukan Ayah mertuanya dan Sarah di hadapan Ibu mertuanya.
Melihat Huda sudah kembali, Tasya sangat bahagia dengan perlahan dia pergi menghampiri Huda yang di gendong ayahnya.
__ADS_1
Melihat kembalinya Huda, air mata Tasya terus berderai. Dia benar benar bersyukur atas kembalinya Huda ke rumah dengan keadaan selamat. Saat itu Tasya terlihat tidak mempedulikan Sarah, dia hanya sibuk dengan Huda.
Melihat hal itu Sarah hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa.